Mengenali Bakteri Streptococcus β-hemolitik grup A Penyebab Strep Throat: Gejala, Diagnosis, dan Cara Mengobatinya

Faringitis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus β-hemolitik grup A (GABHS), yang biasanya dikenal sebagai strep throat. Streptococcus Grup A (GAS) termasuk pada spesies bakteri Streptococcus pyogenes, yaitu bakteri gram-positif yang memiliki morfologi berantai. GAS terdapat secara luas dan tersebar di alam, serta dapat beradaptasi pada tubuh manusia. Bakteri ini dikenal bisa menyerang saluran pernapasan atas dan kulit manusia. Individu yang terkena infeksi GAS dapat menyebabkan angka kematian yang tinggi.  

Setiap tahunnya terdapat lebih dari 616 juta kasus baru strep throat di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, bakteri ini menginfeksi 5-15% orang dewasa dan 15-35% anak-anak. Gejala GABHS ini meliputi nyeri tenggorokan, demam, sakit kepala, dan menggigil. Gejala lainnya bisa nyeri perut, mual, dan muntah. Individu dengan strep throat biasanya tidak mengalami batuk, pilek, atau konjungtivitis. 

Bahkan, gejala dapat lebih parah jika tidak segera diobati, dapat menyebabkan demam rematik akut, penyakit jantung rematik, bakteremia, abses peritonsilar, dan lain-lain. Penularan GABHS dapat terjadi melalui kontak dengan sekresi saluran pernapasan dari individu yang terinfeksi. Ketika individu terinfeksi, bakteri mengalami inkubasi di dalam tubuh yang berlangsung antara 2-5 hari. Untuk mencegah dan menangani penyakit ini, mari simak penjelasan metode untuk mendiagnosis infeksi, pedoman klinis, dan penggunaan antibakteri.

Metode Diagnosis Strep Throat

Gejala GABHS terkadang mirip dengan gejala penyebab non-GABHS dan virus dari faringitis akut. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemeriksaan fisik dengan keakuratan yang tinggi dan pemeriksaan riwayat kesehatan pasien dalam mendiagnosis GABHS. Terdapat lima metode diagnosis yang dapat digunakan untuk mendeteksi infeksi GABHS dengan akurat, yaitu sistem skor klinis, tes deteksi antigen cepat, kultur tenggorokan, dan tes amplifikasi asam nukleat. 

Skor klinis merupakan cara diagnosis menggunakan gejala klinis, seperti demam, nyeri tenggorokan, dan tidak ada batuk untuk menghitung skor risiko. Metode rapid antigen detection test merupakan metode diagnosis yang cepat dan mudah digunakan. Cara metode ini menggunakan swab untuk mengambil sampel pada tenggorokan, dan sampel akan dideteksi menggunakan antigen spesifik GABHS. 

Kultur tenggorokkan dilakukan menggunakan swab faring dan tonsil yang ditanam pada media darah domba 5%. Identifikasi bakteri dilakukan melalui morfologi koloni, pewarnaan Gram, dan serogrup. Tes amplifikasi asam nukleat bekerja dengan mendeteksi gen spesifik GABHS melalui amplifikasi DNA. 

Penanganan dan Pencegahan GABHS

Meredakan gejala GABHS dapat diobati menggunakan obat asetaminofen atau paracetamol. Pengobatan juga dapat dilakukan menggunakan antibiotik dengan spektrum yang sempit, seperti penisilin V dengan durasi pengobatan selama 10 hari. Jenis antibiotik lainnya jika alergi terhadap penisilin, dapat menggunakan amoksisilin, azitromisin, sefalosporin, dan klaritromisin. Bakteri penyebab GABHS diketahui belum menunjukkan resistensi terhadap penisilin. Namun, penggunaan antibiotik perlu dipertimbangkan lagi karena khawatir dengan resistensi antibiotik terhadap Streptococcus pyogenes

Infeksi oleh S. pyogenes dapat dicegah dengan mencuci tangan menggunakan antiseptik. Sampai saat ini belum ada vaksin khusus untuk infeksi bakteri tersebut, namun peneliti sedang mencoba mengembangkannya. Kesulitan peneliti dalam mengembangkan vaksin ini adalah karena strain S. pyogenes yang sangat bervariasi di lingkungan dan memerlukan waktu juga relawan yang diperlukan sebagai percobaan. 

Radang tenggorokkan jangan kita anggap hal yang sepele karena jika disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti Streptococcus pyogenes, bisa berkembang menjadi gejala yang lebih serius. Penangan infeksi ini perlu dilakukan diagnosis berbasis gejala dan tes laboratorium hingga pemilihan antibiotik yang sesuai. Selain itu, penting juga adanya edukasi yang berkelanjutan untuk masyarakat akan kebersihan dan kesehatan. 

Baca juga:
Uji Efektivitas Obat Kumur dalam Mengatasi Gangguan Oral : Strategi Pengujian dan Implikasi

Pastikan setiap produk kesehatan yang Anda edarkan—baik obat kumur, lozenges, throat spray, antiseptik mulut, maupun produk herbal untuk tenggorokan—telah melalui pengujian mikrobiologi dan keamanan yang ketat. Laboratorium pengujian terpercaya membantu memastikan produk Anda bebas kontaminasi, memenuhi standar regulasi, dan aman digunakan masyarakat. Konsultasikan kebutuhan uji produk kesehatan Anda dengan laboratorium terpercaya serta terakreditasi dan pastikan kualitas brand Anda selalu terjaga.

Author: Safira
Editor: Sabilla Reza

Referensi:

Mustafa, Z., & Ghaffari, M. (2020). Diagnostic methods, clinical guidelines, and antibiotic treatment for Group A streptococcal pharyngitis: A narrative review. Frontiers in Cellular and Infection Microbiology, 10, 563627. https://doi.org/10.3389/fcimb.2020.563627 

Newberger R, Hollingshead CM. Group A Streptococcal Infections. [Updated 2025 Jan 14]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559240/

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi kami untuk informasi yang Anda perlukan.

Silakan konsultasikan kebutuhan pengujian produk Anda dengan tim ahli kami secara gratis.

Formulir Kontak