
Kerja Sunscreen Melindungi Kulit dari Sinar Ultraviolet

Sinar matahari memiliki spektrum ultra violet (UV) sampai cahaya tampak. Spektrum UV terdiri dari UV A, UV B, dan UV C dengan rentang panjang gelombang 320-400 nm, 260-320 nm, dan 200-260 nm. Fungsi sinar matahari untuk memenuhi kebutuhan vitamin D bagi kulit dan banyak manfaat lainnya namun terdapat efek negatif yang dapat disebabkan oleh sinar UV yaitu iritasi hingga menyebabkan kanker kulit. Perlindungan dari sinar matahari dapat dilakukan secara fisik seperti menggunakan baju anti UV, topi, dan payung serta perlindungan secara kimiawi dengan menggunakan tabir surya yang diaplikasikan langsung di kulit.
Tabir surya merupakan suatu zat yang bisa menyerap dengan minimal 85% dari sinar yang dikeluarkan oleh matahari dengan jumlah panjang gelombang sebesar 290 – 320 nm, namun sinar dapat diteruskan pada gelombang > 320 nm. Mekanisme kerja pada tabir surya dapat dibedakan menjadi 2 tipe, yaitu penghambatan fisik (ZnO, CaCO3, TiO2, Kaolin, MgO) dengan proses mekanisme yaitu dapat terhamburnya / terpantulnya radiasi sinar UV yang dapat membentuk lapisan – lapisan buram pada kulit. Penghambatan kimia yaitu anti UV A seperti turunan benzofenon (dibensoilmetan dan oksibenson) dan anti UVB yang bekerja dengan mengabsorbsi radiasi pada sinar UV sehingga proses penetrasi pada epidermis kulit pun menjadi lambat.
Pada sediaan yang diaplikasikan secara topikal, tabir surya dibagi menjadi dua mekanisme, yaitu tabir surya yang mampu memantulkan atau menghamburkan cahaya matahari dan tabir surya yang menyerap sinar matahari. Kemampuan tabir surya untuk memblokade radiasi UV ditentukan oleh indeks refraktif, ukuran partikel dan keadaan terdispersi serta tebal lapisan saat pengaplikasian di kulit. Semakin tinggi nilai refraktif indeks, maka semakin tinggi kemampuan tabir surya tersebut memantulkan radiasi UV. Tabir surya ini umum digunakan sebagai tabir surya anorganik sehingga aman dipakai pada anak-anak karena stabil dengan potensi alergi yang rendah. Contoh bahan aktif dari kategori ini adalah titanium dioksida (TiO2), zink oksida (ZnO), kaolin, talk dan magnesium oksida (MgO). Kaolin, talk dan magnesium oksida juga merupakan bahan yang dapat diisolasi dari alam dimana termasuk dalam bahan alam berupa mineral. Kelebihan tabir surya fisik yaitu tahan terhadap air, dapat langsung digunakan dibawah sinar matahari, berpotensi kecil untuk menimbulkan alergi. Kekurangan dari tabir surya tipe fisik ini adalah memberikan warna keputihan pada kulit penggunanya yang umum disebut sebagai whitecast.
Tabir surya kimiawi bekerja dengan sistem yang berbeda dengan tabir surya fisik, yaitu dengan menyerap sinar UV dan mengubahnya menjadi panas kemudian dikeluarkan dari kulit. Kandungan umum yang digunakan dalam tabir surya kimiawi adalah oxybenzone, avobenzone, octisalate, octocrylene, homosalate, dan octinoxate. Kelebihan tabir surya kimiawi tidak meninggalkan residu putih atau whitecast dan ringan dikulit. Namun kekurangannya tidak tahan air, membutuhkan waktu penyerapan sebelum efektif bekerja dibawah sinar matahari, dan berpotensi menimbulkan alergi di kulit.
Pastikan produk sunscreen Anda memberikan perlindungan optimal! Lakukan uji SPF di IML Research untuk memastikan kualitas dan efektivitasnya. Hubungi tim ahli kami sekarang untuk konsultasi gratis dan mulai uji SPF produk Anda. Nantikan artikel kami selanjutnya untuk informasi menarik lainnya!
Referensi :
Fields SW. Sunscreens: mechanisms of action, use, and excipients. IJPC. 2008;6(1):4–5.
Stefanidis SD, Karakoulia SA, Kalogiannis KG, Iliopoulou EF, Delimitis A, Yiannoulakis H, et al. Natural magnesium oxide (MgO) catalysts: A cost-effective sustainable alternative to acid zeolites for the in situ upgrading of biomass fast pyrolysis oil. Appl Catal B. 2016 Nov;196:155– 73.
Zhou Y, Qian Y, Wang J, Qiu X, Zeng H. Bioinspired Lignin-Polydopamine Nanocapsules with Strong Bioadhesion for Long-Acting and High-Performance Natural Sunscreens. Biomacromolecules. 2020 Aug 10;21(8):3231–41
Sun Protection Factor (SPF) | FDA [Internet]. [cited 2021 Dec 10]. Available from: https://www.fda.gov/about-fda/center-drugevaluation-and-research-cder/sun-protectionfactor-spf



