
Apa yang Sebenarnya Diukur HPLC? Mengenal Uji Kadar Senyawa dalam Produk

HPLC merupakan teknik analisis yang dapat digunakan untuk memisahkan komponen dalam suatu campuran, kemudian membantu mengidentifikasi dan menentukan jumlah atau kadar komponen tersebut. Karena memiliki kemampuan pemisahan yang baik dan dapat dikombinasikan dengan berbagai jenis detektor, digunakan dalam berbagai bidang, termasuk analisis farmasi, pangan, penelitian, dan pengujian kualitas produk.
Lalu, apa sebenarnya yang diukur oleh HPLC? Apakah instrumen tersebut langsung membaca kadar suatu bahan? Atau ada proses lain sebelum angka kadar diperoleh? Mari memahami prosesnya.
Daftar Isi:
- Mengenal Metode HPLC untuk Uji Kadar
- Senyawa Apa Saja yang Dapat Dianalisis dengan HPLC?
- Mengapa Uji Kadar dengan HPLC Penting untuk Menjamin Kualitas Produk?
Mengenal Metode HPLC untuk Uji Kadar
Secara sederhana, HPLC bekerja dengan cara memisahkan senyawa yang terdapat dalam sampel berdasarkan interaksinya dengan fase diam dan fase gerak. Sampel yang telah dipersiapkan akan dibawa oleh fase gerak melewati kolom kromatografi.
Setiap senyawa dapat berinteraksi secara berbeda dengan fase diam sehingga keluar dari kolom pada waktu yang berbeda. Waktu ketika suatu senyawa keluar dari kolom disebut retention time.
Sinyal dari senyawa yang terdeteksi kemudian ditampilkan dalam bentuk kromatogram berupa peak. Prinsip dasar kromatografi adalah distribusi komponen sampel antara fase diam dan fase gerak, dengan mekanisme pemisahan yang dapat melibatkan adsorpsi, partisi, pertukaran ion, maupun perbedaan sifat fisikokimia lainnya.
Namun, HPLC tidak sekadar menghasilkan gambar kromatogram. Untuk uji kadar atau assay, respons detektor yang diperoleh dari senyawa target digunakan untuk menentukan konsentrasi melalui metode kuantifikasi yang sesuai, misalnya menggunakan kurva kalibrasi atau perbandingan terhadap standar.
Baca Juga:
Penting! Apakah Senyawa Polimer Bisa Diuji dengan HPLC? Ini Penjelasan dan Batasannya
Senyawa Apa Saja yang Dapat Dianalisis dengan HPLC?
Dalam pengujian produk, HPLC dapat digunakan untuk menganalisis berbagai kelompok senyawa, misalnya:
1. Bahan aktif farmasi
Banyak digunakan untuk menentukan kadar bahan aktif dalam produk farmasi sekaligus membantu mengevaluasi impuritas dan produk degradasinya.
2. Bahan aktif kosmetik
Berbagai senyawa yang digunakan dalam produk kosmetik dapat dianalisis menggunakan HPLC apabila karakteristik senyawa dan metode analisisnya sesuai. Pengujian dapat dilakukan untuk mengetahui apakah kadar bahan aktif berada pada konsentrasi yang ditargetkan.
3. Senyawa dalam produk pangan
Digunakan dalam analisis pangan untuk berbagai komponen, termasuk senyawa bioaktif dan komponen tertentu yang membutuhkan pemisahan sebelum kuantifikasi. Literatur menunjukkan penggunaan yang luas dalam analisis pangan dan penentuan senyawa pada konsentrasi rendah.
4. Impuritas dan produk degradasi
Selain mencari berapa banyak senyawa utama yang terdapat dalam sampel, dapat digunakan untuk melihat komponen lain yang muncul dalam kromatogram. Dalam pengembangan dan pengawasan mutu produk farmasi, analisis kromatografi dapat digunakan untuk memantau impuritas maupun produk degradasi.
Pemilihan detektor juga penting. Tidak semua senyawa memberikan respons yang sama terhadap detektor tertentu.
Jenis detektor yang digunakan perlu disesuaikan dengan karakteristik senyawa, matriks sampel, kebutuhan sensitivitas, dan tujuan pengujian.
Mengapa Uji Kadar dengan HPLC Penting untuk Menjamin Kualitas Produk?
Bayangkan sebuah produk memiliki bahan aktif yang tercantum pada label. Tanpa pengujian analitik, keberadaan klaim tersebut tidak otomatis memberikan informasi mengenai berapa sebenarnya kadar senyawa yang terdapat dalam produk.
Pengujian kadar dapat memberikan data kuantitatif yang dapat digunakan untuk membandingkan kandungan suatu senyawa dengan spesifikasi atau persyaratan yang telah ditetapkan. Dalam konteks pengawasan mutu, data analisis dapat membantu laboratorium dan produsen mengevaluasi konsistensi bahan baku maupun produk jadi.
HPLC juga memiliki keunggulan berupa kemampuan memisahkan senyawa sebelum dideteksi. Hal ini menjadi penting terutama ketika sampel memiliki matriks kompleks dan terdapat beberapa komponen yang berpotensi mengganggu pengukuran.
Literatur analitik menunjukkan bahwa HPLC digunakan secara luas untuk pemisahan, identifikasi, dan kuantifikasi berbagai senyawa dalam matriks kompleks.
Jangan Ambil Risiko dengan Formulasi Produk Anda!
Klaim bahan aktif yang meleset atau tidak akurat bisa berujung pada penarikan produk masal (recall) hingga ditolaknya izin edar BPOM. Pastikan persentase senyawa dalam produk Anda 100% presisi dan dapat dipertanggungjawabkan dengan layanan pengujian HPLC berstandar internasional dari IML Testing and Research.
Waktu peluncuran produk Anda sangat berharga. Amankan kualitasnya sekarang juga! Hubungi tim ahli kami hari ini untuk mendapatkan penawaran eksklusif dan jadwalkan pengujian sampel Anda tanpa menunda lagi.
Author: Elmira
Editor: Lina
Daftar Pustaka
International Council for Harmonisation of Technical Requirements for Pharmaceuticals for Human Use. (2023). ICH Q2(R2): Validation of analytical procedures. ICH Official Document
United States Pharmacopeia. (n.d.). <621> Chromatography. In USP–NF. USP <621> Chromatography
Bober-Majnusz, K., et al. (2026). Chromatography and spectrometry in food safety and pharmaceutical analysis. [Nama jurnal].
Mahdi, A., et al. (2025). Biopharmaceutical analysis by HPLC: Practices and challenges. [Nama jurnal].
Zacharis, C. K. (2009). High performance liquid chromatography in pharmaceutical analysis. Journal of Chromatographic Science, 47(8), 694–699.



