Bedanya Probiotik dan Prebiotik: Jangan Sampai Tertukar, Harus Tepat!

Istilah probiotik dan prebiotik sering muncul pada produk kesehatan, makanan, minuman, suplemen, hingga skincare berbasis microbiome. Karena namanya mirip, banyak orang menganggap keduanya sama, padahal fungsi dan cara kerjanya berbeda.

Bagi brand, memahami bedanya probiotik dan prebiotik penting agar klaim produk tidak hanya terdengar menarik, tetapi juga sesuai dengan konsep ilmiah dan dapat didukung oleh pengujian yang tepat.

Daftar isi:

Apa Itu Probiotik?

Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang, jika dikonsumsi dalam jumlah cukup, dapat memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh. Definisi ini banyak digunakan dalam literatur ilmiah dan konsensus internasional, termasuk oleh FAO/WHO dan ISAPP.

Artinya, tidak semua bakteri baik otomatis bisa disebut probiotik. Mikroorganisme tersebut harus jelas jenisnya, aman digunakan, jumlahnya memadai, dan memiliki manfaat yang dapat dibuktikan.

Dalam produk sehari-hari, probiotik biasanya ditemukan pada yogurt, minuman fermentasi, kefir, kombucha, suplemen probiotik, atau produk pangan fungsional tertentu. Beberapa jenis mikroorganisme yang sering digunakan adalah Lactobacillus dan Bifidobacterium.

Namun, manfaat probiotik sangat bergantung pada strain atau jenis spesifiknya. Jadi, klaim seperti “baik untuk pencernaan” atau “mendukung daya tahan tubuh” sebaiknya tidak dibuat secara umum tanpa data pendukung.

Apa Itu Prebiotik?

Prebiotik berbeda dari probiotik. Jika probiotik adalah mikroorganisme hidup, maka prebiotik adalah makanan atau substrat yang dimanfaatkan secara selektif oleh mikroorganisme baik di dalam tubuh dan memberikan manfaat kesehatan bagi host atau penggunanya. Definisi prebiotik ini diperbarui dalam konsensus ISAPP tahun 2017.

Prebiotik umumnya berasal dari jenis serat tertentu yang tidak dicerna langsung oleh tubuh, tetapi dapat difermentasi oleh bakteri baik di usus. Contohnya adalah inulin, fructooligosaccharides atau FOS, galactooligosaccharides atau GOS, serta beberapa jenis serat pangan lainnya.

Ketika prebiotik difermentasi oleh mikrobiota usus, proses ini dapat menghasilkan senyawa seperti short-chain fatty acids atau SCFA yang berperan dalam mendukung kesehatan saluran cerna dan fungsi tubuh lainnya.

Perbedaan Utama Probiotik dan Prebiotik

Perbedaan paling sederhana adalah probiotik adalah mikroorganisme baik, sedangkan prebiotik adalah asupan yang membantu mikroorganisme baik tersebut tumbuh dan bekerja lebih optimal. Jadi, probiotik bisa diibaratkan sebagai bakteri baik, sementara prebiotik adalah makanan untuk bakteri baik.

Dari sisi formulasi produk, perbedaannya juga cukup penting. Produk probiotik perlu memastikan mikroorganisme tetap hidup dalam jumlah yang cukup sampai akhir masa simpan.

Ini membuat aspek stabilitas, suhu penyimpanan, kelembapan, pH, dan proses produksi menjadi sangat krusial. Sementara itu, produk prebiotik lebih fokus pada jenis substrat, kadar bahan aktif, keamanan, serta kemampuannya untuk mendukung mikrobiota tertentu.

Kenapa Brand Perlu Memahami Perbedaan Ini?

Untuk brand makanan, minuman, suplemen, atau produk kesehatan, memahami perbedaan probiotik dan prebiotik membantu mencegah klaim yang keliru. Misalnya, produk yang hanya mengandung serat tertentu belum tentu bisa langsung disebut probiotik.

Sebaliknya, produk yang mengandung bakteri hidup juga belum tentu bisa diklaim sebagai probiotik jika strain, jumlah, keamanan, dan manfaatnya tidak jelas. Hal ini penting karena konsumen semakin kritis terhadap klaim produk.

Kata-kata seperti gut health, microbiome friendly, mengandung bakteri baik, atau mendukung pencernaan terdengar menarik, tetapi tetap perlu dasar ilmiah. Bagi brand B2B, klaim yang kuat bukan hanya membantu pemasaran, tetapi juga membangun kepercayaan distributor, mitra bisnis, dan konsumen akhir.

Peran Uji Laboratorium Dalam Produk Probiotik dan Prebiotik

Produk probiotik dan prebiotik membutuhkan pendekatan pengujian yang berbeda. Pada produk probiotik, pengujian dapat mencakup identifikasi mikroorganisme, jumlah mikroba hidup, keamanan mikrobiologi, serta stabilitas selama penyimpanan.

Tujuannya adalah memastikan mikroorganisme yang diklaim benar-benar ada, sesuai jenisnya, dan tetap berada dalam jumlah yang relevan sampai produk digunakan. Pada produk prebiotik, pengujian dapat berfokus pada kandungan bahan aktif, kualitas bahan, cemaran mikroba, stabilitas, dan keamanan produk.

Jika produk dikembangkan untuk klaim tertentu, brand juga perlu mempertimbangkan data ilmiah yang mendukung hubungan antara bahan prebiotik dan manfaat yang diklaim.

Kesimpulan

Probiotik dan prebiotik sama-sama berhubungan dengan kesehatan mikrobiota, tetapi keduanya bukan hal yang sama. Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang dapat memberikan manfaat kesehatan jika digunakan dalam jumlah cukup, sedangkan prebiotik adalah substrat yang membantu mikroorganisme baik tumbuh dan bekerja lebih optimal.

Bagi brand, memahami perbedaan ini sangat penting agar pengembangan produk, strategi klaim, dan pengujian laboratorium bisa dilakukan dengan lebih tepat. Dengan dasar ilmiah dan data uji yang jelas, produk tidak hanya terlihat menarik di pasar, tetapi juga lebih terpercaya.

Klaim Microbiome Perlu Bukti

Kalau brand kamu sedang mengembangkan produk dengan klaim probiotik, prebiotik, gut health, atau microbiome friendly, pastikan klaim tersebut tidak hanya mengikuti tren.

Bersama IML Testing and Research, kamu bisa melakukan pengujian produk secara profesional untuk membantu memastikan kualitas, keamanan, stabilitas, dan dasar klaim produk lebih terukur sebelum dipasarkan.

Referensi

Food and Agriculture Organization of the United Nations & World Health Organization. (2006). Probiotics in food: Health and nutritional properties and guidelines for evaluation. FAO Food and Nutrition Paper.

Gibson, G. R., Hutkins, R., Sanders, M. E., Prescott, S. L., Reimer, R. A., Salminen, S. J., Scott, K., Stanton, C., Swanson, K. S., Cani, P. D., Verbeke, K., & Reid, G. (2017). Expert consensus document: The International Scientific Association for Probiotics and Prebiotics consensus statement on the definition and scope of prebiotics. Nature Reviews Gastroenterology & Hepatology, 14, 491–502.

Hill, C., Guarner, F., Reid, G., Gibson, G. R., Merenstein, D. J., Pot, B., Morelli, L., Canani, R. B., Flint, H. J., Salminen, S., Calder, P. C., & Sanders, M. E. (2014). Expert consensus document: The International Scientific Association for Probiotics and Prebiotics consensus statement on the scope and appropriate use of the term probiotic. Nature Reviews Gastroenterology & Hepatology, 11, 506–514.

Yoo, S., & Kim, Y. (2024). The role of prebiotics in modulating gut microbiota. Nutrients.

Bedu Ferrari, C., Biscarrat, P., Langella, P., Cherbuy, C., & Martin, R. (2022). Prebiotics and the human gut microbiota: From breakdown mechanisms to the impact on metabolic health. Nutrients.

Share your love

Hubungi kami untuk informasi yang Anda perlukan.

Silakan konsultasikan kebutuhan pengujian produk Anda dengan tim ahli kami secara gratis.

Formulir Kontak