
Mengungkap Bahaya Cemaran Nitrosamin yang Menghantui Produk Obat!

- Bagaimana Nitrosamin Bisa Terbentuk dalam Produk Obat?
- Faktor yang Menyebabkan Munculnya Cemaran Nitrosamin
- Panduan Evaluasi Nitrosamin Berdasarkan Rekomendasi FDA
Berdasarkan laporan dari Food and Drug Administration (FDA) telah ditemukan cemaran nitrosamin yang melebihi batas dosis harian pada sejumlah obat. Cemaran tersebut ditemukan pada obat losartan dan valsartan yang digunakan untuk mengatasi hipertensi, pada obat metformin yang digunakan untuk mengatasi diabetes, pada obat ranitidin untuk mengatasi masalah tukak lambung, pada antibiotik rifampin, dan obat vareniklin untuk membantu kecanduan terhadap rokok. Kandungan nitrosamin yang melebihi batas dosis harian tersebut diketahui dapat meningkatkan risiko kanker.
Bagaimana Nitrosamin Bisa Terbentuk dalam Produk Obat?
Jika dilihat dari struktur kimianya kelompok senyawa nitrosamin mengandung gugus nitroso (-NO) yang terikat dengan gugus amina (NR₂). Kelompok senyawa ini dapat terbentuk melalui reaksi nitrosasi antara amina sekunder, tersier, atau kuartener dengan asam nitrit. Beberapa senyawa nitrosamin yang umum ditemukan dalam bahan aktif obat, di antaranya :
- N-nitrosodimetilamina (NDMA)
- N-nitrosodietilamina (NDEA)
- N-nitrosometilfenilamina (NMPA)
- N-nitrosodiisopropilamina (NDIPA)
- N-nitrosoisofeniletilamina (NIPEA)
- N-nitrosodibutilamina (NDBA)
- Asam N-nitroso-N-metil-4-aminobutirat (NMBA)
Munculnya senyawa – senyawa nitrosamin sebagai pengotor dalam produk obat tidak hanya terbatas pada obat – obat tertentu saja, melainkan dapat terjadi di berbagai obat jika proses pembuatan atau bahan yang digunakan memungkinkan terbentuknya nitrosamin.
Faktor yang Menyebabkan Munculnya Cemaran Nitrosamin

Salah satu contoh sumber cemaran nitrosamin pada produk obat dapat berasal dari penggunaan pelarut amida, seperti N,N-dimetilformamida (DMF). Dalam kondisi tertentu, seperti pada suhu yang tinggi dan waktu reaksi yang lama, pelarut ini dapat terurai menjadi amina sekunder, yakni dimetilamina yang jika bertemu dengan asam nitrit akan bereaksi membentuk NDMA. Dalam hal ini, perlu perhatian tinggi dari setiap produsen untuk selalu mengevaluasi setiap bahan yang mengandung gugus amina sebagai deteksi awal pembentukan nitrosamin pada produk obat.
Sedangkan senyawa asam nitrit yang menjadi prekursor dalam pembentukan nitrosamin dapat berasal dari keberadaan natrium nitrit sebagai pengotor pada bahan aktif maupun ekspien. Pembentukan tersebut terjadi pada kondisi asam melalui pertukaran ion antara garam nitrit dengan senyawa asam hingga membentuk asam nitrit. Selain berasal dari bahan baku, nitrit juga dapat berasal dari air yang digunakan dalam proses produksi, serta dari kemasan dan peralatan produksi obat.
Panduan Evaluasi Nitrosamin Berdasarkan Rekomendasi FDA
Berdasarkan anjuran dari FDA, produsen obat harus melakukan evaluasi terhadap bahan aktif dan obat yang berpotensi tinggi mengandung nitrosamin. Evaluasi tersebut harus mempertimbangkan faktor dosis maksimum yang dikonsumsi per hari, durasi pengonsumsian obat, penyakit yang diindikasikan, dan seberapa banyak pasien yang mengonsumsi obat ter
sebut. FDA juga memberikan rekomendasi dosis maksimum harian nitrosamin yang diterima oleh tubuh melalui metode predicted carcinogenic potency categorization approach (CPCA).
Metode CPCA dilakukan untuk memprediksi potensi karsinogenik nitrosamin berdasarkan struktur kimianya jika belum tersedia data uji toksik atau karsinogenik langsung ke hewan atau manusia. Selain melalui metode CPCA, FDA juga memberikan rekomendasi dosis berdasarkan data karsinogenisitas dan mutagenisitas yang sudah diketahui dari senyawa nitrosamin tersebut. Namun perlu diingat juga, dosis maksimum harian dapat berbeda antar senyawa dalam kelompok nitrosamin karena tidak semua nitrosamin memiliki tingkat karsinogenisitas yang sama.
Pastikan setiap produk obat yang Anda produksi aman dari cemaran nitrosamin yang dapat membahayakan kesehatan konsumen. Lakukan uji laboratorium secara menyeluruh terhadap formulasi produk obat Anda untuk mendeteksi potensi kontaminasi sejak dini. Dengan pengujian di laboratorium yang tepat, Anda dapat menjaga kualitas, keamanan, dan kepercayaan terhadap produk farmasi yang Anda kembangkan.
Author: Devira
Editor: Sabilla Reza
Referensi:
U.S. Food and Drug Administration. (2020). Control of nitrosamine impurities in human drugs: Guidance for industry (FDA Guidance No. 141720). https://www.fda.gov/media/141720/download.
U.S. Food and Drug Administration. (2024). Information about nitrosamine impurities in medications. FDA. https://www.fda.gov/drugs/drug-safety-and-availability/information-about-nitrosamine-impurities-medications.
U.S. Food and Drug Administration. (2024). CDER: Nitrosamine impurity acceptable intake limits. FDA. https://www.fda.gov/regulatory-information/search-fda-guidance-documents/cder-nitrosamine-impurity-acceptable-intake-limits.



