
Potensi Daun Kelor sebagai Bahan Obat Herbal untuk Pencegahan Stunting

- Stunting sebagai Tantangan Kesehatan Nasional
- Dampak Stunting terhadap Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia
- Peran Asupan Nutrisi dalam Upaya Pencegahan Stunting
- Kandungan Gizi Daun Kelor untuk Mendukung Pertumbuhan Anak
- Pengembangan Daun Kelor dalam Produk Obat Herbal
- Pentingnya Pengujian Laboratorium pada Obat Herbal Berbahan Daun Kelor
Stunting sebagai Tantangan Kesehatan Nasional
Menurut World Health Organization (WHO), stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak karena kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan tinggi badan berada di bawah standar.
Secara global, anak digolongkan mengalami stunting bila tinggi panjangnya berada di bawah -2 standar deviasi dari median standar pertumbuhan anak WHO sesuai usia dan jenis kelaminnya. Menurut hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi stunting Indonesia mencapai 19,8%.
Dampak Stunting terhadap Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia
Permasalahan stunting terjadi akibat kondisi gizi buruk pada ibu dan anak yang disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi selama kehamilan dan dalam 1000 hari pertama kehidupan. Dampak jangka pendek stunting meliputi meningkatnya risiko penyakit dan kematian, perkembangan kognitif yang tidak optimal, serta membesarnya biaya kesehatan.
Dalam jangka panjang, stunting dapat menyebabkan kapasitas belajar dan keterampilan yang tidak maksimal, serta produktivitas yang menurun. Akibatnya, kondisi ini dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi, memperburuk kemiskinan, dan memperlebar ketimpangan kesejahteraan suatu negara.
Stunting menjadi perhatian serius, terutama karena Indonesia sedang memasuki fase penting dalam struktur kependudukan. Indonesia diperkirakan akan mencapai puncak bonus demografi sekitar tahun 2030.
Bonus demografi terjadi ketika jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) jauh lebih besar dibandingkan jumlah penduduk usia nonproduktif (>65 tahun). Kondisi ini dapat menjadi peluang besar sekaligus tantangan bagi negara.
Salah satu ancaman yang dapat menghambat kualitas generasi produktif tersebut adalah stunting, karena berdampak pada menurunnya kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Maka dari itu, pencegahan stunting menjadi indikator penting dalam membangun kesejahteraan suatu negara.
Baca juga:
Beginilah Cara Mengetahui Obat Tradisional yang Aman Dikonsumsi
Peran Asupan Nutrisi dalam Upaya Pencegahan Stunting

Sumber : freepik.com
Pencegahan stunting memerlukan asupan nutrisi penting yang seimbang, termasuk protein, zinc, zat besi, yodium, vitamin A, vitamin B12, dan vitamin D. Kebutuhan beragam nutrisi ini dapat dipenuhi melalui pemanfaatan sumber daya alam.
Indonesia sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, memiliki potensi besar terutama pada keanekaragaman tumbuhan. Pemanfaatan sumber daya alam ini secara optimal dapat memberikan manfaat luas, baik dalam meningkatkan kesehatan masyarakat maupun dalam mendorong perekonomian, misalnya melalui peningkatan pendapatan petani.
Kandungan Gizi Daun Kelor untuk Mendukung Pertumbuhan Anak
Salah satu potensi alam tersebut adalah Moringa oleifera atau daun kelor. Daun kelor mempunyai banyak kandungan nutrisi yang dapat berperan penting dalam masa pertumbuhan anak.
Pada daun kelor, terdapat 96 nutrisi dan 46 antioksidan. Daun kelor mengandung vitamin A lebih banyak dibandingkan wortel, vitamin C lebih tinggi dari jeruk, kalsium lebih banyak dari susu, serta kalium lebih tinggi dari pisang sehingga dapat meningkatkan status gizi suatu individu.
Selain itu, daun kelor juga merupakan sumber zat besi dan serat yang baik. Daun kelor mengandung zat besi sembilan kali lebih banyak dari bayam dan serat empat kali lebih tinggi dibandingkan oats.
Sebagai tanaman yang kaya akan nutrisi, daun kelor dapat dijadikan sebagai solusi praktis dalam upaya pencegahan stunting. Kandungan nutrisi daun kelor menjadikannya sebagai salah satu sumber pangan lokal potensial untuk mendukung pertumbuhan optimal anak. Dengan pemanfaatan yang tepat, daun kelor dapat menjadi langkah strategis menuju generasi Indonesia bebas stunting.
Baca juga artikel ini:
Memahami Pentingnya Uji Toksisitas Oral dalam Pengembangan Obat Herbal Berkualitas Tinggi
Pengembangan Daun Kelor dalam Produk Obat Herbal
Sebagai tanaman yang kaya akan nutrisi, daun kelor memiliki potensi besar untuk dikembangkan tidak hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga sebagai bahan aktif dalam produk obat herbal yang ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi dan pencegahan stunting.
Namun, pemanfaatan daun kelor dalam bentuk sediaan herbal memerlukan perhatian khusus terhadap mutu, keamanan, dan konsistensi kandungan nutrisinya. Kandungan vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif dalam daun kelor dapat bervariasi tergantung pada lokasi tumbuh, metode pengolahan, serta proses formulasi produk.
Selengkapnya:
Ancaman Peredaran Obat Herbal Berbahaya, IML Testing and Research Dukung BPOM Imbau Produsen Obat di Indonesia
Pentingnya Pengujian Laboratorium pada Obat Herbal Berbahan Daun Kelor
Oleh karena itu, pengujian laboratorium menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa obat herbal berbahan daun kelor benar-benar mengandung kadar nutrisi yang sesuai, bebas dari cemaran berbahaya, dan aman untuk dikonsumsi, khususnya oleh kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak-anak.
Dengan pengujian yang tepat, produk obat herbal berbasis daun kelor dapat berperan secara optimal sebagai solusi pendukung dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Pastikan produk obat herbal berbahan daun kelor Anda aman, bermutu, dan teruji.
IML Testing and Research siap mendukung pengujian produk obat herbal melalui layanan laboratorium yang akurat dan andal.
Author: Jihan
Editor: Sabilla Reza
Referensi:
de Onis, M., & Branca, F. (2016). Childhood stunting: a global perspective. Maternal & child nutrition, 12 Suppl 1(Suppl 1), 12–26. https://doi.org/10.1111/mcn.12231
Khan, F., Nasir, F., Ikram, H., Bilal, A., Fatima, M., & Shad, M. (2022). Moringa oleifera: A miraculous plant to combat malnutrition. Acta Scientific Nutritional Health, 32–37. https://doi.org/10.31080/asnh.2022.06.1135
World Health Organization (WHO). (2018). Reducing stunting in children: equity considerations for achieving the global targets 2025. https://www.who.int/publications/i/item/9789241513647



