Ramah Lingkungan Bukan Berarti Tanpa Risiko Mengapa Biopestisida Fungi Perlu Uji Laboratorium?

Biopestisida berbasis fungi semakin populer karena dianggap lebih ramah lingkungan dan mampu mengendalikan hama tanpa menimbulkan dampak besar terhadap ekosistem. Saat ini, banyak petani mulai beralih dari pestisida kimia menuju agen hayati seperti Beauveria bassiana, Metarhizium anisopliae, dan Trichoderma karena efektivitasnya yang tinggi dan keamanannya yang lebih baik bagi tanaman.

Namun, penggunaan mikroorganisme sebagai bahan pestisida tetap membutuhkan perhatian khusus, terutama terkait paparan terhadap manusia. Pengguna bisa saja terpapar secara langsung atau tidak langsung, sehingga perlu dipahami bagaimana risiko tersebut dinilai dan dikelola.

Paparan Zat Pestisida: Melalui Makanan vs. Melalui Kontak Lingkungan

Istilah dietary exposure adalah paparan suatu zat berbahaya melalui makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari. Dalam konteks biopestisida fungi, paparan ini bisa terjadi jika sisa spora atau metabolit jamur masih menempel pada hasil panen.

Paparan jenis ini penting untuk dievaluasi karena menyangkut keamanan pangan yang rutin dikonsumsi masyarakat. Sementara itu, non-dietary exposure merujuk pada paparan yang tidak terkait makanan, melainkan kontak lingkungan, seperti melalui kulit, pernapasan, atau kontak tidak sengaja lainnya.

Pekerja yang menyemprot pestisida berpotensi menghirup atau terkena spora jamur saat proses aplikasi. Paparan ini sering kali dianggap lebih tinggi karena terjadi pada jarak dekat dan dalam intensitas yang lebih besar.

Perbedaan antara kedua jenis paparan ini penting untuk dipahami karena masing-masing memiliki jalur masuk dan dampak yang berbeda terhadap tubuh manusia. Dengan memahami keduanya, kita bisa mengevaluasi sejauh mana penggunaan biopestisida aman dalam berbagai situasi.

Baik paparan melalui makanan atau melalui kontak lingkungan menjadi dasar penting dalam proses penilaian risiko. Tanpa evaluasi yang tepat, produk yang dianggap ramah lingkungan pun tetap bisa menimbulkan risiko, terutama jika digunakan tanpa regulasi yang jelas.

Potensi Mekanisme Paparan Biopestisida Berbasis Fungi Terhadap Manusia

Paparan dari pestisida berbasis fungi bisa terjadi dari beberapa jalur, tergantung bagaimana produk tersebut digunakan. Pada pekerja sebagai pengendali hama di lapangan, paparan paling umum berasal dari kontak langsung saat mencampur, memuat, atau menyemprot biopestisida.

Spora jamur yang ringan dan mudah mengudara dapat terhirup atau menempel pada kulit. Di sisi lain, masyarakat sekitar area pertanian juga bisa mengalami paparan tidak langsung melalui udara atau debu, terutama saat kondisi angin membawa spora ke lingkungan pemukiman.

Meski intensitasnya lebih kecil dibanding pekerja, paparan seperti ini tetap diperhitungkan dalam penilaian risiko. Pada konsumen, paparan biasanya terjadi melalui bahan pangan yang masih mengandung spora hidup atau metabolit yang dihasilkan jamur.

Beberapa fungi memang tidak berbahaya, namun beberapa dapat menghasilkan senyawa toksik yang harus dievaluasi lebih dalam. Oleh karena itu, residu mikroba pada hasil panen tidak boleh diabaikan.

Selain metabolit, keberadaan spora yang masih hidup pada permukaan tanaman dapat berpotensi tumbuh atau bertahan selama penyimpanan. Hal ini membuat proses penilaian risiko menjadi semakin penting karena kondisi penyimpanan dan penanganan pascapanen juga bisa memengaruhi tingkat paparan.

Bagaimana Penilaian Risiko Biopestisida Berbasis Fungi Dilakukan?

Penilaian risiko dimulai dengan mengidentifikasi jalur paparan yang mungkin terjadi, baik melalui makanan maupun kontak langsung. Untuk paparan non-dietary, model penilaian biasanya menghitung seberapa banyak spora yang kemungkinan terhirup atau menyentuh kulit pekerja.

Untuk paparan melalui makanan, perhitungan dilakukan untuk melihat apakah residu jamur atau metabolit pada hasil panen berada pada tingkat yang aman dikonsumsi. Pendekatan ini biasa dilakukan dengan membandingkan paparan harian dengan batas aman yang ditentukan oleh lembaga regulasi.

Model seperti ini membantu memastikan produk aman sebelum sampai ke konsumen. Selain menghitung jumlah paparan, penilaian risiko juga melihat karakteristik jamur itu sendiri.

Apakah jamur dapat menginfeksi manusia? Apakah menghasilkan toksin tertentu? Informasi ini penting untuk menilai apakah spora yang tertinggal pada tanaman masih aman jika masuk ke tubuh manusia.

Terakhir, hasil penilaian risiko digunakan untuk memberikan rekomendasi penggunaan yang tepat, seperti dosis, frekuensi aplikasi, hingga waktu aman sebelum panen. Dengan langkah-langkah tersebut, biopestisida berbasis fungi dapat digunakan secara aman, efektif, dan tetap ramah lingkungan.

Baca juga:
Konsep Biomimetik dalam Pengembangan Pestisida Alami

Meskipun biopestisida berbasis fungi dikenal lebih ramah lingkungan, aspek keamanan dan mutu produk tetap perlu dibuktikan melalui pengujian laboratorium. Paparan melalui makanan maupun kontak lingkungan menunjukkan bahwa setiap produk pestisida, termasuk yang berbasis mikroorganisme, harus melalui evaluasi yang terukur sebelum digunakan secara luas.

Author: Dherika
Editor: Sabilla Reza

Referensi:

Bamisile, B.S., Akutse, K.S., Junaid, A.S., & Yijuan, X. (2021). Model Application of Entomopathogenic Fungi as Alternatives to Chemical Pesticides: Prospects, Challenges, and Insights for Next-Generation Sustainable Agriculture. Front Plant Sci, 12, 741804.

EFSA. (2022). Guidance on the Assessment of Exposure of Operators, Workers, Residents and Bystanders in Risk Assessment of Plant Protection Products. EFSA J, 20(1), 7032.

Wend, K., Zorrilla, L., Freimoser, F.M., & Gallet, A. (2024). Microbial Pesticides – Challenges and Future Perspectives for Testing and Safety Assessment with Respect to Human Health. Environmental health, 23, 49, 1-29. https://doi.org/10.1186/s12940-024-01090-2.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi kami untuk informasi yang Anda perlukan.

Silakan konsultasikan kebutuhan pengujian produk Anda dengan tim ahli kami secara gratis.

Formulir Kontak