
Mengapa Skincare Anak Harus Diuji Logam Berat?

Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan kosmetik dan produk perawatan kulit pada anak (skincare anak) terus meningkat seiring berkembangnya tren kecantikan dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat kesehatan kulit anak. Berbagai produk seperti, pelembap, sunscreen, powder, hingga lipstik kini menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari bagi banyak orang.
Tidak hanya anak perempuan, penggunaan skincare juga semakin luas di kalangan anak laki-laki. Di tengah pesatnya perkembangan industri kosmetik, konsumen kini tidak hanya memperhatikan manfaat yang ditawarkan suatu produk, tetapi juga semakin peduli terhadap aspek keamanan, kualitas, dan kandungan bahan yang digunakan.
Salah satu aspek keamanan yang menjadi perhatian dalam produk kosmetik adalah kemungkinan adanya cemaran logam berat.
Daftar Isi:
- Apa itu Logam Berat?
- Logam Berat Apa Saja yang Diuji pada Produk Skincare Anak?
- Bagaimana Cara Menentukan Kadar Logam Berat pada Produk Skincare Anak?
Apa itu Logam Berat?
Logam berat adalah istilah umum yang menggambarkan sekelompok unsur logam alami dengan berat molekul dan massa jenis tinggi dibandingkan dengan air. Logam berat dapat berasal dari berbagai sumber, seperti bahan baku alami yang terkontaminasi, proses produksi, peralatan manufaktur, maupun lingkungan selama proses pengolahan.
Dalam kosmetik, logam berat dapat ditambahkan secara sengaja untuk memberikan warna atau stabilitas. Meskipun umumnya terdapat dalam jumlah yang sangat kecil, beberapa logam berat tertentu dapat menimbulkan risiko kesehatan apabila kadarnya melebihi batas yang ditetapkan atau produk digunakan secara terus-menerus dalam jangka panjang.
Baca Juga:
BPA, Ftalat, Logam Berat: Apakah Kemasan Produk Anda Sudah Aman?
Logam Berat Apa Saja yang Diuji pada Produk Skincare Anak?
Tidak semua logam berat menjadi target pengujian pada produk skincare anak dan kosmetik. Di Indonesia, BPOM menetapkan batas cemaran untuk beberapa logam berat yang memiliki risiko paling besar terhadap kesehatan manusia, yaitu merkuri (Hg), timbal (Pb), arsen (As), dan kadmium (Cd). Keempat logam ini dipilih karena bersifat toksik, tidak memiliki fungsi biologis di dalam tubuh, serta dapat terakumulasi apabila terpapar dalam jangka waktu lama.
Selain itu, keempat logam berat tersebut merupakan logam berat yang paling sering ditemukan sebagai cemaran pada bahan baku skincare anak, terutama bahan yang berasal dari mineral, pigmen warna, atau bahan alami. Adapun, batas maksimum cemaran logam berat pada kosmetik diatur dalam Peraturan BPOM Nomor 17 Tahun 2022 tentang Persyaratan Cemaran dalam Kosmetika, sehingga setiap produk yang beredar harus memenuhi ketentuan tersebut.
Masing-masing logam berat memiliki risiko kesehatan yang berbeda. Merkuri (Hg) dikenal sebagai salah satu logam berat yang paling berbahaya dan pernah disalahgunakan sebagai bahan pemutih kulit karena memberikan efek mencerahkan secara cepat.
Padahal, paparan merkuri dapat menyebabkan kerusakan ginjal, gangguan sistem saraf, hingga efek toksik pada janin apabila digunakan dalam jangka panjang. Timbal (Pb) dapat masuk ke dalam tubuh melalui penggunaan kosmetik yang terkontaminasi dan berpotensi mengganggu pembentukan sel darah, fungsi ginjal, serta perkembangan sistem saraf, terutama pada anak-anak dan ibu hamil.
Sementara itu, arsen (As) dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan, termasuk iritasi kulit, kerusakan organ, hingga peningkatan risiko kanker akibat paparan kronis. Kadmium (Cd) juga bersifat toksik dan dapat terakumulasi di dalam ginjal maupun tulang sehingga berpotensi menyebabkan gangguan fungsi organ apabila terpapar dalam waktu lama.
Oleh karena itu, pengendalian terhadap logam-logam ini dianggap paling penting untuk melindungi kesehatan konsumen.
Bagaimana Cara Menentukan Kadar Logam Berat pada Produk Skincare Anak?
Salah satu metode yang paling banyak digunakan untuk mendeteksi logam berat pada skincare anak adalah Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) atau Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Sebelum dianalisis, sampel kosmetik seperti krim, serum, lotion, atau lipstik harus melalui tahap preparasi terlebih dahulu.
Pada tahap ini, sejumlah sampel ditimbang, kemudian ditambahkan campuran asam kuat untuk menguraikan komponen organiknya sehingga logam berat yang terkandung di dalamnya dapat dilepaskan ke dalam larutan. Setelah proses tersebut selesai, larutan disaring dan diencerkan hingga siap dianalisis menggunakan instrumen AAS.
Tahap preparasi ini sangat penting karena membantu memastikan bahwa logam berat dapat terukur secara akurat tanpa terganggu oleh bahan-bahan lain yang terdapat dalam kosmetik. Prinsip kerja AAS adalah mengukur kemampuan atom logam dalam menyerap cahaya pada panjang gelombang tertentu.
Setiap jenis logam, seperti timbal (Pb), kadmium (Cd), arsen (As), atau merkuri (Hg), memiliki panjang gelombang serapan yang berbeda sehingga dapat diidentifikasi dan diukur secara spesifik. Instrumen kemudian membandingkan hasil pengukuran sampel dengan larutan standar yang telah diketahui konsentrasinya untuk menghitung kadar logam berat di dalam kosmetik.
Karena memiliki sensitivitas, akurasi, dan selektivitas yang tinggi, AAS menjadi salah satu metode standar yang banyak digunakan laboratorium untuk memastikan bahwa kadar logam berat dalam produk kosmetik masih berada di bawah batas yang ditetapkan oleh regulasi sehingga aman digunakan oleh konsumen. Memastikan produk kosmetik bebas dari cemaran logam berat merupakan langkah penting dalam menjaga keamanan dan mutu produk sebelum dipasarkan.
Melalui pengujian laboratorium menggunakan metode dan instrumen yang sesuai, produsen dapat memperoleh data yang akurat mengenai kadar logam berat dalam produknya.
Pastikan Skincare Anak Aman dengan Uji Logam Berat di IML Testing and Research
IML Testing & Research menyediakan layanan pengujian logam berat menggunakan instrumen Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) yang dilakukan oleh tenaga analis berpengalaman sesuai dengan prosedur laboratorium. Hasil pengujian yang diperoleh dapat digunakan sebagai bagian dari pengendalian mutu maupun untuk mendukung pemenuhan persyaratan regulasi.
Author: Jihan
Editor: Lina
DAFTAR PUSTAKA
Arshad, H., Mehmood, M. Z., Shah, M. H., & Abbasi, A. M. (2020). Evaluation of heavy metals in cosmetic products and their health risk assessment. Saudi pharmaceutical journal : SPJ : the official publication of the Saudi Pharmaceutical Society, 28(7), 779–790. https://doi.org/10.1016/j.jsps.2020.05.006
Badan POM (BPOM). 2024. Peraturan BPOM Nomor 17 Tahun 2014 tentang Persyaratan Cemaran Mikroba dan Logam Berat dalam Kosmetika.
Bashir, H., Ibrahim, A. B. M., Ullah, H., Anwar, S., Rehman, T. U., Gul, Z., Iqbal, B., Abidullah, S., Khairy, M., & Habib, M. A. (2025). Heavy metal in cosmetics and its risk to future generation in remote area of Azad Jammu and Kashmir Trarkhel District Sudhnoti. Scientific reports, 15(1), 43847. https://doi.org/10.1038/s41598-025-30439-x
Fisher RM, Gupta V. Heavy Metals. [Updated 2024 Feb 27]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK557806/



