Time-Kill Assay: Cara Mengetahui Seberapa Cepat Mikroorganisme Dapat Dibunuh

Ketika suatu bahan dinyatakan memiliki aktivitas antimikroba, pertanyaan berikutnya yang sering muncul adalah: seberapa cepat bahan tersebut mampu menghambat atau membunuh mikroorganisme? Informasi ini sangat penting karena efektivitas antimikroba tidak hanya ditentukan oleh konsentrasinya, tetapi juga oleh kecepatan kerjanya terhadap mikroba target.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, para peneliti menggunakan Time-Kill Assay, yaitu metode yang mengamati perubahan jumlah mikroorganisme hidup selama periode waktu tertentu setelah terpapar agen antimikroba. Melalui metode ini, efektivitas suatu bahan dapat dievaluasi secara lebih mendalam dibandingkan pengujian yang hanya menghasilkan satu nilai konsentrasi.

Daftar Isi:

Mengenal Lebih Dalam, Apa itu Time-Kill Assay?

Time-Kill Assay merupakan metode pengujian antimikroba yang digunakan untuk mengevaluasi perubahan jumlah mikroorganisme hidup setelah terpapar suatu agen antimikroba dalam periode waktu tertentu. Berbeda dengan metode yang hanya menghasilkan satu nilai seperti Minimum Inhibitory Concentration (MIC), metode ini mampu menunjukkan bagaimana efektivitas antimikroba berubah dari waktu ke waktu.

Pengujian dilakukan dengan menyiapkan beberapa tabung atau sumur yang berisi media pertumbuhan dan berbagai konsentrasi agen antimikroba, misalnya 0,25x MIC, 1x MIC, dst. Mikroorganisme uji kemudian diinokulasikan ke setiap tabung dengan kepadatan awal yang sama sebesar 5 × 10⁵ CFU/mL agar hasil yang diperoleh dapat dibandingkan secara akurat.

Setelah inokulasi, sampel diinkubasi pada kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan mikroorganisme. Pada interval waktu yang telah ditentukan, seperti 0, 4, 6, 8, 10, 12, dan 24 jam, sebagian sampel diambil dan ditanam pada media agar yang sesuai untuk menghitung jumlah mikroorganisme hidup dalam satuan colony-forming unit (CFU/mL).

Prinsip kerja metode ini didasarkan pada pemantauan perubahan jumlah mikroorganisme hidup selama masa paparan terhadap agen antimikroba. Dengan membandingkan jumlah koloni yang terbentuk pada setiap titik waktu, peneliti dapat melihat apakah populasi mikroba mengalami penurunan, tetap stabil, atau justru kembali meningkat selama pengujian.

Hasil Time-Kill Assay biasanya disajikan dalam bentuk grafik hubungan antara waktu dan jumlah mikroorganisme hidup. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan tingkat efektivitas agen antimikroba, kecepatan kerjanya, potensi aktivitas bakterisidal atau fungisidal, serta kemungkinan adanya interaksi sinergis atau antagonis apabila digunakan dalam kombinasi.

Kelebihan dan Keterbatasan Time-Kill Assay yang Perlu Diketahui

Keunggulan utama Time-Kill Assay adalah kemampuannya memberikan informasi yang lebih lengkap dibandingkan metode pengujian antimikroba statis. Metode ini tidak hanya menunjukkan apakah suatu mikroorganisme terhambat atau terbunuh, tetapi juga menggambarkan laju dan pola aktivitas antimikroba selama periode pengamatan.

Pengamatan yang dilakukan pada beberapa interval waktu memungkinkan peneliti memperoleh gambaran mengenai kinetika pembunuhan mikroba. Informasi ini sangat bermanfaat untuk menentukan konsentrasi dan lama paparan yang optimal dalam pengembangan produk atau penelitian antimikroba.

Keunggulan lainnya adalah kemampuan metode ini dalam membedakan efek bakteriostatik dan bakterisidal. Selain itu, Time-Kill Assay juga banyak digunakan untuk mengevaluasi kombinasi beberapa agen antimikroba guna mengidentifikasi adanya efek sinergis, aditif, atau antagonis.

Meskipun demikian, metode ini memiliki beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan. Proses pengujian memerlukan pengambilan sampel berulang, penanaman pada media agar, serta perhitungan koloni pada setiap titik waktu, sehingga membutuhkan waktu, tenaga, dan sumber daya yang relatif lebih besar dibandingkan metode lain seperti MIC.

Lakukan Time-Kill Assay di IML Testing & Research

Ingin mengetahui aktivitas antimikroba produk atau bahan yang Anda kembangkan secara lebih akurat dan terstandarisasi? IML Testing and Research siap membantu melalui layanan pengujian mikrobiologi yang sesuai dengan kebutuhan industri maupun penelitian.

Author: Dherika
Editor: Lina

Referensi

Balouiri, M., Sadiki, M., & Saad, K.I. (2016). Methods for In Vitro Evaluating Antimicrobial Activity: A Review. Journal of Pharmaceutical Analysis, 6, 71-79. http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0/.

Hossain, T.J. (2024). Methods for Screening and Evaluation of Antimicrobial Activity: A Review of Protocols, Advantages, and Limitations. European Journal of Microbiology and Immunology, 14(2), 97-115. Doi: 10.1556/1886.2024.00035.

Share your love

Hubungi kami untuk informasi yang Anda perlukan.

Silakan konsultasikan kebutuhan pengujian produk Anda dengan tim ahli kami secara gratis.

Formulir Kontak