Cara Kerja Fungisida Sistemik: Pengertian, Mekanisme, dan Cara Penggunaannya Yang Tepat

Fungisida merupakan salah satu jenis pestisida yang digunakan untuk mengendalikan penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur atau organisme mirip jamur. Berdasarkan cara kerjanya, fungisida dapat dibedakan menjadi fungisida kontak dan fungisida sistemik.

Cara kerja fungisida sistemik memiliki karakteristik yang berbeda karena bahan aktifnya dapat diserap oleh jaringan tanaman dan bergerak di dalam tanaman. Pemahaman mengenai mekanisme fungisida sistemik penting bagi petani, praktisi pertanian, maupun pengguna pestisida agar aplikasi dapat dilakukan secara tepat dan efektif.

Daftar Isi:

Apa Itu Fungisida Sistemik?

Fungisida sistemik adalah fungisida yang setelah diaplikasikan dapat diserap oleh tanaman melalui permukaan daun, batang, atau akar. Setelah masuk ke jaringan tanaman, bahan aktif tertentu dapat ditranslokasikan melalui sistem pengangkutan tanaman.

Berbeda dengan fungisida kontak yang terutama bekerja pada permukaan tanaman, jenis sistemik dapat memberikan perlindungan pada jaringan tanaman yang tidak langsung terkena semprotan. Namun, tingkat penyerapan dan pergerakannya sangat bergantung pada bahan aktif, formulasi, jenis tanaman, serta kondisi lingkungan.

Bagaimana Cara Kerja Fungisida Sistemik?

Secara umum, cara kerja jenis fungisida ini dimulai ketika bahan aktif mencapai permukaan tanaman dan kemudian masuk melalui jaringan. Setelah diserap, bahan aktif dapat mencapai lokasi target di dalam tanaman.

Pada tingkat sel, fungisida ini bekerja dengan mengganggu proses biologis penting yang diperlukan untuk pertumbuhan atau perkembangan patogen. Target kerjanya dapat berbeda-beda tergantung bahan aktif.

Beberapa fungisida menghambat pembentukan komponen penting pada sel jamur, sementara bahan aktif lainnya mengganggu produksi energi, pembentukan membran sel, pembelahan sel, atau proses metabolisme tertentu. Gangguan tersebut dapat menyebabkan pertumbuhan jamur terhambat, pembentukan spora berkurang, atau perkembangan penyakit menjadi lebih lambat.

Fungisida Sistemik untuk Pencegahan dan Pengendalian

Fungisida sistemik dapat digunakan untuk perlindungan tanaman sebelum infeksi terjadi maupun untuk membantu mengendalikan penyakit pada tahap awal. Efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh waktu aplikasi.

Aplikasi yang dilakukan ketika penyakit masih berada pada tahap awal umumnya lebih efektif dibandingkan menunggu penyakit berkembang parah. Oleh karena itu, penggunaan fungisida sebaiknya menjadi bagian dari strategi pengendalian penyakit tanaman terpadu, bukan satu-satunya metode pengendalian.

Selain penggunaan fungisida, pengelolaan sanitasi lahan, penggunaan varietas yang sesuai, pengaturan kelembapan, pemusnahan bagian tanaman yang terinfeksi, dan pemantauan penyakit juga dapat membantu mengurangi perkembangan patogen.

Kelebihan Fungisida Sistemik

Salah satu keunggulan fungisida sistemik adalah kemampuannya untuk masuk ke jaringan tanaman. Karakteristik ini dapat memberikan perlindungan yang lebih luas dibandingkan fungisida yang hanya berada di permukaan.

Beberapa fungisida sistemik juga memiliki aktivitas tertentu terhadap perkembangan patogen setelah proses infeksi dimulai. Namun, kemampuan tersebut berbeda untuk setiap bahan aktif sehingga pengguna harus memperhatikan informasi pada label produk.

Risiko Resistensi Fungisida

Penggunaan fungisida sistemik secara berulang dengan bahan aktif atau mekanisme kerja yang sama dapat meningkatkan risiko berkembangnya resistensi fungisida pada populasi patogen. Untuk mengurangi risiko tersebut, penggunaan fungisida perlu dilakukan berdasarkan prinsip manajemen resistensi.

Salah satunya adalah melakukan rotasi atau kombinasi bahan aktif dengan mekanisme kerja yang berbeda sesuai rekomendasi dan label produk. Penggunaan dosis yang tepat juga penting. Dosis yang lebih tinggi tidak selalu menghasilkan pengendalian yang lebih baik dan dapat meningkatkan risiko dampak terhadap lingkungan maupun organisme non-target.

Kesimpulan

Cara kerja fungisida sistemik pada dasarnya melibatkan penyerapan bahan aktif oleh tanaman, translokasi ke jaringan tertentu, kemudian gangguan terhadap proses biologis penting pada patogen. Mekanisme tersebut membuat fungisida sistemik berbeda dari fungisida kontak yang terutama bekerja pada permukaan tanaman.

Pemilihan produk, waktu aplikasi, dosis, dan mekanisme kerja harus diperhatikan untuk memperoleh hasil pengendalian yang optimal. Penggunaan fungisida secara bijaksana dan penerapan manajemen resistensi juga penting untuk mempertahankan efektivitas fungisida dalam jangka panjang.

Uji Efektivitas Fungisida Bersama IML Research

Memahami cara kerja fungisida sistemik merupakan langkah awal, tetapi mengetahui seberapa efektif suatu produk dalam mengendalikan patogen membutuhkan data pengujian yang objektif dan terukur. Pengujian efektivitas dapat membantu mendukung pengembangan produk, evaluasi performa bahan aktif, serta memastikan klaim efektivitas memiliki dasar data yang kuat.

IML Research menyediakan layanan pengujian untuk membantu mengevaluasi efektivitas fungisida melalui metode pengujian yang sesuai dengan kebutuhan penelitian dan pengembangan produk. Jangan hanya mengandalkan asumsi mengenai efektivitas fungisida.

Pastikan performa produk Anda didukung oleh data pengujian yang dapat dipertanggungjawabkan. Konsultasikan kebutuhan pengujian fungisida Anda bersama IML Research dan dapatkan dukungan pengujian untuk membantu proses evaluasi serta pengembangan produk.

Hubungi IML Research sekarang untuk mendiskusikan kebutuhan pengujian fungisida Anda dan mulai lakukan pengujian secara tepat, objektif, dan terukur.

Author: Indah
Editor: Lina

Referensi

Brent, K. J., & Hollomon, D. W. (2007). Fungicide Resistance: The Assessment of Risk. FRAC Monograph No. 2. Fungicide Resistance Action Committee.

McGrath, M. T. (2004). What are fungicides? The Plant Health Instructor. American Phytopathological Society.

FRAC. (2025). FRAC Code List: Fungicides Sorted by Mode of Action. Fungicide Resistance Action Committee.

Lucas, J. A. (2017). Fungicide Resistance: Managing Risks and Making the Most of Tools Available Today. In: Advances in Applied Microbiology.

Share your love

Hubungi kami untuk informasi yang Anda perlukan.

Silakan konsultasikan kebutuhan pengujian produk Anda dengan tim ahli kami secara gratis.

Formulir Kontak