
Inilah Cara Kulit Bebas Komedo dan Cara Membuktikan Produk Klaim Non Komedogenik

- Apa Itu Komedo dan Jenis-jenisnya
- Faktor Penyebab Terbentuknya Komedo
- Mengenal Istilah Non-Komedogenik dan Tingkatannya
- Mengapa Produk Non-Komedogenik Penting untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat
- Langkah Tepat Mencegah Komedo dengan Perawatan Kulit yang Benar
- Tantangan di Balik Klaim Non-Komedogenik pada Produk Kecantikan
Apa Itu Komedo dan Jenis-jenisnya
Komedo adalah jenis jerawat yang terbentuk ketika pori-pori kulit tersumbat oleh campuran minyak berlebih (sebum), sel kulit mati, dan kotoran. Komedo termasuk dalam kategori jerawat non-inflamasi, yang artinya tidak menyebabkan peradangan seperti jerawat merah atau jerawat bernanah. Terdapat dua jenis komedo antara lain:
1. Komedo Terbuka/Komedo Hitam
Komedo terbuka/ komedo hitam yang berada di permukaan pori disebabkan oleh oksidasi melanin dalam sebum yang terkena udara.
2. Komedo Tertutup/Komedo Putih
Komedo tertutup/ komedo putih terlihat berwarna putih karena pori-pori tertutup oleh lapisan kulit tipis.
Faktor Penyebab Terbentuknya Komedo

Sumber: Freepik
Secara alami kulit memproduksi minyak untuk menjaga kelembapan kulit. Komedo bisa terbentuk karena penumpukan sebum berlebih dari kelenjar minyak di kulit. Ditambah keberadaan sel kulit mati, kotoran, dan polusi yang menyumbat pori.
Jika terinfeksi bakteri, komedo bisa berubah menjadi peradangan dan timbul jerawat. Selain faktor eksternal, faktanya faktor internal tubuh berperan penting dalam pembentukan komedo.
- Pertama perubahan hormon seperti pubertas, menstruasi, kehamilan, dan penggunaan pil KB.
- Kedua penggunaan produk kosmetik yang menyumbat pori (komedogenik). Kurangnya kebersihan kulit atau mencuci muka terlalu sering dapat memicu produksi minyak berlebih.
Mengenal Istilah Non-Komedogenik dan Tingkatannya
Non-komedogenik adalah istilah yang digunakan dalam industri kecantikan mengacu pada produk yang diformulasikan tidak menyumbat pori. Umumnya bahan yang digunakan tidak berbasis minyak, mineral berat, atau lanolin dalam kadar tinggi. Aktivitas komedogenik umumnya berbahan dasar minyak biji aprikot, mentega kakao, minyak jagung, isopropil myristat, minyak mineral, lanolin yang diasetilasi, oktil palmitat, minyak bunga matahari, sodium lauril sulfat, dan tokoferol.
Sebagai acuan tingkat komedogenik pada suatu kandungan yang dibuat oleh para peneliti menggunakan skala 0-5. Nilai 0 merepresentasikan produk non-komedogenik, 1 berarti sedikit komedogenik, 2-3 cukup komedogenik, dan 4-5 sangat komedogenik. Semakin tinggi angka maka kemungkinan memicu terbentuknya komedo semakin meningkat, diperlukan ekstra pembersihan agar pori-pori kulit tidak tersumbat.
Mengapa Produk Non-Komedogenik Penting untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat
Label non-komedogenik menjadi indikador pertama sebagai produk pilihan bagi pemilik kulit berminyak ataupun berjerawat. Karena rasanya yang ringan dan cara kerja senyawa yang menyerap ke kulit tanpa menutup pori dapat mengurangi risiko munculnya komedo. Contoh produk yang diklaim sebagai produk non-komedogenik antara lain pelembab, tabir surya, serum, pembersih wajah, dan lainnya. Kandungan yang larut di air/ waterbased umumnya non-komedogenik maka trend produk perawatan kulit akhir-akhir ini menggunakan bahan dasar waterbased.
Langkah Tepat Mencegah Komedo dengan Perawatan Kulit yang Benar
Terlepas dari bahan komedogenik maupun tidak, pengguna tetap perlu membersihkan permukaan kulit dengan benar dan tuntas. Penumpukan dan penyumbatan pada pori-pori dapat memperparah keadaan kulit. Pembersihan ganda wajib dilakukan terutama setelah menggunakan makeup atau tabir surya, juga dapat membantu memastikan tidak ada residu yang menyumbat pori.
Gunakan pembersih yang lembut agar lapisan minyak pada kulit terangkat dan lapisan pelindung kulit tetap terjaga kelembapannya. Selain itu, hindari penggunaan produk berbahan dasar minyak berat, lakukan eksfoliasi ringan 1–2 kali seminggu untuk mengangkat sel kulit mati, dan gunakan pelembap berbahan dasar air.
Tantangan di Balik Klaim Non-Komedogenik pada Produk Kosmetik
Sampai saat ini belum ada standar resmi yang mengatur pengujian untuk label “non-komedogenik” sehingga memungkinkan produsen mengklaim tanpa adanya uji klinis. Sebagai konsumen, perlu cermat dan mengerti bahan-bahan yang terkandung dalam suatu produk agar bisa lebih bijak menentukan kebutuhannya. Reaksi bahan aktif dan kulit tiap individu dapat bervariasi, jika terjadi reaksi gatal, ruam, dan alergi segera hentikan penggunaan dan hubungi dokter.
Baca Juga:
3 Rekomendasi Pengujian Wajib Sebelum Produk Kosmetik Diedarkan
Untuk memastikan klaim non-komedogenik pada produk kosmetik Anda benar-benar terbukti secara ilmiah, lakukan pengujian laboratorium bersama IML Research. Tim ahli kami siap membantu menguji keamanan dan efektivitas formulasi produk agar hasil uji Anda valid, terpercaya, dan siap mendukung klaim pemasaran yang bertanggung jawab. Konsultasi gratis dengan tim ahli IML Research dan pastikan setiap klaim produk Anda berdasar data ilmiah, bukan sekadar janji.
Author: Delfia
Editor: Sabilla Reza
Referensi:
James E. Fulton, JR. 1989. Comedogenicity and Irritancy of Commonly Used Ingredients in Skin Care Products. Society of Cosmetic Chemists.
Schäfer, Natalia & Sobczyk, Małgorzata & Burczyk, Dawid & Balwierz, Radosław & Skotnicka-Graca, Urszula. (2022). Possibilities of using vegetable oils in acne skin care. Aesthetic Cosmetology and Medicine. 11. 49-54. 10.52336/acm.2022.007.



