Jangan Takut Dulu! Bakteri Juga Bisa Jadi Sahabat untuk Produk Makanan Anda

Kebanyakan dari kita ketika mendengar bakteri, langsung membayangkan kalau bakteri itu penyakit, buruk, atau sesuatu yang harus dihindari. Sebagian memang ada banyak bakteri yang membahayakan kesehatan manusia. Namun, perlu diketahui bahwa bakteri juga memiliki peran baik untuk menjaga kesehatan tubuh maupun keseimbangan ekosistem. 

Apa itu Bakteri?

Bakteri adalah organisme pertama yang muncul di bumi, bersel tunggal yang tidak memiliki membran inti atau disebut sebagai prokariotik, aktif secara metabolik, dan berkembang biak melalui pembelahan biner. Organisme ini tersebar luas baik dalam bentuk parasit maupun hidup bebas. Bakteri dapat hidup di berbagai lingkungan, seperti tanah, air, makanan, bahkan dalam tubuh manusia. Terdapat tiga bentuk dasar bakteri, yaitu:

  • Bulat
  • Batang
  • Spiral

Masing-masing dari kelompok bentuk ini memiliki banyak variasi. Sel bakteri terdiri dari:

  1. Kapsul
  2. Dinding sel 
  3. Membran plasma
  4. Sitoplasma
  5. DNA
  6. Ribosom
  7. Flagela
  8. Pili untuk menempel

Berdasarkan pewarnaan, bakteri dapat dikelompokkan menjadi bakteri Gram-positif dan Gram-negatif. 

1. Gram-positif

Bakteri Gram-positif memiliki lapisan peptidoglikan tunggal yang tebal di dalam dinding selnya.  Sehingga termasuk sebagai bakteri monoderm, yaitu hanya memiliki satu membran sel (membran sitoplasma). Jenis bakteri yang termasuk dalam Gram-positif adalah Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermis, Streptococcus pneumoniae, Clostridium, and Bacillus anthracis. Sedangkan, bakteri Gram-negatif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tipis dalam dinding selnya dan dikelilingi oleh membran luar (lipopolisakarida).

2. Gram Negatif

Sehingga, bakteri Gram-negatif adalah bakteri diderma, yaitu memiliki dua membran sel (membran sitoplasma dan membran luar). Seringkali, bakteri dianggap membawa dampak negatif, namun banyak diantaranya yang membawa manfaat. Tanpa ada bakteri di dunia ini, kita tidak bisa hidup karena oksigen yang kita hirup diciptakan melalui aktivitas bakteri. 

Manfaat Bakteri untuk Kesehatan Manusia

Bakteri tidak selalu menjadi mikroorganisme penyebab infeksi ataupun penyakit. Bakteri juga memiliki manfaat dalam kehidupan kita sehari-hari. Untuk kesehatan manusia, beberapa jenis bakteri seperti Bifidobacteria dan Lactobacillus sakei merupakan bakteri probiotik yang bermanfaat untuk kesehatan usus, meningkatkan sistem imun, dan memiliki efek anti-inflamasi.

Bakteri probiotik membantu menjaga keseimbangan mikrobiota dalam tubuh sehingga mendukung sistem pencernaan kita. Selain itu, beberapa strain bakteri berpotensi digunakan dalam terapi kanker. Misalnya, Salmonella enterica serovar Typhimurium yang dilemahkan. Bakteri ini mampu menyerang dan menghancurkan sel kanker pada model percobaan.

Kemampuannya dalam menyerang sel kanker, juga menjadikan bakteri, khususnya jalur sekresi Tipe IV, sebagai sistem penghantaran gen atau obat untuk terapi medis. Manfaat lainnya dalam dunia medis, bakteri dapat membantu dalam pengembangan alat diagnostik. Misalnya penggunaan lektin dari siput digunakan untuk mendeteksi Streptococcus pneumoniae secara spesifik.

Manfaat Bakteri untuk Lingkungan

Tidak hanya untuk kesehatan manusia, bakteri juga berperan penting dalam pembersihan lingkungan, yaitu melalui proses bioremediasi. Mereka mampu membantu menguraikan kontaminan berbahaya di tanah dan air, seperti logam berat dan senyawa beracun, menjadi zat yang tidak berbahaya. Bacillus, Mycobacterium, dan Arthrobacter adalah bakteri yang termasuk memiliki potensi untuk bioremediasi. 

Genus Bacillus ditemukan di tanah dan air, serta memiliki ketahanan tinggi terhadap suhu. Kelebihan bakteri ini juga mampu beradaptasi yang besar di tanah atau air limbah yang kekurangan nutrisi. Contoh jenis bakteri ini adalah Bacillus amyloliquefaciens sebagai pemacu pertumbuhan tanaman yang mampu menguraikan senyawa benzena, toluena, etilbenzena, dan xilena. 

Mycobacterium juga merupakan bakteri yang mampu dalam menguraikan PAH. Kelompok bakteri ini juga mampu memproduksi enzim mono-oksigenase dan dioksigenase yang berperan untuk menguraikan senyawa aromatik menjadi molekul sederhana. 

Baca juga:
5 Bakteri yang Bertahan Hidup di Suhu Ekstrem

Manfaat Bakteri dalam Industri Makanan

Makanan fermentasi yang sering kita makan, seperti yoghurt, keju, tape, tempe, dan lain-lain merupakan hasil buatan dari mikroba melalui proses fermentasi. Fermentasi adalah proses biokimia yang melibatkan bakteri, ragi, atau jamur untuk mengubah gula menjadi produk lain (alkohol, asam laktat, atau gas) tanpa memerlukan oksigen (proses anaerob). Proses fermentasi berfungsi untuk mengawetkan makanan dan meningkatkan karakteristik makanan, seperti cita rasa, aroma, tekstur, dan daya cerna. 

Selama fermentasi juga mikroba dapat menghasilkan senyawa bioaktif yang baik untuk kesehatan tubuh, seperti antioksidan. Kelebihan makanan fermentasi dapat meningkatkan kolonisasi bakteri baik dalam usus sehingga baik untuk sistem pencernaan kita, dan menstimulasi imunitas kita. Bakteri baik dalam usus besar akan memfermentasi sisa-sisa makanan yang tidak dicerna dalam usus halus (serat dan karbohidrat kompleks). 

Produk hasil fermentasi ini adalah asam lemak rantai pendek (SCFA) dan gas. (CO2). SCFA menjadi sumber energi bagi sel-sel usus besar dan menjaga keseimbangan pH usus.  Bakteri baik membuktikan bahwa tidak semua mikroba harus ditakuti. Melalui pemahaman yang lebih mendalam dan pemanfaatan yang bijak, kehadiran bakteri baik bisa mendukung kualitas hidup manusia secara menyeluruh. 

Bakteri bukan hanya mikroorganisme yang perlu diwaspadai, tetapi juga memiliki peran penting dalam inovasi produk di berbagai sektor. Melalui pengujian mikrobiologi, Anda dapat memastikan keamanan, stabilitas, dan manfaat bakteri baik dalam formulasi produk Anda. IML Research siap membantu Anda dengan layanan uji mikrobiologi yang akurat dan terpercaya untuk mendukung pengembangan produk yang aman serta berkualitas.

Selain itu, pelajari lebih dalam tentang dunia mikroorganisme dan manfaatnya melalui artikel Mikrobiologi di situs IML Research. Dapatkan wawasan ilmiah terbaru tentang bagaimana mikroba bekerja dan bagaimana hasil pengujian dapat meningkatkan kualitas produk Anda. Kunjungi situs IML Research dan mulai langkah Anda menuju inovasi berbasis sains hari ini.

Author: Safira
Editor: Sabilla Reza

Referensi:

Armanu, E. G., Bertoldi, S., Chrzanowski, Ł., Volf, I., Heipieper, H. J., & Eberlein, C. (2025). Benefits of Immobilized Bacteria in Bioremediation of Sites Contaminated with Toxic Organic Compounds. Microorganisms, 13(1), 155. https://doi.org/10.3390/microorganisms13010155​:contentReference[oaicite:1]{index=1}

Baron, S. editor. 1996. Medical Microbiology, 4th edition: Introduction to Bacteriology. Galveston (TX): University of Texas Medical Branch at Galveston.

Silva, C. C. G., & Ribeiro, S. C. (2024). Microorganisms and Their Importance in the Food Industry: Safety, Quality and Health Properties. Foods, 13(10), 1452. https://doi.org/10.3390/foods13101452​:contentReference[oaicite:2]{index=2}

Venkova, T., Yeo, C. C., & Espinosa, M. (2018). Editorial: The Good, The Bad, and The Ugly: Multiple Roles of Bacteria in Human Life. Frontiers in Microbiology, 9, 1702. https://doi.org/10.3389/fmicb.2018.01702​:contentReference[oaicite:0]{index=0}

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi kami untuk informasi yang Anda perlukan.

Silakan konsultasikan kebutuhan pengujian produk Anda dengan tim ahli kami secara gratis.

Formulir Kontak