
Mengulas Fakta, Risiko, dan Cara Penyebaran Penyakit Zoonosis di Indonesia

Pernahkah Anda berpikir bahwa hewan di sekitar kita bisa menjadi sumber penyakit yang berbahaya?
Faktanya, lebih dari 60% penyakit infeksi pada manusia berasal dari hewan, dan lebih dari 70% patogen penyebabnya berasal dari satwa liar. Penyakit zoonosis di Indonesia dan dunia terus meningkat, banyak diantaranya berkaitan dengan konsumsi makanan berbahan dasar hewan serta perubahan lingkungan yang mempercepat penyebaran patogen.
Apakah kita siap menghadapi ancaman ini?
Zoonosis adalah . . .
Istilah zoonosis berasal dari bahasa Yunani, yaitu “Zoon” (hewan) dan “nosos” (penyakit). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan zoonosis sebagai penyakit atau infeksi yang dapat menular secara alami antara hewan vertebrata dan manusia.
Penyakit zoonosis memiliki dampak serius terhadap kesehatan manusia dan bahkan dapat berakibat fatal.
Berdasarkan penyebabnya, penyakit zoonosis dikategorikan sebagai:
- Bacterial zoonoses: Seperti salmonellosis, tuberkulosis, dan antraks.
- Viral zoonoses: Seperti rabies, ebola, dan influenza.
- Parasitic zoonoses: Seperti malaria.
- Fungal zoonoses: Seperti ringworm.
- Rickettsial zoonoses: Sperti Q-fever.
- Mycoplasma zoonoses: Seperti pneumonia yang disebabkan oleh Mycoplasma pneumoniae.
Menurut klasifikasi lama, zoonosis terbagi menjadi beberapa kelompok:
- Antropozoonosis: Penyakit pada hewan yang menular ke manusia (contohnya rabies).
- Zooantroponosis: Penyakit yang berpindah dari manusia ke hewan (seperti tuberkulosis pada kucing dan monyet).
- Amfizoonosis: Penyakit yang dapat ditularkan dua arah, misalnya infeksi stafilokokus.
Bagaimana Penyakit Zoonosis Menyebar?
Patogen zoonosis dapat ditularkan dari hewan ke manusia melalui berbagai cara:
- Kontak langsung: Penyebaran terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi atau melalui udara, seperti pada kasus influenza burung.
- Melalui gigitan: Penyakit rabies adalah contoh paling mematikan, di mana virus rabies dari air liur hewan terinfeksi (anjing, kelelawar, atau rakun) masuk ke tubuh manusia melalui gigitan.
- Kontak Tidak langsung: Penyebaran dapat terjadi melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi, serta kontak dengan benda yang terpapar patogen zoonosis.
Penyakit Zoonosis di Indonesia
Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman hayati tinggi memiliki risiko besar terhadap penyebaran penyakit zoonosis. Beberapa penyakit zoonosis yang pernah dan masih menjadi ancaman di Indonesia antara lain:
- Rabies: Menjadi masalah serius di beberapa wilayah, terutama akibat gigitan anjing liar.
- Leptospirosis: Menyebar melalui air yang terkontaminasi urine hewan terinfeksi, sering muncul saat banjir.
- Avian Influenza (Flu Burung): Menular dari unggas ke manusia dan berpotensi menyebabkan pandemi.
- Antraks: Ditularkan melalui kontak langsung dengan hewan ternak yang terinfeksi.
Penyakit Zoonosis Baru dan yang Muncul Kembali
Perubahan lingkungan dan pola hidup manusia berkontribusi terhadap munculnya penyakit zoonosis baru (emerging zoonosis) serta kebangkitan penyakit lama (reemerging zoonosis). Faktor-faktor seperti perubahan iklim, urbanisasi, perdagangan hewan liar, dan sistem peternakan intensif mempercepat penyebaran penyakit ini.
Contohnya, Middle East Respiratory Syndrome (MERS) pertama kali ditemukan di Arab Saudi pada 2012 dan disebabkan oleh virus MERS-CoV yang berasal dari unta. Tingkat fatalitasnya mencapai 30–35%.
Begitu pula dengan pandemi COVID-19 yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, di mana virus ini memiliki hubungan erat dengan kelelawar sebagai inang alami, sebelum berpindah ke manusia melalui inang perantara.
Menghadapi Ancaman Zoonosis dengan Pendekatan "One Health"
Karena keterkaitan erat antara manusia, hewan, dan lingkungan, pendekatan One Health menjadi kunci dalam pencegahan dan pengendalian penyakit zoonosis. Surveilans aktif terhadap penyakit zoonosis, penguatan sistem kesehatan hewan dan manusia, serta edukasi masyarakat tentang praktik higienis dalam berinteraksi dengan hewan adalah langkah penting dalam menekan risiko zoonosis.
Dengan memahami bahwa penyakit zoonosis adalah ancaman nyata yang terus berkembang, kesadaran global terhadap pencegahan dan mitigasi penyakit zoonosis perlu ditingkatkan. Langkah kolaboratif antara pemerintah, ilmuwan, dan masyarakat menjadi kunci untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini sebelum menjadi pandemi berikutnya.
Penyakit zoonosis hanyalah salah satu dari banyak tantangan di dunia kesehatan dan industri. Temukan informasi lain seputar keamanan produk, pengujian laboratorium, dan solusi ilmiah dalam artikel-artikel IML Research berikutnya!
References:
Rahman, M. T., Sobur, M. A., Islam, M. S., Ievy, S., Hossain, M. J., El Zowalaty, M. E., Rahman, A. T., & Ashour, H. M. (2020). Zoonotic Diseases: Etiology, Impact, and Control. Microorganisms, 8(9), 1405. https://doi.org/10.3390/microorganisms8091405



