Bahaya Kolesterol Tinggi dan Cara Mengendalikannya

Kolesterol tinggi sering kali tidak menunjukkan gejala di awal, namun dapat berkembang menjadi masalah kesehatan serius jika tidak dikendalikan. Gaya hidup yang kurang sehat, pola makan tinggi lemak, hingga kurangnya aktivitas fisik menjadi faktor yang berperan dalam peningkatan kadar kolesterol.

Lalu, seberapa besar dampaknya bagi tubuh dan bagaimana cara mengelolanya dengan tepat?

Daftar Isi :

Apa itu Kolesterol?

Kolesterol merupakan zat lemak yang secara alami terdapat di dalam tubuh dan memiliki peran penting bagi kesehatan. Zat ini membantu membentuk dinding sel sehingga sel dapat berfungsi dengan baik.

Selain itu kolesterol juga diperlukan tubuh untuk memproduksi beberapa zat penting, seperti vitamin D, hormon steroid, dan hormon seks seperti testosteron, estrogen, serta progesteron. Kolesterol juga menjadi bagian dari garam empedu yang berperan dalam proses pencernaan dengan membantu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak, yaitu vitamin A, D, E, dan K.

Kolesterol tidak dapat larut dalam darah sehingga zat ini dibawa oleh partikel khusus yang disebut lipoprotein. Lipoprotein adalah partikel gabungan lemak dan protein.

Kolesterol dan trigliserida merupakan dua jenis lemak yang ditemukan dalam lipoprotein. Terdapat 5 jenis lipoprotein utama yaitu HDL (high-density lipoprotein), LDL (low-density lipoprotein), VLDL (very low-density lipoproteins), IDL (intermediate-density lipoproteins), dan kilomikron.

HDL sering disebut sebagai kolesterol baik yang berfungsi membawa kolesterol dari berbagai bagian tubuh. Sedangkan LDL dikenal sebagai kolesterol jahat. 

Apa yang Terjadi Apabila Kadar Kolesterol Terlalu Tinggi?

Walaupun kolesterol dibutuhkan oleh tubuh, kadar kolesterol yang terlalu tinggi dapat menimbulkan masalah kesehatan. Salah satu yang terjadi adalah meningkatnya kadar kolesterol LDL.

Jika LDL terlalu tinggi, ia dapat meningkatkan risiko terbentuknya plak pada pembuluh darah. Proses terbentuknya plak pada pembuluh darah dimulai dari kerusakan pada lapisan dalam pembuluh darah yang memungkinkan LDL masuk dan terperangkap.

Selanjutnya, LDL mengalami perubahan dan dimakan oleh sel imun (makrofag), sehingga terbentuk sel busa. Penumpukan sel busa ini menjadi awal terbentuknya plak di dalam pembuluh darah. Plak ini dapat menyempitkan pembuluh darah dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan lain sebagainya. 

Gejala Kolesterol Tinggi 

Kolesterol tinggi tidak menimbulkan gejala yang jelas pada banyak kasus sehingga sering disebut sebagai silent condition. Banyak orang baru menyadari kadar kolesterolnya tinggi setelah melakukan pemeriksaan darah atau ketika sudah muncul komplikasi.

Namun, pada beberapa orang dapat muncul gejala seperti nyeri di tengkuk atau bahu, mudah lelah, kesemutan pada tangan atau kaki, pusing, dan sakit kepala. Tanda fisik spesifik yang dapat terlihat pada sebagian orang diantaranya benjolan kecil berwarna kekuningan di bawah kulit, bercak kuning di sekitar kelopak mata, dan lingkaran putih pada kornea mata.

Berapa Kadar Kolesterol Normal?

Kadar kolesterol normal bervariasi berdasarkan usia, etnis, dan jenis kelamin. Namun, secara umum, kadar kolesterol yang dikatakan normal sebagai berikut : 

  • Kolesterol total : di bawah 200
  • Kolesterol LDL : di bawah 100
  • Kolesterol VLDL : di bawah 30
  • Kolesterol HDL : 40–80 (pria), 50–80 (wanita)

Cara Mengendalikan Kolesterol Tinggi

Mengendalikan kadar kolesterol dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat. Salah satu langkah utama adalah menjaga pola makan dengan mengurangi makanan yang tinggi lemak jenuh dan memperbanyak konsumsi sayur, buah, serta makanan yang mengandung serat.

Selain itu, melakukan aktivitas fisik secara teratur seperti berjalan kaki, bersepeda, atau olahraga ringan dapat meningkatkan HDL (kolesterol baik). Menghentikan kebiasaan merokok serta menjaga berat badan tetap ideal juga penting untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Dalam beberapa kasus, perubahan gaya hidup belum cukup untuk menurunkan kadar kolesterol. Jika hal ini terjadi, dokter akan memberikan obat penurun kolesterol seperti statin.

Jika statin tidak bekerja efektif, terdapat obat lain seperti, ezetimibe, fibrat, asam bempedoat. Terdapat juga obat injeksi seperti alirocumab, evolucumab, dan inclisiran. 

Mulai Kendalikan Kolesterol Sebelum Terlambat

Jangan tunggu sampai kolesterol tinggi berdampak serius pada kesehatan Anda. Kenali risikonya sejak dini dan mulai kendalikan dengan langkah yang tepat.

Perubahan kecil hari ini bisa membantu mencegah komplikasi besar di masa depan. Pastikan juga produk kesehatan yang Anda gunakan telah teruji keamanan dan efektivitasnya konsultasikan kebutuhan pengujian Anda bersama IML Testing and Research sekarang juga.

Author : Jihan
Editor : Alphi

Referensi

Huff T, Boyd B, Jialal I. Physiology, Cholesterol.
Cleveland Clinic. (2022). Lipoproteins.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi kami untuk informasi yang Anda perlukan.

Silakan konsultasikan kebutuhan pengujian produk Anda dengan tim ahli kami secara gratis.

Formulir Kontak