
Bukan Salah Shampo! Ini Alasan Ilmiah Rambut Anda Rontok

- Mengatasi Kerontokan Rambut dari Akar Permasalahan
- Memahami Siklus Pertumbuhan Rambut
- Peran Hormon dalam Kerontokan Rambut
- Finastrid: Menghambat Pembentukan DHT
- Minoksidil: Memperpanjang Fase Pertumbuhan Rambut
- Faktor Lain Penyebab Kerontokan Rambut
- Solusi Kerontokan Rambut Bisa Ditemukan
Mengatasi Kerontokan Rambut dari Akar Permasalahan
Kerontokan rambut merupakan permasalahan umum yang dapat dialami baik pria maupun wanita. Bagi sebagian orang permasalahan rambut ini dapat menurunkan rasa percaya diri karena dapat membuat rambut menipis atau menyebabkan kebotakan. Selain itu, rambut yang rontok juga biasanya akan jatuh dan berserakan di lantai atau menempel di pakaian yang mungkin sebagian dari kita akan merasa risih atau tidak nyaman.
Untuk mengatasi permasalahan rambut rontok, banyak langkah praktis yang dapat dilakukan, salah satunya dengan menggunakan senyawa – senyawa sintetis untuk mengatasi kerontokan. Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai permasalahan kerontokan rambut mulai dari penyebab hingga senyawa poten yang dapat mengatasi kerontokan rambut.
Memahami Siklus Pertumbuhan Rambut
Permasalahan rambut rontok berkaitan erat dengan siklus pertumbuhan rambut. Pada kulit kepala, siklus pertumbuhan rambut terdiri atas tiga fase, yakni fase anagen, catagen, dan telogen. Fase anagen merupakan fase ketika rambut di kulit kepala tumbuh secara aktif dengan 90-95% folikel rambut berada dalam fase ini. Sedangkan fase catagen merupakan fase ketika rambut sedang berhenti tumbuh dengan folikel rambut yang berada pada fase ini kurang dari 1%.
Terakhir, fase telogen, yakni fase ketika rambut sedang tidak tumbuh dan akan segera rontok secara alami dengan 5-10% folikel rambut berada dalam fase ini. Jika fase telogen lebih dari rentang tersebut, misalnya 25-30%, maka bisa menyebabkan kerontokan rambut lebih dari 100 helai per harinya dan merupakan tanda kerontokan yang disebut telogen effluvium.
Peran Hormon dalam Kerontokan Rambut
Pada orang yang mewarisi gen tertentu, pemicu utama terjadinya rambut rontok dapat dipengaruhi oleh hormon androgen yang dapat menyebabkan penyusutan pada folikel rambut yang disebut dengan kondisi androgenetic alopecia. Hormon androgen tersebut dapat menempel pada reseptor androgen di sel rambut dan mengubah folikel rambut besar dan sehat menjadi kecil dan lemah yang mana semakin berjalannya waktu dan siklus rambut berulang dapat menyebabkan fase anagen menjadi lebih pendek.
Hormon androgen yang paling berperan dalam kerontokan rambut adalah dihidrotestosteron (DHT). Hormon ini dibentuk oleh enzim 5α-reductase terutama tipe II, yang dapat mengubah testosteron menjadi DHT di kulit kepala.
Finastrid: Menghambat Pembentukan DHT
Berkaitan dengan hormon tersebut, finastrid yang merupakan competitive inhibitor dari 5α-reductase tipe II dapat mencegah kerontokan rambut pada orang yang rentan terhadap androgenetic alopecia. Senyawa ini dapat bersaing dengan hormon testosteron untuk mengikat enzim 5α-reductase tipe II, sehingga testosteron tidak dapat diubah menjadi dihidrotestosteron (DHT) dengan efektivitas penurunan DHT sebesar 60%. Dengan berkurangnya jumlah DHT, maka kerontokan rambut pun dapat dicegah.
Namun, penggunaan finastrid dilarang pada wanita yang sedang hamil atau kemungkinan akan hamil karena hormon DHT berperan penting dalam perkembangan organ genital janin laki – laki, sehingga menghambat produksi DHT dapat menyebabkan kelainan genitalia eksternal pada janin laki – laki.
Minoksidil: Memperpanjang Fase Pertumbuhan Rambut
Selain finastrid, minoksidil juga berperan dalam mencegah kerontokan rambut dengan cara memperpanjang fase anagen dan memperbesar folikel rambut yang mengalami penyusutan karena pengaruh hormon atau faktor lainnya. Efektivitas minoksidil telah dibuktikan melalui pengujian ke manusia yang menunjukkan terjadinya peningkatan yang signifikan dibandingkan subjek uji yang hanya menerima plasebo.
Baca juga:
Placebo, Obat Semu yang Bisa Membuat Orang Merasa Lebih Sehat
Faktor Lain Penyebab Kerontokan Rambut
Selain disebabkan oleh kondisi genetik yang dipicu oleh hormon androgen, banyak faktor lain yang dapat menyebabkan kerontokan rambut, seperti stres fisik atau emosional, kekurangan nutrisi, pengaruh obat – obatan tertentu, hingga gangguan sistem imun. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu ke tenaga profesional untuk mengetahui penyebab pasti kerontokan rambut yang anda alami sebelum menggunakan senyawa atau obat yang dapat mengatasi kerontokan rambut agar efektivitas terapi dapat tercapai tanpa menimbulkan efek samping yang signifikan.
Solusi Kerontokan Rambut Bisa Ditemukan
Mengetahui penyebab pasti kerontokan rambut bukan hanya soal menebak faktor hormon atau stres, tetapi juga membutuhkan bukti ilmiah yang dapat dibuktikan melalui uji laboratorium. Melalui pengujian bahan aktif dan senyawa penyusun produk perawatan rambut, laboratorium dapat memastikan keamanan, efektivitas, dan kestabilan formulasi sebelum produk digunakan atau dipasarkan. Di IML Research, pengujian dilakukan secara komprehensif dan akurat untuk membantu brand maupun peneliti memahami bagaimana suatu bahan bekerja terhadap rambut dan kulit kepala.
Hasil uji yang terpercaya menjadi dasar penting dalam mengembangkan produk perawatan rambut yang aman, efektif, dan sesuai dengan standar regulasi. Ingin memastikan formulasi produk perawatan rambut Anda benar-benar efektif dan aman? Yuk, lakukan uji laboratorium di IML Research dan wujudkan produk yang bisa diandalkan oleh konsumen Anda.



