
Eksfoliasi Physical vs Chemical : Mana Eksfoliasi Yang Baik untuk Kulit Anda?

Apa itu Eksfoliasi?
Eksfoliasi wajah adalah proses pengelupasan atau pengangkatan sel kulit mati. Proses ini juga bertujuan untuk menghilangkan kotoran seperti debu, sisa makeup, dan sel kulit mati.
Sel kulit mati adalah sel-sel kulit yang sudah tidak aktif dan tidak lagi berfungsi sebagai bagian dari lapisan kulit hidup. Proses ini terjadi secara alami sebagai bagian dari regenerasi kulit, di mana tubuh secara berkala menggantikan sel-sel kulit yang tua atau rusak dengan sel-sel baru. Sebenarnya sel kulit mati akan luruh secara alami setiap 28-30 hari sekali. Namun ada beberapa faktor yang dapat menghambat terjadinya peluruhan dan mengakibatkan menumpuknya sel kulit mati. Akibatnya kulit akan terlihat kusam, kering, dan tidak dapat menyerap produk perawatan kulit dengan maksimal. Salah satu cara untuk mengangkat sel kulit mati yaitu eksfoliasi.Eksfoliasi wajah dapat dilakukan dengan dua cara yaitu eksfoliasi fisik dan eksfoliasi kimia.
Bagaimana Kerja Eksfoliasi Physical?
Eksfoliasi fisik merupakan metode pengangkatan sel-sel kulit mati yang dilakukan dengan menggunakan alat bantu untuk menggosok permukaan kulit. Alat-alat yang lazim digunakan meliputi spons, waslap, atau sikat wajah. Scrub juga termasuk dalam kategori eksfoliasi fisik, karena penggunaannya melibatkan gesekan langsung pada kulit. Namun, metode ini memiliki potensi menyebabkan iritasi, sehingga lebih dianjurkan untuk kulit normal dan berminyak.
Bagaimana Kerja Eksfoliasi Chemical?
Berbeda dengan eksfoliasi fisik, eksfoliasi kimia memanfaatkan bahan-bahan asam sebagai agen pengangkat sel kulit mati. Proses ini dinilai lebih lembut dibandingkan eksfoliasi fisik, sehingga cocok untuk semua jenis kulit, termasuk kulit sensitif atau yang rentan berjerawat. Eksfoliasi kimia umumnya menggunakan dua jenis asam, yaitu alpha-hydroxy acid (AHA) dan beta-hydroxy acid (BHA). Sifat asam dapat membantu proses eksfoliasi kulit karena kemampuannya untuk memecah atau melarutkan ikatan antar sel kulit mati di lapisan terluar kulit (stratum korneum). Asam bekerja efektif karena pH-nya lebih rendah dari pH alami kulit yaitu sekitar 4,7–5,5. Asam ini menurunkan pH kulit yang membantu meluruhkan sel kulit mati tanpa merusak lapisan kulit yang sehat.
Kelebihan dan Kekurang Eksfoliasi Physical dan Chemical
Terdapat kelebihan dan kekurangan tiap metode, hal tersebut menjadi pilihan yang disesuaikan dengan jenis kulit dan kebutuhannya. Keuntungan dari eksfoliasi fisik adalah proses yang mudah karena alat yang digunakan sederhana seperti scrub dan lap serta tidak membutuhkan keahlian khusus. Namun kurang tepat jika diperuntukan kepada orang berkulit sensitif karena eksfoliasi ini melibatkan proses gesekan yang cukup intens sehingga kulit yang tipis dan kering beresiko iritasi dan penipisan kulit. Ukuran partikel scrub yang makro tidak dapat menembus lapisan kulit sehingga kurang efektif untuk mengatasi masalah hiperpigmentasi atau pori tersumbat.
Dibalik itu terdapat keuntungan penggunaan eksfoliasi kimia antara lain mempercepat proses pergantian sel kulit. Zat asam dapat menembus lapisan kulit lebih dalam sehingga lebih efektif mengatasi permasalahan pigmentasi dan pori tersumbat. Minimnya gesekan fisik yang terjadi membuat kondisi kulit lebih aman dari iritasi. Konsentrasi asam yang digunakan juga harus sesuai agar tidak terjadi pengelupasan berlebih atau alergi. Namun penggunaan eksfoliasi kimia mengharuskan penggunanya terhindar dari sinar UV karena sel kulit baru yang sedang beregenerasi rentan terhadap sinar UV.
Dari beberapa poin yang telah dijabarkan, kedua metode ini dianggap efektif dalam mengatasi penumpukan sel kulit mati. Tetap diperhatikan resiko yang dapat dialami pengguna karena keduanya sama-sama memiliki keuntungan dan kekurangannya bergantung pada kondisi kulit. Gunakan metode yang paling aman dan minim resiko agar hasil yang diperoleh lebih maksimal.
Pengujian Lab Skincare untuk Produk Eksfoliasi
Pastikan produk eksfoliasi Anda aman dan efektif dengan uji lab skincare di IML Research. Pengujian lab skincare membantu memastikan kadar bahan aktif, potensi iritasi, dan keamanan formulasi, sehingga produk Anda dapat bekerja maksimal tanpa risiko bagi pengguna. Jangan biarkan ketidakpastian menghambat kualitas produk Anda, uji sekarang di IML Research dan pastikan produk Anda memenuhi standar!
Author: Delfi, Editor: Sabilla
Referensi:
Dewiadjie, S. A., Jelita, R. A. G., & Parwati, T. (2022). Efek terapi penggunaan AHA (alpha hydroxy acid) sebagai chemical exfoliating pada produk kosmetik. Acta Holist. Pharm., 4(1), 7–14.
Ghadage, P. K., Mahamuni, S. S., Kachare, D. S., & Kachare, M. D. (2021). Formulation and evaluation of herbal scrub using tamarind peel. Research Journal of Topical and Cosmetic Sciences, 12(1), 39-42.
Grajqevci-Kotori, M., & Kocinaj, A. (2015). Exfoliative Skin-peeling, Benefits from This Procedure and Our Experience. Medical archives (Sarajevo, Bosnia and Herzegovina), 69(6), 414–416. https://doi.org/10.5455/medarh.2015.69.414-416
Packianathan, N., & Kandasamy, R. (2011). Skin care with herbal exfoliants. Functional Plant Science and Biotechnology, 5(1), 94-97.



