Pentingnya Mengenal Logo dan Simbol pada Kemasan Kosmetik: Apa Artinya dan Bagaimana Cara Mendapatkannya? 

Saat membeli produk kosmetik, konsumen sering menemukan berbagai logo dan simbol pada kemasan kosmetik, mulai dari logo BPOM dan Halal hingga simbol kemasan terbuka, kelinci, atau daur ulang. Bagi sebagian orang, simbol-simbol tersebut mungkin hanya dianggap sebagai elemen desain.

Padahal, setiap logo dan simbol memiliki fungsi penting sebagai sarana komunikasi antara produsen dan konsumen. Informasi yang disampaikan dapat berkaitan dengan legalitas produk, keamanan penggunaan, masa simpan, hingga aspek keberlanjutan lingkungan.

Dengan memahami arti berbagai simbol tersebut, konsumen dapat menggunakan produk secara lebih aman sekaligus memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai produk yang digunakan pada kemasan kosmetik.

Daftar Isi:

Logo BPOM dan Halal: Bukti Kepatuhan terhadap Regulasi

Sumber: seeklogo

Salah satu informasi yang paling sering dicari konsumen adalah legalitas produk kosmetik. Di Indonesia, produk kosmetik yang beredar wajib memiliki nomor notifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Nomor notifikasi ini menunjukkan bahwa produk telah melalui proses evaluasi administratif sesuai ketentuan yang berlaku sebelum dipasarkan. Selain BPOM, logo Halal juga semakin banyak ditemukan pada kemasan kosmetik. Sertifikasi halal menunjukkan bahwa bahan baku, proses produksi, dan sistem jaminan halal telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh lembaga yang berwenang.

Untuk memperoleh kedua tanda tersebut, produsen perlu melengkapi berbagai dokumen pendukung, termasuk data mutu produk, spesifikasi bahan baku, serta dokumentasi proses produksi. 

Logo Cruelty-Free (Leaping Bunny) dan Vegan: Menjawab Kebutuhan Konsumen Modern

Sumber: magnific.com

Meningkatnya kesadaran konsumen terhadap isu etika dan keberlanjutan membuat logo cruelty-free dan vegan semakin populer pada produk kosmetik. Logo cruelty-free, yang umumnya digambarkan dengan ikon kelinci, menunjukkan bahwa produk maupun bahan bakunya tidak diuji pada hewan selama proses pengembangan.

Sementara itu, logo vegan menunjukkan bahwa produk tidak mengandung bahan yang berasal dari hewan maupun turunannya. Meskipun sering dianggap serupa, kedua logo ini memiliki arti yang berbeda. Suatu produk dapat berstatus cruelty-free tetapi belum tentu vegan apabila masih menggunakan bahan seperti madu, lilin lebah, atau kolagen yang berasal dari hewan.

Oleh karena itu, konsumen perlu memahami makna masing-masing logo agar dapat memilih produk sesuai kebutuhan dan preferensinya. 

Simbol PAO dan Hourglass: Informasi Mengenai Masa Simpan Produk 

Sumber: iStock dan magnific.com

Selain legalitas dan klaim etika, informasi mengenai masa penggunaan produk juga penting diperhatikan. Salah satu simbol yang paling umum ditemukan adalah PAO (Period After Opening) yang ditampilkan dalam bentuk gambar wadah terbuka dengan keterangan seperti 6M, 12M, atau 24M. Simbol ini menunjukkan berapa lama produk direkomendasikan untuk digunakan setelah kemasan pertama kali dibuka.

Sebagai contoh, simbol 12M berarti produk masih aman digunakan hingga 12 bulan setelah dibuka apabila disimpan sesuai petunjuk. Selain PAO, terdapat pula simbol hourglass (jam pasir) yang biasanya disertai tanggal kedaluwarsa.

Simbol ini digunakan pada produk yang memiliki masa simpan kurang dari 30 bulan dan membantu konsumen mengetahui batas waktu penggunaan produk secara aman yang terdapat pada kemasan kosmetik.

Simbol Daur Ulang dan Green Dot: Mendukung Keberlanjutan Lingkungan

Sumber: iStock

Kesadaran terhadap isu lingkungan juga semakin memengaruhi industri kosmetik. Salah satu simbol yang sering ditemukan pada produk adalah simbol Mobius Loop atau simbol daur ulang menunjukkan bahwa kemasan dapat didaur ulang atau mengandung material hasil daur ulang. Selain itu, terdapat simbol Green Dot.

Banyak konsumen mengira simbol ini menunjukkan bahwa kemasan dapat didaur ulang, padahal sebenarnya Green Dot menandakan bahwa produsen telah berkontribusi pada sistem pengelolaan limbah kemasan di negara tertentu. Informasi ini membantu konsumen memahami cara pengelolaan limbah kemasan setelah produk digunakan dan mendukung praktik konsumsi yang lebih berkelanjutan. 

Setiap logo dan simbol memiliki persyaratan yang berbeda. Logo BPOM diperoleh melalui proses notifikasi kosmetik, sedangkan logo halal diperoleh melalui proses sertifikasi halal. Untuk simbol PAO dan informasi masa simpan, produsen perlu memiliki data ilmiah yang diperoleh melalui uji stabilitas produk.

Klaim cruelty-free dan vegan umumnya memerlukan audit bahan baku, rantai pasok, serta verifikasi dari lembaga sertifikasi terkait. Oleh karena itu, pengujian laboratorium memiliki peran penting dalam menyediakan data yang diperlukan untuk mendukung keamanan, mutu, stabilitas, dan legalitas produk kosmetik sebelum dipasarkan. 

Pastikan Produk Kosmetik Siap Dipasarkan dengan Data Uji yang Tepat

IML Testing and Research siap membantu kebutuhan pengujian laboratorium produk kosmetik untuk mendukung keamanan, mutu, dan kelayakan produk sebelum dipasarkan. Konsultasikan kebutuhan uji kosmetik kamu bersama tim IML Testing and Research.

Kesimpulan

Logo dan simbol pada kemasan kosmetik bukan sekadar elemen visual, melainkan sumber informasi penting yang membantu konsumen memahami legalitas, keamanan, masa simpan, serta aspek etika dan lingkungan dari suatu produk. Mulai dari logo BPOM, Halal, Cruelty-Free, Vegan, PAO, Hourglass, Green Dot, hingga simbol daur ulang, masing-masing memiliki fungsi dan persyaratan tersendiri.

Bagi produsen kosmetik, pemenuhan persyaratan tersebut memerlukan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Oleh karena itu, pengujian laboratorium menjadi salah satu langkah penting dalam memastikan bahwa produk kosmetik yang dipasarkan aman, berkualitas, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. 

Author: Jihan
Editor: Lina

DAFTAR PUSTAKA

Cosmetics Europe. (2020). Understanding cosmetic packaging symbols and labelling requirements. Cosmetics Europe.

European Commission. (2009). Regulation (EC) No 1223/2009 of the European Parliament and of the Council on cosmetic products. Official Journal of the European Union.

International Organization for Standardization. (2021). ISO 22715: Cosmetics—Packaging and labelling. ISO.

Share your love

Hubungi kami untuk informasi yang Anda perlukan.

Silakan konsultasikan kebutuhan pengujian produk Anda dengan tim ahli kami secara gratis.

Formulir Kontak