Kenali Reaksi Syok Anafilaksis! – Mulai dari Pencegahan dan Langkah Pertolongan Pertama

Reaksi syok anafilaksis adalah reaksi alergi berat yang terjadi secara tiba-tiba akibat respons berlebihan terhadap alergen, seperti makanan, obat-obatan, gigitan serangga, atau bahan tertentu lainnya. Gejalanya meliputi gatal-gatal, ruam kulit, sesak napas, tekanan darah rendah, jantung berdebar, mual, muntah, hingga kehilangan kesadaran. Kondisi ini dapat berakibat fatal dan menyebabkan kematian dalam waktu singkat, sehingga diperlukan tindakan medis segera untuk menyelamatkan nyawa pasien.

Bagaimana Mekanisme Terjadinya Reaksi Syok Anafilaksis?

Reaksi syok anafilaksis dimulai ketika alergen dikenali oleh sel penyaji antigen (APC) seperti makrofag atau sel dendritik. APC kemudian mempresentasikan alergen kepada sel T di kelenjar getah bening. Sel T ini mengaktifkan sel B untuk memproduksi antibodi imunoglobulin E (IgE) yang spesifik terhadap alergen tersebut. 

IgE yang dihasilkan akan menempel pada permukaan sel mast atau basofil, lalu berikatan dengan alergen, sehingga memicu degranulasi sel mast. Proses ini menyebabkan pelepasan mediator kimiawi secara berlebihan, seperti histamin, leukotrien, prostaglandin, dan sitokin, yang memunculkan gejala reaksi syok anafilaksis.

Faktor Risiko Reaksi Anafilaksis akibat Obat

Berkaitan dengan obat, hanya beberapa faktor risiko yang diketahui dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami reaksi syok anafilaksis. Lansia, misalnya, cenderung mengalami reaksi yang lebih berat. Selain itu, riwayat penyakit kardiovaskular juga menjadi faktor penting, karena kondisi jantung yang lemah membuat tubuh kurang mampu mengatasi reaksi syok anafilaksis. 

Terkait jenis kelamin, meskipun masih diperdebatkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa reaksi syok anafilaksis akibat obat lebih sering terjadi pada wanita. Obat-obatan yang paling sering menyebabkan reaksi syok anafilaksis meliputi antibiotik, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), agen radiokontras injeksi, antineoplastik, antibodi terapeutik, serta agen penghambat neuromuskular yang digunakan selama operasi.

Langkah Pencegahan dan Upaya Mengurangi Risiko

Untuk mencegah reaksi syok anafilaksis, beberapa langkah dapat dilakukan, seperti mengidentifikasi riwayat alergi pasien terhadap obat-obatan, makanan, sengatan serangga, atau zat lain, serta melakukan tes kulit atau tes darah untuk mendeteksi alergen spesifik. Dalam rangka penggunaan obat secara aman, antihistamin atau kortikosteroid dapat diberikan sebelum pengobatan, terutama pada pasien dengan riwayat alergi berat. 

Selain itu, pemberian obat dapat dimulai dengan dosis kecil untuk mengevaluasi respons tubuh sebelum dosis penuh diberikan. Edukasi pasien juga penting untuk selalu mengenali gejala awal alergi, seperti ruam, gatal, atau sesak napas, sehingga tindakan cepat dapat dilakukan sebelum kondisi memburuk.

Tindakan Darurat Saat Reaksi Anafilaksis Terjadi

Mengingat reaksi syok anafilaksis membutuhkan tindakan darurat, pertolongan pertama yang dapat dilakukan, yakni segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan terdekat. Jika pasien memiliki auto-injector epinefrin segera gunakan sesuai dengan instruksi. Penting bagi setiap individu dengan riwayat alergi obat untuk selalu waspada, mengenali gejala awal, dan membawa auto-injector epinefrin jika diperlukan saat bepergian. 

Setiap individu juga harus selalu berkonsultasi dengan tenaga medis untuk memastikan keamanan penggunaan obat dan mencatat riwayat alergi untuk membantu mencegah risiko terjadinya reaksi syok anafilaksis. Dengan pemahaman yang baik dan tindakan yang sigap, risiko terjadinya reaksi syok anafilaksis dapat diminimalkan, sehingga keselamatan dan kualitas hidup tetap terjaga. 

Temukan artikel ilmiah lainnya tentang keamanan obat dan alergi di blog IML Research. Ikuti juga Instagram kami untuk update terbaru dari tim IML Research. 

Author: Devira
Editor: Sabilla Reza

Referensi :

Bruhns, P., & Chollet-Martin, S. (2021). Mechanisms of human drug-induced anaphylaxis. In Journal of Allergy and Clinical Immunology (Vol. 147, Issue 4). https://doi.org/10.1016/j.jaci.2021.02.013.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi kami untuk informasi yang Anda perlukan.

Silakan konsultasikan kebutuhan pengujian produk Anda dengan tim ahli kami secara gratis.

Formulir Kontak