
Rahasia Superbug: Bagaimana Mikroba Menjadi Kebal terhadap Antibiotik?

- Proses terjadinya Mikroba Resistensi
- Cara Mengatasi dan Mengobati Resistensi
- Obat dari India yang Ampuh Melawan Bakteri Superbugs
Superbugs adalah istilah yang menerangkan bakteri, virus, atau jamur yang telah mengembangkan resistensi terhadap berbagai jenis antibiotik. Mikroba ini membawa infeksi yang sulit atau bahkan tidak bisa diobati dengan obat-obatan yang tersedia. Penyebaran mikroba superbug memicu respon imun yang berlebihan pada tubuh kita, yang disebut sebagai sepsis. Sepsis bisa menyebabkan kegagalan organ bahkan kematian. Di UK diketahui terdapat puluhan ribu orang meninggal akibat sepsis pada setiap tahunnya.
Proses terjadinya Mikroba Resistensi
Perkembangan superbugs (resistensi mikroba terhadap antibiotik) terjadi dikarenakan beberapa hal, utamanya adalah penggunaan berlebih atau ketidaksesuaian dalam menggunakan antibiotik. Mengonsumsi antibiotik yang sering atau tidak sesuai kebutuhan, menyebabkan terjadinya seleksi alam terhadap strain yang resisten. Artinya, mikroba yang resisten terhadap antibiotik dapat bertahan hidup, berkembang biak, dan akan mewariskan gen resistensi ke generasi berikutnya, sementara mikroba yang rentan akan mati.
Sehingga populasi mikroba superbugs akan meningkat. Mikroba patogen inilah tidak lagi merespon pengobatan standard karena telah terpapar oleh agen antibiotik. Penyebab mikroba superbugs lainnya adalah pemberian antibiotik berlebih pada hewan ternak, bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan, namun mengakibatkan berkembangnya strain resisten, lalu transfer ke manusia melalui makanan yang dikonsumsi.
Manusia dengan sistem imun yang lemah atau memiliki penyakit tertentu (diabetes, HIV, atau COVID-19) memiliki risiko tinggi terhadap infeksi yang disebabkan oleh mikroba resisten. Mutasi genetik juga merupakan salah satu mekanisme terjadinya resistensi. Secara alami, mikroba mengalami mutasi genetik untuk membantu mereka supaya bertahan hidup terhadap paparan antibiotik. Penyebaran resistensi melalui horizontal gene transfer merupakan cara penyebaran resistensi yang sangat cepat.
Cara Mengatasi dan Mengobati Resistensi
Salah satu pendekatan efektif untuk mengatasi resistensi antibiotik adalah terapi kombinasi, yang melibatkan penggunaan dua atau lebih obat secara bersamaan. Strategi ini meningkatkan efektivitas pengobatan, mengurangi kemungkinan resistensi, dan menargetkan beberapa mekanisme bakteri sekaligus untuk lebih detail nya sebagai berikut:
- Meningkatkan efektivitas berarti efek gabungan beberapa obat dapat menciptakan dampak yang lebih kuat terhadap bakteri. Misalnya, amoksisilin sering dikombinasikan dengan asam klavulanat, yang menghambat enzim beta-laktamase yang diproduksi oleh bakteri resisten, sehingga amoksisilin tetap efektif.
- Mengurangi risiko resistensi berarti jika bakteri menjadi resisten terhadap satu obat, obat lain dalam kombinasi tersebut masih dapat bekerja, mencegah pertumbuhan bakteri.
- Menargetkan beberapa mekanisme bakteri berarti beberapa obat kombinasi menyerang bakteri dari berbagai sudut, sehingga mempersulit mereka untuk mengembangkan resistensi. Contohnya adalah trimetoprim dan sulfametoksazol, yang bekerja sama untuk memblokir berbagai jalur dalam metabolisme folat, sehingga efektif mengobati infeksi saluran kemih.
Obat dari India yang Ampuh Melawan Bakteri Superbugs
Menurut jurnal medis The Lancet, pada 2021, superbug yang resisten terhadap antibiotik menyebabkan 1,14 juta kematian di seluruh dunia. Antibiotik pun tidak mampu bekerja pada sebagian besar kasus tersebut. India adalah salah satu negara yang paling terkena dampak resistensi antimikroba. Pada 2019, dilaporkan bahwa infeksi yang resisten terhadap antibiotik menyebabkan 300.000 kematian.
Baca juga:
Bahaya Resistensi Antibiotik! Pentingnya Mengikuti Anjuran Dosis Dokter
Setiap tahunnya, hampir 60.000 bayi baru lahir meninggal akibat infeksi yang tidak dapat diobati dengan antibiotik yang tersedia. Namun, India mengembangkan obat baru lokal yang menunjukkan adanya potensi dalam melawan patogen yang resisten terhadap antibiotik dan menjadi solusi untuk mempertahankan efektivitas pengobatan terakhir. Terdapat antibiotik generasi baru dari India yang telah disetujui oleh FDA.
Antibiotik ini adalah Enmetazobactam, yang dikembangkan oleh perusahaan Chennai, Orchid Pharma. Enmetazobactam menjadi antibiotik pertama yang ditemukan di India dan disetujui oleh FDA. Obat ini digunakan untuk mengobati infeksi saluran kemih parah, pneumonia, bakteri, dan infeksi aliran darah dengan menargetkan mekanisme pertahanan bakteri, bukan bakterinya sendiri.
Bakteri menghasilkan enzim beta-laktamase untuk menghancurkan antibiotik. Obat ini bekerja dengan mengikat enzim tersebut dan menetralkannya sehingga antibiotik tetap bisa membunuh bakteri dengan efektif. Prinsip kerja obat ini adalah melumpuhkan “senjata” bakteri tanpa mudah memicu resistensi.
Ujar Dr. Maneesh Paul, “Dalam uji klinis, obat ini terbukti mampu melawan bakteri yang terus berevolusi selama bertahun-tahun”. Paparan antibiotik berlebih pada hewan ternak juga menyumbang munculnya strain superbugs yang berpindah ke manusia melalui rantai makanan. Uji biologi molekuler di laboratorium menjadi kunci untuk menelusuri asal-usul resistensi dan mencegah penyebarannya lintas spesies.
Referensi:
Antibiotic Research UK. 2025. Superbugs. Tersedia: https://www.antibioticresearch.org.uk/about-antibiotic-resistance/bacterial-infections/superbugs/, diakses pada 12 Febuari 2025.
Biswas, Soutik. 2025. India's ‘blockbuster' drugs to take on deadly superbugs. Tersedia: https://www.bbc.com/news/articles/c80vrjkkrero, diakses pada 13 Febuari 2025.
Indriati, M. dan Yuniarsih, E. 2019. Multiplex PCR Method of Detecting Pork to Guarantee Halal Status in Meat Processed Products. Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan, vol. 7(3): 96-101.



