Mencegah Tingkat Toksisitas Jamur Aspergillus niger di Sekitar Kita

Aspergillus niger merupakan jamur filamen dari kelompok Ascomycota. Jamur ini hidup di alam sebagai saproba tanah, yakni organisme yang memperoleh nutrisi dari bahan organik mati. Peran tersebut berkaitan dengan proses penguraian biomassa tumbuhan, sehingga secara langsung mereka berkontribusi dalam menjaga keseimbangan siklus karbon di lingkungan.

Jamur A. niger juga dikenal sebagai patogen oportunistik pada tumbuhan, hewan, dan manusia. Di industri pangan, terutama pada fase pasca panen, jamur ini dilaporkan sering mengkolonisasi biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas bahan pangan.

Di sisi lain, di bidang kesehatan, jamur A. niger dikenal dapat memproduksi berbagai jenis mikotoksin yang berdampak buruk bagi kesehatan hewan dan manusia apabila terpapar dalam jumlah tertentu. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenal karakteristik dan potensi bahaya mikroorganisme ini. Melalui artikel ini kamu bisa lebih tahu, seberapa toksik jamur A. niger ini?

Daftar Isi :

Kenali Berbagai Jenis Mikotoksin dariAspergillus niger

Jamur Aspergillus niger mampu menghasilkan berbagai jenis mikotoksin, di antaranya kristal asam oksalat, asam kojat, senyawa siklik pentapeptida yang disebut malformin, serta mikotoksin yang lebih berbahaya lagi seperti okratoksin A dan fumonisin. Tingkat toksisitas senyawa-senyawa tersebut bervariasi, mulai dari sedang hingga sangat toksik, tergantung pada strain dan kondisi genetiknya.

Asam oksalat adalah senyawa yang paling banyak disebutkan di banyak literatur. Beberapa referensi menjelaskan bahwa A. niger mampu memproduksi asam oksalat dalam jumlah besar. Senyawa ini diduga berperan dalam sifat patogeniknya.

A. niger juga dikenal sebagai salah satu jamur yang dapat memproduksi okratoksin A dan fumonisin. Kontaminasi okratoksin A dapat terjadi di berbagai produk pangan, seperti jagung dan gandum. Sedangkan, kontaminasi fumonisin (B2 dan B4) diketahui dapat terjadi pada tanaman anggur.

Dampak Mikotoksin Aspergillus nigerBagi Kesehatan

Aspergillus niger umumnya tidak menyebabkan infeksi pada individu yang sehat. Mereka berpotensi menimbulkan penyakit ketika menginfeksi individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Oleh karena itu, A. niger dikenal sebagai environmental opportunistic pathogens (EOPs).

Beberapa spesies jamur dalam genus Aspergillus dilaporkan dapat menyebabkan penyakit aspergilosis, termasuk A. niger. Penyakit aspergilosis terjadi karena individu terpapar jamur A. niger secara terus-menerus dalam jangka waktu lama, misalnya akibat lingkungan tempat tinggal atau tempat kerja yang memiliki tingkat kontaminasi spora yang tinggi sepanjang tahun.

Penyakit aspergilosis memiliki banyak jenis, di mana aspergilosis invasif merupakan jenis yang mematikan bagi seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah. Hal ini dikarenakan spora dari jamur masuk ke saluran pernapasan dan memicu infeksi paru-paru. Juga, dalam kondisi tertentu dapat masuk ke pembuluh darah dan menyebar ke organ lain seperti hati, ginjal, hingga otak.

Akhir-akhir ini, penyakit aspergilosis sering dikaitkan dengan penyakit tuberkulosis (TB). Beberapa kasus menunjukkan bahwa pasien dengan riwayat TB lebih rentan terkena penyakit aspergilosis, karena kondisi paru-paru biasanya sudah mengalami kerusakan atau penurunan daya tahan lokal.

Selain menyebabkan aspergilosis, A. niger juga mampu menghasilkan okratoksin A yang bersifat nefrotoksik. Toksin ini dapat merusak ginjal dan berpotensi menurunkan sistem kekebalan tubuh. Dampak okratoksin A menjadi perhatian serius dalam keamanan pangan karena toksin ini dapat masuk ke dalam rantai makanan dan membahayakan kesehatan manusia, terutama pada kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak.

Oleh karena itu, pengawasan mutu bahan pangan, penerapan metode penyimpanan yang tepat, serta pengendalian pertumbuhan jamur sangat penting untuk mencegah kontaminasi mikotoksin yang dihasilkan oleh A. niger.

Pastikan Produk dan Lingkungan Anda Aman dari Risiko Jamur

Aspergillus niger dapat menjadi ancaman tersembunyi yang berdampak pada kesehatan dan kualitas produk. Tanpa pengujian yang tepat, tingkat toksisitasnya sulit diketahui secara pasti.

Lakukan uji toksisitas dan uji mikrobiologi bersama IML Testing and Research untuk memastikan produk Anda aman, terkontrol, dan memenuhi standar industri.

Author: Dherika
Editor : Alphi

Referensi

Navale, V., Vamkudoth, K.R., Shanthipriya, A., & Vaibhavi, D. (2021). Aspergillus derived mycotoxins in food and the environment: Prevalance detection, and toxicity. Toxicology Reports, 8, 1008-1030.

Ramesh, K.V., Bhaskar, B., Salam, S.A., Pilla, A., & Kumar, Ch.S.K. (2021). Impact of Aspergillus niger agriculture and industry: A review. The Pharma Innovation Journal, 10(6), 1365-1370.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi kami untuk informasi yang Anda perlukan.

Silakan konsultasikan kebutuhan pengujian produk Anda dengan tim ahli kami secara gratis.

Formulir Kontak