Strategi HPLC vs GC: Apa Perbedaannya dan Kapan Digunakan?

Dalam dunia pengujian laboratorium, tidak semua sampel dapat dianalisis menggunakan metode yang sama. Setiap senyawa memiliki karakteristik fisik dan kimia yang berbeda, sehingga diperlukan teknik analisis yang sesuai agar hasil pengujian akurat dan dapat dipercaya. Dua metode yang paling banyak digunakan untuk analisis kadar dan identifikasi senyawa adalah High Performance Liquid Chromatography (HPLC) dan Gas Chromatography (GC).

Keduanya sama-sama termasuk teknik kromatografi, yaitu metode yang bekerja dengan memisahkan komponen-komponen dalam suatu campuran sebelum dianalisis.

Meskipun memiliki prinsip dasar yang serupa, keduanya dirancang untuk menganalisis jenis senyawa yang berbeda. Sebagai contoh, kadar niacinamide dalam serum umumnya dianalisis menggunakan HPLC, sedangkan kadar etanol dalam hand sanitizer atau parfum lebih sesuai diuji menggunakan GC.

Oleh karena itu, pemilihan instrumen tidak ditentukan oleh mana yang lebih canggih, tetapi oleh sifat senyawa yang akan diuji serta tujuan analisis yang ingin dicapai.

Daftar Isi:

Apa itu HPLC?

HPLC merupakan singkatan dari High Performance Liquid Chromatography atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Kromatografi merupakan proses pemisahan campuran menjadi komponen-komponen penyusunnya.

HPLC adalah versi pengembangan dari kromatografi cair yang didasarkan pada prinsip yang sama dalam pemisahan campuran bahan kimia. Prinsip dasar HPLC adalah memisahkan setiap komponen dalam suatu campuran berdasarkan perbedaan interaksinya dengan fase diam (kolom) dan fase gerak (pelarut).

Dengan kata lain, setiap senyawa akan bergerak melewati kolom dengan kecepatan yang berbeda sehingga dapat dipisahkan satu sama lain. HPLC memungkinkan karakterisasi mendetail terhadap sampel yang kompleks, mencakup ukuran, bentuk, muatan, struktur, dan lain sebagainya. 

Sampel Cocok Diuji Dengan HPLC

HPLC sangat cocok digunakan untuk menganalisis senyawa yang larut dalam pelarut cair, tidak mudah menguap (non-volatil), serta memiliki struktur kimia yang relatif kompleks. Dalam industri farmasi, HPLC merupakan salah satu metode standar yang digunakan untuk menentukan kadar zat aktif pada bahan baku maupun produk jadi, seperti tablet, kapsul, sirup, dan injeksi.

Selain itu, HPLC juga digunakan untuk mengidentifikasi impuritas (zat pengotor), produk degradasi, serta mendukung pengujian stabilitas selama masa simpan produk. Pada industri kosmetik, HPLC banyak dimanfaatkan untuk menentukan kadar berbagai bahan aktif dalam produk skincare maupun kosmetik dekoratif.

Contohnya meliputi analisis niacinamide, asam salisilat, hidrokuinon, vitamin C, retinol, hingga berbagai filter UV pada produk susncreen. Selain farmasi dan kosmetik, HPLC juga banyak digunakan pada industri pangan dan minuman.

Instrumen ini dapat digunakan untuk menentukan kadar kafein pada kopi atau minuman energi, vitamin pada produk pangan fortifikasi, pemanis buatan, pengawet, dan lain sebagainya.

Apa itu GC?

GC merupakan singkatan dari Gas Chromatography atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai Kromatografi Gas. Sama seperti HPLC, GC merupakan teknik kromatografi yang digunakan  untuk memisahkan komponen-komponen dalam suatu campuran.

Perbedaan utama antara keduanya terletak pada fase gerak yang digunakan. Jika HPLC, menggunakan pelarut cair sebagai fase gerak, maka GC menggunakan gas inert, seperti helium, nitrogen, atau hidrogen, untuk membawa sampel melewati kolom kromatografi.

Prinsip dasar GC juga didasarkan pada perbedaan interaksi setiap senyawa dengan fase diam (kolom) dan fase gerak (gas pembawa). Sebelum dianalisis, sampel akan diuapkan di dalam ruang injeksi karena GC hanya dapat menganalisis senyawa yang berada dalam fase gas.

Gas pembawa kemudian mengalirkan uap sampel melalui kolom yang memiliki lapisan fase diam. Setiap komponen dalam sampel memiliki tingkat volatilitas (kemudahan menguap) dan afinitas terhadap fase diam yang berbeda-beda, sehingga masing-masing senyawa akan keluar dari kolom pada waktu yang berbeda, yang dikenal sebagai waktu retensi (retention time). Setelah keluar dari kolom, senyawa akan dideteksi oleh detektor.

Sampel Cocok Diuji Dengan GC

GC sangat cocok digunakan untuk menganalisis senyawa yang mudah menguap (volatile) atau dapat diuapkan tanpa mengalami kerusakan pada suhu analisis. Oleh karena itu, instrumen ini banyak digunakan untuk menganalisis pelarut organik, alkohol, minyak atsiri, senyawa aroma, serta berbagai senyawa organik dengan berat molekul relatif rendah.

Sebaliknya, senyawa yang berukuran besar, tidak mudah menguap, atau mudah terurai pada suhu tinggi umumnya lebih sesuai dianalisis menggunakan HPLC. Di industri farmasi, GC sering digunakan untuk menguji residu pelarut (residual solvents) yang masih tersisa setelah proses produksi obat.

Pada industri kosmetik, GC banyak dimanfaatkan untuk menentukan kadar etanol pada parfum, hand sanitizer, atau toner, serta menganalisis komponen penyusun minyak atsiri (essential oils) dan senyawa pewangi (fragrance). Selain itu, GC juga digunakan untuk mendeteksi senyawa yang mudah menguap yang berpotensi memengaruhi mutu maupun keamanan produk.

Di industri pangan, GC digunakan untuk menganalisis asam lemak, senyawa penyusun aroma makanan dan minuman, residu pestisida tertentu, serta berbagai komponen volatil yang memengaruhi cita rasa suatu produk. 

Kesimpulan

HPLC dan GC merupakan dua teknik kromatografi yang sama-sama berperan penting dalam pengujian laboratorium untuk memisahkan, mengidentifikasi, dan menentukan kadar suatu senyawa. Meskipun memiliki prinsip dasar yang serupa, keduanya berbeda dalam penggunaan fase gerak dan jenis sampel yang dapat dianalisis.

HPLC lebih sesuai untuk senyawa yang tidak mudah menguap dan sensitif terhadap panas, sedangkan GC menjadi pilihan utama untuk senyawa yang mudah menguap dan stabil pada suhu tinggi. Oleh karena itu, tidak ada metode yang dapat dikatakan lebih unggul secara mutlak.

Pemilihan antara HPLC dan GC harus disesuaikan dengan karakteristik sampel, tujuan pengujian, serta parameter yang akan dianalisis. 

Tentukan Metode Analisis yang Tepat Bersama IML Testing and Research

Jangan sampai hasil analisis produk Anda tidak akurat karena salah memilih metode. Lakukan pengujian HPLC atau GC di IML Testing & Research untuk memperoleh data yang presisi, tepercaya, dan sesuai dengan karakteristik sampel Anda. Konsultasikan kebutuhan pengujian produk Anda sekarang.

Author: Jihan
Editor: Lina

DAFTAR PUSTAKA

Ahmed, R. (2024). High-Performance Liquid Chromatography (HPLC): Principles, Applications, Versatality, Efficiency, Innovation and Comparative Analysis in Modern Analytical Chemistry and in Pharmaceutical Sciences. https://doi.org/10.20944/preprints202409.0057.v1

Khalifea, H., & Ali, N. (2025). Exploring the principles of GC-MS: Techniques and Applications. Physical Sciences, Life Science and Engineering, 2(3), 10. https://doi.org/10.47134/pslse.v2i3.388

Share your love

Hubungi kami untuk informasi yang Anda perlukan.

Silakan konsultasikan kebutuhan pengujian produk Anda dengan tim ahli kami secara gratis.

Formulir Kontak