DNA Salmon untuk Kulit Lebih Muda: Fakta atau Sekedar Tren?

Seiring bertambahnya usia, kulit akan mengalami penurunan elastisitas, munculnya flek hitam, atau bahkan kendur. Tanda-tanda penuaan tidak hanya dirasakan oleh orang yang berusia 30 tahun keatas, banyak faktor yang mempengaruhi hal ini terjadi lebih cepat dari yang seharusnya. Paparan kulit dipicu oleh stres oksidatif terhadap sinar UV, makan makanan berminyak, merokok, dan konsumsi gula tinggi dapat memicu percepatan penuaan dini. 

Salmon DNA, Inovasi Bahan Aktif Anti-Penuaan

Riset terkait bahan aktif yang berpotensi dalam pencegahan penuaan dini salah satunya salmon DNA. Kandungan ini mulai banyak digunakan dalam serum dan perawatan estetika karena diklaim memiliki efek anti-aging yang kuat. Salmon DNA atau yang dikenal sebagai polideoksiribonukleotida (PDRN) yang digunakan dalam skincare biasanya diekstrak dari sperma ikan salmon. 

Komponen utamanya adalah polinukleotida, yaitu rantai panjang DNA yang sangat mirip dengan DNA manusia dalam hal struktur dasar sehingga membuatnya mudah dikenali dan diterima oleh kulit. Hal yang membuat salmon DNA istimewa adalah sifat bioaktif dan biokompatibel-nya. DNA ini kaya akan nukleotida dan berfungsi sebagai bahan bangunan penting dalam proses regenerasi dan perbaikan sel. Proses ekstraksi dan pemurnian ini memiliki tingkat pemulihan diatas 95% yang menjadi jaminan tidak adanya reaksi imunologis atau kontaminasi peptida, protein, atau lipid. 

Manfaat DNA Salmon bagi Kulit

Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap penuaan kulit adalah akumulasi kerusakan DNA. Oleh karena itu, sintesis DNA sangat penting untuk menjaga homeostasis kulit. Paparan sinar UV berperan besar dalam menyebabkan kerusakan DNA. Sebuah studi menunjukkan bahwa kerusakan DNA akibat UV dapat memicu pelepasan MMP-1 (matrix metalloproteinase-1) namun MMP-1 dapat diinhibisi dengan keberadaan PDRN. 

Penggunaan PDRN dalam praktik klinis digunakan karena efek anti-inflamasi, anti-apoptosis, anti-osteoporosis, anti-melanogenesis, anti-alodinia, anti-osteonekrosis, regenerasi tulang, pencegahan kerusakan jaringan, anti-ulseratif, penyembuhan luka, dan pencegahan bekas luka telah terbukti. Kemampuan PDRN dalam merangsang angiogenesis (pembentukan pembuluh darah baru), aktivitas sel, sintesis kolagen, mengurangi inflamasi, mengatasi hiperpigmentasi, regenerasi jaringan lunak, serta revitalisasi dan persiapan kulit, PDRN menunjukkan potensinya sebagai agen anti-penuaan kulit yang menjanjikan.

Cara Kerja DNA Salmon dalam Menjaga Kesehatan Kulit

Cara kerja PDRN pada kulit yaitu dengan memperbaiki struktur kulit dari dalam. Salmon DNA akan merangsang sintesis kolagen dan elastin, yang merupakan protein utama dalam menjaga elastisitas kulit. Sifat antioksidannya juga membantu menetralisir radikal bebas yang berpotensi merusak sel kulit. Komponen utama salmon DNA yang dikenal sebagai polinukleotida bersifat higroskopis sehingga mudah menarik dan mengikat air. Hasilnya kulit akan terasa lembab dan menjaga elastisitas kulit. Tidak hanya bagi kulit, manfaat PDRN dapat dirasakan untuk meningkatkan ketebalan rambut. Studi yang dilakukan oleh Cho S, et al. menyatakan bahwa efek injeksi PDRN dengan Platelet-Rich Plasma (PRP) mengalami peningkatan ketebalan dan jumlah rambut.

Metode Aplikasi dan Keamanan Penggunaan DNA Salmon

Teknik penggunaan PDRN secara topikal pada kulit dapat dilakukan melalui beberapa metode, antara lain dengan cara dioleskan langsung maupun disuntikkan ke dalam lapisan kulit. Salah satu teknik yang efektif untuk meningkatkan penyerapan PDRN ke dalam dermis adalah microneedling, yaitu prosedur yang menggunakan jarum-jarum halus untuk menciptakan luka mikro pada kulit. Teknik ini membantu membuka jalur masuk bagi PDRN agar dapat terserap lebih dalam, sehingga memaksimalkan manfaatnya dalam regenerasi sel, stimulasi kolagen, dan perbaikan tekstur kulit.

Saat ini, produk yang mengandung PDRN telah tersedia dalam berbagai bentuk, mulai dari produk perawatan kulit harian seperti krim atau serum yang digunakan secara topikal, hingga serum khusus yang disuntikkan langsung ke dalam kulit oleh dokter, yang hanya dapat dilakukan di klinik dermatologi atau estetika bersertifikat. Penggunaan oleh tenaga medis profesional penting untuk menjamin efektivitas dan keamanan terapi. Efektivitas PDRN terhadap permasalahan kulit bergantung pada tiap kulit individu, konsentrasi zat dan periode penggunaannya perlu dikonsultasikan dan diawasi oleh dokter kulit guna memastikan keamanannya. 

Baca juga:
3 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Meluncurkan Produk Kosmetik

Untuk memastikan kualitas dan efektivitas bahan aktif Salmon DNA, diperlukan uji laboratorium yang akurat dan terstandar. Melalui uji kadar bahan aktif, laboratorium dapat mengetahui konsentrasi sebenarnya dari polinukleotida (PDRN) yang terkandung dalam produk. Hasil uji ini menjadi dasar penting untuk menilai keamanan, stabilitas, serta kemampuan bahan aktif dalam memberikan manfaat anti-aging pada kulit serta izin edar produk tersebut.

Referensi:

Aawrish Khan et al. 2022. Polydeoxyribonucleotide: A promising skin anti-aging agent. Chinese Journal of Plastic and Reconstructive Surgery. Vol 4 (4). Pp :187-193.

Cho S, Zheng Z, Kang J, et al. 2016. Therapeutic efficacy of 1,927-nm fractionated thulium laser energy and polydeoxyribonucleotide on pattern hair loss. Med Lasers. Vol. 5(1):22–28. https://doi.org/10.25289/ml.2016.5.1.22.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi kami untuk informasi yang Anda perlukan.

Silakan konsultasikan kebutuhan pengujian produk Anda dengan tim ahli kami secara gratis.

Formulir Kontak