Peran Uji Pestisida dalam Pengembangan Pestisida Berbasis Virus

Penggunaan pestisida berbasis biologis sedang banyak dikembangkan karena dipandang lebih ramah lingkungan. Banyak objek biologis yang mulai menjadi perhatian para ilmuwan, salah satunya adalah makhluk kecil seperti virus.

Virus diketahui menyerang secara spesifik terhadap serangga, termasuk serangga hama. Sifat selektif yang dimilikinya menjadikan pestisida berbasis virus sebagai salah solusi yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah dengan hama pengganggu. Artikel ini akan menjelaskan hal-hal menarik terkait pestisida berbasis virus tersebut.

Pengendalian Hama dengan Pestisida Berbasis Virus, Apakah Bisa?

Pestisida berbasis virus adalah biopestisida yang memanfaatkan virus alami untuk mengendalikan hama, terutama serangga hama. Para ilmuwan telah menemukan beberapa jenis virus bisa menginfeksi hewan, termasuk serangga. Salah satu contohnya adalah baculovirus, virus yang secara alami menyerang larva Lepidoptera. 

Seperti yang diketahui bahwa siklus hidup serangga yang paling mengganggu adalah ketika mereka di fase larva atau sering disebut sebagai ulat. Virus dapat menyerang ulat yang sedang aktif memakan tanaman. Mereka bekerja setelah ulat memakan bagian tanaman yang terkontaminasi, lalu secara perlahan menginfeksi tubuhnya hingga menyebabkan kematian.

Ada beberapa karakteristik menarik dari baculovirus yang sering digunakan sebaga pestisida. Virus ini memiliki DNA ganda yang dilindungi kapsid kuat, sehingga cukup stabil meski disimpan lama. Sifatnya juga sangat spesifik membuatnya tidak berbahaya bagi manusia, hewan ternak, tanaman, maupun musuh alami hama.

Penggunaan baculovirus sudah diterapkan di berbagai jenis tanaman budidaya. Misalnya, Cydia pomonella granulovirus (CpGV) untuk mengendalikan hama penggerek apel, atau Helicoverpa armigera nucleopolyhedrovirus (HearNPV) yang efektif menekan populasi ulat pada kapas dan jagung. Setiap jenis virus memiliki target hama tertentu sehingga penggunaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Pestisida Berbasis Virus yang Dianggap Lebih Menguntungkan

Salah satu kelebihan terbesar pestisida berbasis virus adalah tingkat keamanannya. Virus tidak menimbulkan risiko bagi manusia, pekerja lapangan, maupun konsumen karena hanya menyerang satu jenis atau kelompok serangga tertentu. Hal ini membuatnya sangat cocok untuk pertanian organik atau sistem budidaya yang mengutamakan keamanan pangan.

Virus yang mudah terurai secara alami menjadi nilai lebih karena artinya mereka tidak meninggalkan residu berbahaya. Berbeda dengan pestisida kimia yang bisa menetap lama di lingkungan, virus baculovirus akan rusak secara alami sehingga dampak lingkungannya relatif minimal. Dengan munculnya tuntutan pertanian berkelanjutan, keunggulan ini menjadi sangat penting bagi banyak petani.

Mengapa Pengembangan Pestisida Berbasis Virus Masih Perlu Banyak Upaya?

Walaupun menawarkan banyak manfaat, pestisida virus masih memiliki beberapa tantangan. Salah satunya adalah biaya produksi yang masih cukup tinggi karena virus perlu diperbanyak dengan suatu metode. Proses ini memerlukan waktu dan fasilitas khusus sehingga harga produk jadi lebih mahal.

Virus memiliki sifat yang sangat sensitif terhadap sinar ultraviolet. Sinar itu dapat merusak virus setelah aplikasi di lapangan. Kondisi ini membuat petani perlu melakukan penyemprotan berulang agar efektivitas tetap terjaga.

Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, pestisida berbasis virus tetap menjadi salah satu inovasi yang menjanjikan dalam pengendalian hama modern. Upaya pengembangan teknologi dan formulasi yang lebih stabil diharapkan dapat mengatasi berbagai keterbatasan tersebut sehingga pestisida berbasis virus dapat digunakan secara lebih luas di masa depan.

Pengembangan pestisida berbasis virus seperti baculovirus tidak hanya bergantung pada selektivitas dan keamanannya, tetapi juga pada kualitas produk dan konsistensi kinerjanya di lapangan. Stabilitas virus, kemampuan infeksi terhadap hama target, serta keamanan terhadap organisme nontarget perlu dibuktikan melalui pengujian laboratorium yang terstandar. 

Tanpa data uji yang kuat, potensi pestisida berbasis virus sulit dimaksimalkan dan diaplikasikan secara luas. IML Testing and Research mendukung pengembangan pestisida berbasis virus melalui layanan uji laboratorium yang komprehensif, mulai dari pengujian stabilitas dan kualitas biopestisida, evaluasi efektivitas biologis terhadap hama target, hingga uji keamanan untuk mendukung penggunaan yang bertanggung jawab. 

Konsultasikan kebutuhan pengujian produk biopestisida Anda bersama IML Testing and Research untuk memastikan solusi pengendalian hama yang aman, efektif, dan berkelanjutan.

Author: Dherika
Editor: Sabilla Reza

Referensi:

Wend, K., Zorrilla, L., Freimoser, F.M., & Gallet, A. (2024). Microbial Pesticides – Challenges and Future Perspectives for Testing and Safety Assessment with Respect to Human Health. Environmental health, 23, 49, 1-29. https://doi.org/10.1186/s12940-024-01090-2.

Gelaye, Y., & Negash, B. (2023). The Role of Baculoviruses in Controlling Insect Pests: A Review. Cogent Food & Agriculture, 9(1), 1-12. https://doi.org/10.1080/23311932.2023.2254139.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi kami untuk informasi yang Anda perlukan.

Silakan konsultasikan kebutuhan pengujian produk Anda dengan tim ahli kami secara gratis.

Formulir Kontak