5 Fakta Physical Sunscreen: Cara Kerja, Manfaat, dan Pentingnya Pengujian SPF

Paparan sinar ultraviolet (UV) merupakan salah satu faktor lingkungan yang dapat memengaruhi kondisi kulit. Karena itu, sunscreen menjadi bagian penting dalam upaya melindungi kulit dari paparan radiasi UV.

Di antara berbagai jenis sunscreen yang tersedia, physical sunscreen atau yang sering disebut mineral sunscreen menjadi salah satu pilihan yang banyak digunakan. Physical sunscreen umumnya menggunakan zinc oxide (ZnO) dan titanium dioxide (TiO₂) sebagai filter UV anorganik.

Namun, apakah physical sunscreen hanya bekerja dengan memantulkan sinar matahari? Dan apakah keberadaan bahan aktif tersebut sudah cukup untuk memastikan sebuah produk memberikan perlindungan sesuai nilai SPF yang diklaim?

Berikut lima fakta mengenai physical sunscreen yang penting diketahui.

Daftar Isi:

1. Physical Sunscreen Menggunakan Filter UV Mineral

Physical sunscreen umumnya mengandalkan zinc oxide dan titanium dioxide sebagai bahan aktif untuk membantu melindungi kulit dari radiasi ultraviolet. Zinc oxide memiliki kemampuan perlindungan pada spektrum UVA dan UVB yang luas, sedangkan titanium dioxide memberikan perlindungan yang kuat terutama pada rentang UVB.

Karena berasal dari bahan anorganik, kedua bahan tersebut sering disebut sebagai inorganic atau mineral UV filters. FDA juga memasukkan zinc oxide dan titanium dioxide sebagai dua bahan aktif sunscreen yang dalam proposed order dinilai memiliki data yang memadai untuk mendukung status Generally Recognized as Safe and Effective (GRASE), apabila memenuhi persyaratan penggunaan yang berlaku.

2. Cara Kerja Physical Sunscreen Tidak Sekadar “Memantulkan” Sinar UV

Ada anggapan bahwa physical sunscreen bekerja hanya dengan membentuk lapisan di permukaan kulit yang kemudian memantulkan sinar UV. Padahal, mekanismenya lebih kompleks.

Partikel zinc oxide dan titanium dioxide dapat berinteraksi dengan radiasi UV melalui proses absorpsi, scattering, dan refleksi. Dengan demikian, istilah “physical” tidak berarti bahwa seluruh radiasi UV hanya dipantulkan dari permukaan kulit.

ISO sendiri mendefinisikan metode pengujian SPF sebagai relevan untuk produk yang mengandung komponen yang dapat menyerap, memantulkan, atau menyebarkan radiasi UV. Ukuran partikel, karakteristik bahan, hingga formulasi akhir juga dapat memengaruhi sifat optik dan performa sunscreen.

Penelitian mengenai zinc oxide menunjukkan bahwa karakteristik fisik dan struktural material merupakan bagian penting dalam mengevaluasi kinerja formulasi sunscreen.

3. Physical Sunscreen Dapat Memberikan Perlindungan terhadap UVA dan UVB

Radiasi ultraviolet yang mencapai kulit terutama mencakup UVA dan UVB. Keduanya memiliki karakteristik dan dampak biologis yang berbeda sehingga perlindungan sunscreen tidak cukup hanya dilihat dari satu aspek.

Nilai Sun Protection Factor (SPF) terutama berkaitan dengan kemampuan sunscreen melindungi kulit terhadap eritema atau kemerahan akibat paparan radiasi UV, dengan kontribusi terbesar berasal dari UVB. Sementara itu, perlindungan terhadap UVA perlu dievaluasi melalui parameter atau metode pengujian yang sesuai.

Zinc oxide memiliki kurva absorpsi UVA–UVB yang luas, sedangkan titanium dioxide memiliki karakteristik perlindungan yang berbeda. Karena itu, kombinasi filter dan formulasi produk menjadi faktor penting dalam menghasilkan perlindungan UV yang optimal.

4. Kandungan Zinc Oxide atau Titanium Dioxide Tidak Otomatis Menentukan Nilai SPF

Melihat daftar bahan saja belum cukup untuk memastikan bahwa sebuah sunscreen memiliki SPF tertentu. Efektivitas sunscreen dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk jenis dan konsentrasi UV filter, ukuran serta distribusi partikel, bahan pembawa, kemampuan formulasi membentuk lapisan yang merata, hingga interaksi antarbahan dalam formula.

Dengan kata lain, keberadaan zinc oxide atau titanium dioxide tidak serta-merta berarti produk otomatis memiliki SPF 30, SPF 50, atau nilai tertentu. Studi terhadap mineral sunscreen juga menunjukkan adanya variasi efektivitas berdasarkan bahan dan bagaimana bahan tersebut diformulasikan dalam produk akhir.

Inilah alasan mengapa klaim perlindungan pada sunscreen perlu didukung oleh pengujian terhadap produk akhir, bukan sekadar berdasarkan asumsi dari kandungan bahan aktifnya.

5. Pengujian SPF Penting untuk Membuktikan Klaim Perlindungan

Lalu, bagaimana produsen mengetahui apakah physical sunscreen benar-benar memberikan nilai SPF sesuai target formulasi? Di sinilah pengujian SPF memiliki peran penting.

Salah satu standar internasional yang digunakan adalah ISO 24444:2019, yang menetapkan metode in vivo untuk menentukan nilai Sun Protection Factor (SPF) pada produk sunscreen. Standar ini memberikan dasar untuk mengevaluasi kemampuan produk dalam melindungi kulit manusia terhadap eritema akibat radiasi ultraviolet matahari.

ISO 24444:2019 telah dikonfirmasi kembali sebagai standar yang berlaku pada 2026. Selain metode in vivo, perkembangan metode pengujian juga menghadirkan pendekatan in vitro.

Penelitian terbaru, misalnya, menunjukkan penerapan ISO 23675:2024 untuk pengukuran SPF in vitro, termasuk pada sunscreen dengan konsentrasi zinc oxide tinggi dan formulasi yang hanya menggunakan filter UV anorganik. Oleh karena itu, pengujian SPF menjadi langkah penting untuk menghasilkan data objektif mengenai performa perlindungan produk serta mendukung klaim SPF berdasarkan metode pengujian yang relevan.

Dari Formulasi ke Klaim, Pengujian Menjadi Tahap Penting

Physical sunscreen menawarkan perlindungan melalui penggunaan filter mineral seperti zinc oxide dan titanium dioxide. Namun, performa sebuah sunscreen tidak hanya ditentukan oleh jenis bahan aktif yang tercantum pada formulanya.

Karakteristik bahan, konsentrasi, ukuran partikel, formulasi, serta kemampuan produk membentuk lapisan yang merata dapat memengaruhi performa akhirnya. Karena itu, setelah tahap formulasi selesai, pengujian menjadi jembatan penting antara formula produk dan klaim perlindungan yang akan disampaikan kepada konsumen.

Ingin Mengetahui Nilai SPF Produk Anda?

Bagi perusahaan kosmetik, skincare, maupun tim R&D yang sedang mengembangkan produk sunscreen, pengujian dapat membantu memperoleh data untuk mengevaluasi performa produk dan mendukung klaim yang akan digunakan. IML Testing & Research menyediakan layanan pengujian SPF untuk membantu perusahaan mengevaluasi performa perlindungan produk sunscreen secara terukur.

Konsultasikan secara gratis kebutuhan pengujian produk Anda bersama tim IML Testing & Research untuk menentukan metode pengujian yang sesuai dengan kebutuhan produk.

Author & Editor: Lina

Daftar Pustaka

Schneider, S. L., & Lim, H. W. (2019). A review of inorganic UV filters zinc oxide and titanium dioxide. Photodermatology, Photoimmunology & Photomedicine, 35(6), 442–446. DOI: 10.1111/phpp.12439.

Smijs, T. G., & Pavel, S. (2011). Titanium dioxide and zinc oxide nanoparticles in sunscreens: Focus on their safety and effectiveness. Nanotechnology, Science and Applications, 4, 95–112. DOI: 10.2147/NSA.S19419.

Cavalcanti, I. M. G. A., Valeriano, C. C. S., Marçal, A. C., Novais, A. L. F., & Souza, D. N. (2025). Optical and structural properties of sunscreens evaluated by physical techniques with emphasis on zinc oxide: A critical review. Applied Radiation and Isotopes, 226, 112217. DOI: 10.1016/j.apradiso.2025.112217.

Pissavini, M., Pouradier, F., Lapalud, P., Batzer, J., Contier, M., & Matts, P. (2025). The double plate in vitro SPF test method (ISO 23675:2024) is a reliable means of measuring the performance of sunscreen products with high concentrations of zinc oxide and inorganic-only UV filters. Photochemical & Photobiological Sciences, 24(10), 1797–1805. DOI: 10.1007/s43630-025-00798-5.

International Organization for Standardization. (2019). ISO 24444:2019 Cosmetics — Sun protection test methods — In vivo determination of the sun protection factor (SPF). Geneva: ISO.

Fantato, C. M., et al. (2026). Sunscreen and UV filters: A comprehensive review of formulation, safety, and efficacy. International Journal of Pharmaceutics.

Share your love

Hubungi kami untuk informasi yang Anda perlukan.

Silakan konsultasikan kebutuhan pengujian produk Anda dengan tim ahli kami secara gratis.

Formulir Kontak