
Terobosan Baru! Nanoselulosa Bakteri untuk Kulit Sehat dan Glowing

Industri kosmetik saat ini semakin berfokus pada pemanfaatan bahan berbasis biologi sebagai bahan sintetis. Salah satu bahan biologi yang sedang trend digunakan dalam kosmetik adalah nanoselulosa bakteri (BNC), yaitu jenis biopolimer yang memiliki sifat biodegradabilitas, biokompatibilitas, dan kinerjanya yang tinggi.
Jenis Biopolimer Ramah Lingkungan
Jenis biopolimer ini dianggap sebagai biomaterial ramah lingkungan karena tidak menggunakan reagen-reagen berbahaya dan mudah terurai. Keuntungan BNC adalah memiliki morfologi dengan susunan nanofiber yang terorganisir, kemampuan sebagai penghantar zat aktif tanpa mengganggu fungsi produk, kekuatan mekanik yang tinggi, daya serap air yang luar biasa, dan tidak mengandung bahan toksik.
Nanoselulosa bakter (BNC) diproduksi melalui proses fermentasi oleh strain bakteri non-patogen yang mampu mensintesis polisakarida ekstraseluler. Polisakarida ini terbentuk oleh serat dan nanofiber di sekitar sel bakteri. Bakteri yang dikenal efektif menghasilkan BNC dalam jumlah yang tinggi adalah bakteri genus Komagataeibacter, seperti Komagataeibacter xylinus dan Komagataeibacter hansenii.
Metode Produksi Biopolimer
Terdapat dua metode produksi nanoselulosa bakter (BNC) yang dilakukan di laboratorium, yaitu kultur statis dan kultur agitasi. Kultur statis adalah proses fermentasi yang dilakukan dalam kondisi tidak ada goyangan dari luar/statis. Kekurangan dari metode ini adalah suplai oksigen yang rendah dan hasil kurang homogen. Sementara, kultur agitasi adalah proses fermentasi yang menggunakan shaker, sehingga meningkatkan suplai oksigen dan nutrisi dengan baik, serta menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi. Namun, perlu melakukan riset terhadap pengembangan bioreaktor yang efisien untuk mengatasi kekurangan metode agitasi, seperti ketidakstabilan genetik strain penghasil nanoselulosa bakter (BNC) dan homogenitas yang rendah.
Penggunaan Nanoselulosa Bakteri dalam Kosmetik
BNC cukup populer dalam industri kosmetik, terutama dalam produk masker wajah karena memiliki daya serap air yang tinggi, sehingga memfasilitasi penyerapan bahan aktif ke dalam kulit. Beberapa produk kosmetik komersial yang telah mengintegrasikan BNC antara lain CELMAT® dan Intense Whitening Biocellulose Mask dari Elizabeth Arden.
Untuk menekan biaya dan menyederhanakan produksi, zat aktif, terutama senyawa alami, dapat dimasukkan ke dalam membran BNC selama biosintesis berlangsung. Membran BNC kemudian ditambahkan ke dalam media kultur untuk proses lebih lanjut.
Studi Pemanfaatan BNC-DHA dalam Kosmetik
Salah satu penelitian yang meneliti penggunaan BNC sebagai pembawa zat aktif dilakukan oleh Stasiak-Roznska (2018). Dalam studi ini, 1,3-dihidroksi-2-propanon (DHA) digunakan sebagai zat aktif yang berperan dalam menyamarkan warna kulit tidak merata. Hasil penelitian menunjukkan:
- DHA diimpregnasi dalam membran BNC dengan berbagai konsentrasi (20, 50, 80, dan 110 g/L) dan diuji pada kulit manusia.
- Setelah 30 menit aplikasi, pigmentasi kulit meningkat sesuai dengan konsentrasi DHA.
- DHA bekerja melalui reaksi Maillard, di mana ia bereaksi dengan keratin pada permukaan kulit membentuk pigmen melanoidin yang terikat pada protein stratum korneum.
- Keunggulan BNC-DHA adalah tidak meninggalkan bau tidak sedap dan hilang bersamaan dengan proses pigmentasi kulit.
Potensi BNC-DHA untuk Terapi Vitiligo
DHA juga dapat diaplikasikan dalam terapi vitiligo, yaitu gangguan autoimun yang menyebabkan depigmentasi kulit. Aplikasi membran BNC-DHA dilakukan selama 15, 30, dan 60 menit pada pasien vitiligo. Hasil penelitian menunjukkan:
- Intensitas pigmentasi meningkat seiring tingginya konsentrasi DHA dan lamanya durasi aplikasi.
- Konsentrasi DHA 50 g/L selama 30 menit memberikan hasil optimal dalam meningkatkan pigmentasi kulit.
Uji Keamanan Kosmetik dan Skincare di IML Research
Jika Anda adalah produsen kosmetik atau skincare yang ingin memastikan keamanan dan efektivitas produk Anda, IML Research siap membantu! Lakukan uji laboratorium kosmetik dan skincare untuk memastikan produk Anda aman, efektif, dan sesuai dengan regulasi.
Tunggu update artikel selanjutnya untuk informasi lebih lanjut mengenai tren bahan biologi dalam kosmetik!
Referensi:
Almeida, T., Silvestre, A.J.D., Vilela, C., Freire, C.S.R. 2021. Bacterial Nanocellulose toward Green Cosmetics: Recent Progresses and Challenges. Int. J. Mol. Sci., 22, 2836. https://doi.org/10.3390/ijms22062836.
Oliveira, T.J., Segato, T.C.M., Machado, G.P., Grotto, D., Jozala, A.F. 2022. Evolution of Bacterial Cellulose in Cosmetic Applications: An Updated Systematic Review. Molecules, 27, 8341. https://doi.org/10.3390/molecules27238341.



