Bagaimana Spektrofotometer UV Vis Dalam Menentukan Kadar Suatu Senyawa? 

Spektrofotometer UV Vis merupakan instrumen analitik yang digunakan untuk mengukur interaksi antara radiasi ultraviolet dan cahaya tampak dengan suatu sampel. Dalam pengujian kuantitatif, instrumen ini dapat menghasilkan nilai absorbansi yang kemudian digunakan untuk menentukan konsentrasi atau kadar senyawa dalam sampel.

Metode spektrofotometri UV Vis banyak digunakan dalam analisis kimia karena proses pengukurannya relatif cepat dan dapat diterapkan pada berbagai jenis sampel apabila senyawa target memiliki karakteristik yang sesuai dengan metode analisis.

Lalu, bagaimana sebenarnya cahaya dapat berubah menjadi angka kadar? Apa hubungan antara absorbansi dan konsentrasi? Dan faktor apa saja yang dapat memengaruhi hasil uji?

Daftar Isi:

Mengenal Prinsip Kerja Spektrofotometer UV Vis dalam Analisis Kimia 

Ketika suatu senyawa menyerap radiasi pada panjang gelombang tertentu, instrumen mengukur perubahan intensitas cahaya tersebut. Hasil pengukuran kemudian ditampilkan sebagai nilai absorbansi atau transmitansi.

Pada instrumen spektrofotometer UV Vis modern, komponen utamanya meliputi sumber radiasi, sistem pemilih panjang gelombang seperti monokromator, tempat sampel, dan detektor. Detektor berfungsi menangkap radiasi yang melewati sampel dan mengubahnya menjadi sinyal yang dapat diproses oleh instrumen.

Karena setiap senyawa memiliki karakteristik penyerapan cahaya yang berbeda, pemilihan panjang gelombang merupakan bagian penting dalam metode analisis. Pada pengujian tertentu, panjang gelombang maksimum atau λmax dapat dipilih karena memberikan respons yang lebih tinggi terhadap senyawa target.

Dari Nilai Absorbansi hingga Kadar Senyawa: Bagaimana Prosesnya? 

Ketika suatu senyawa menyerap radiasi pada panjang gelombang tertentu, instrumen mengukur perubahan intensitas cahaya tersebut. Hasil pengukuran kemudian ditampilkan sebagai nilai absorbansi atau transmitansi.

Pada instrumen spektrofotometer UV Vis modern, komponen utamanya meliputi sumber radiasi, sistem pemilih panjang gelombang seperti monokromator, tempat sampel, dan detektor. Detektor berfungsi menangkap radiasi yang melewati sampel dan mengubahnya menjadi sinyal yang dapat diproses oleh instrumen.

Karena setiap senyawa memiliki karakteristik penyerapan cahaya yang berbeda, pemilihan panjang gelombang merupakan bagian penting dalam metode analisis. Pada pengujian tertentu, panjang gelombang maksimum atau λmax dapat dipilih karena memberikan respons yang lebih tinggi terhadap senyawa target.

Senyawa Apa Saja yang Dapat Dianalisis dengan UV Vis? 

Dalam pengujian bahan aktif, spektrofotometer UV Vis dapat digunakan untuk menentukan kadar suatu senyawa apabila senyawa tersebut memberikan respons absorbansi yang sesuai dan metode analisisnya telah ditetapkan. Dalam bidang farmasi, spektrofotometer UV Vis juga dapat digunakan sebagai salah satu pendekatan analitik untuk pengujian kuantitatif maupun identifikasi tambahan, tergantung pada karakteristik senyawa dan metode yang digunakan.

USP memasukkan spektroskopi UV Vis sebagai salah satu teknik analitik yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan pengujian farmakope. Selain itu, beberapa senyawa yang tidak memberikan respons yang cukup kuat atau selektif pada pengukuran langsung dapat dianalisis melalui reaksi pembentukan warna.

Pada pendekatan tersebut, analit direaksikan dengan pereaksi tertentu sehingga menghasilkan senyawa berwarna yang kemudian dapat diukur menggunakan spektrofotometer UV Vis. Metode seperti ini dikenal sebagai metode kolorimetri dan dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan pengukuran terhadap analit tertentu.

Faktor yang Mempengaruhi Akurasi Uji Kadar dengan UV Vis 

Preparasi sampel juga memiliki peran penting. Kesalahan dalam penimbangan, pelarutan, ekstraksi, homogenisasi, atau pengenceran dapat menyebabkan konsentrasi larutan yang diukur tidak sesuai dengan perhitungan.

Kesalahan tersebut dapat terbawa hingga tahap perhitungan dan akhirnya memengaruhi nilai kadar yang dilaporkan. Selain preparasi, kondisi kuvet juga dapat memengaruhi hasil pengukuran.

Kuvet yang kotor, tergores, memiliki gelembung udara, atau tidak ditempatkan secara konsisten dapat menyebabkan perubahan pada transmisi cahaya dan menghasilkan variasi absorbansi. Oleh karena itu, kebersihan dan kondisi kuvet perlu diperhatikan selama proses analisis.

Penggunaan blanko juga penting dalam pengujian spektrofotometer UV Vis. Blanko digunakan untuk memperhitungkan absorbansi yang berasal dari pelarut, pereaksi, atau komponen lain yang bukan berasal dari analit target.

Pemilihan blanko yang sesuai membantu memastikan bahwa respons yang diperoleh lebih merepresentasikan analit yang ingin diukur. ICH Q2(R2) menjelaskan bahwa karakteristik kinerja metode analitik perlu dievaluasi sesuai tujuan penggunaannya.

Parameter yang relevan dapat mencakup selektivitas atau spesifisitas, akurasi, presisi, rentang, dan respons. Hal ini menunjukkan bahwa keandalan hasil uji tidak hanya ditentukan oleh instrumen yang digunakan, tetapi juga oleh metode analisis secara keseluruhan. 

Jangan Pertaruhkan Kualitas Produk Anda dengan Pengujian Asal-asalan!

Kesalahan sedikit saja dalam menentukan kadar senyawa atau bahan aktif bisa merusak stabilitas formulasi, menghancurkan reputasi brand, hingga berujung pada penolakan izin edar. Pastikan akurasi absolut dari bahan baku dan produk jadi Anda dengan layanan Spektrofotometri UV-Vis berteknologi mutakhir di IML Testing and Research.

Jadwal produksi Anda terlalu berharga untuk dihambat oleh hasil uji yang tidak valid. Amankan standar kualitas produk Anda sekarang juga! Hubungi tim ahli kami hari ini untuk prioritas pengujian sampel Anda.

Author: Elmira
Editor: Lina

Daftar Pustaka 

International Council for Harmonisation of Technical Requirements for Pharmaceuticals for Human Use. (2023). ICH Q2(R2): Validation of analytical procedures. ICH Q2(R2) Guideline

National Institute of Standards and Technology. (2023). UV Vis spectroscopy protocol. NIST UV Vis Spectroscopy Protocol

National Institute of Standards and Technology. (n.d.). Spectrophotometry. NIST Spectrophotometry

United States Pharmacopeia. (2022). General chapter <857>: Ultraviolet-visible spectroscopy. USP-NF. USP General Chapter <857>

United States Pharmacopeia. (2022). General chapter <1857>: Ultraviolet-visible spectroscopy—Theory and practice. USP-NF. USP General Chapter <1857>

Share your love

Hubungi kami untuk informasi yang Anda perlukan.

Silakan konsultasikan kebutuhan pengujian produk Anda dengan tim ahli kami secara gratis.

Formulir Kontak