Fakta Menarik Hubungan Mikroba Usus dengan Stunting pada Anak

Stunting adalah kondisi tubuh yang kekurangan gizi sehingga tinggi badan anak lebih rendah dari rata-rata. Kondisi ini disebabkan karena asupan nutrisi yang tidak sesuai kebutuhan dalam waktu lama. Stunting dapat terjadi sejak masih dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.

Stunting tidak hanya menyebabkan hambatan pertumbuhan fisik anak, tetapi juga menyebabkan sistem imunitas dan perkembangan kognitif yang rendah. Masalah tersebut akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak saat dewasa. 

Faktor Penyebab Stunting dan Peran Lingkungan

Stunting dapat disebabkan oleh kekurangan gizi kronis yang terkait dengan status sosial ekonomi yang rendah, gizi dan kesehatan ibu yang tidak memadai, riwayat penyakit berulang, dan praktik pemberian makan pada anak yang tidak tepat. Kondisi ini mulai terlihat dari kenaikan berat badan yang lambat atau dikenal sebagai weight faltering (perlambatan pertambahan berat badan). Menurut WHO, aspek-aspek, seperti gizi yang buruk, faktor lingkungan, sanitasi yang kurang, tingkat pendidikan ibu, dan kesehatan ibu merupakan peran penting dalam penyebab stunting. 

Kekurangan gizi dapat memicu terjadinya Environmental Enteric Dysfunction (EED) pada bayi, yang merupakan kelainan fungsional pada usus halus. Perkembangan EED akan lebih parah jika sering terpapar oleh kontaminasi mikroba dari makanan atau air yang tidak bersih. Anak dengan EED berisiko mengalami stunting karena penyerapan makro dan mikronutrien terganggu. 

Bagaimana Mikrobiota Usus Berkembang pada Anak

Flat lay of various educational plastic anatomy models including organs and bones for study.
Tata letak berbagai model anatomi plastik
pendidikan termasuk organ dan tulang untuk dipelajari.
Sumber: Pexel

Komposisi mikrobiota usus anak akan berubah seiring bertambahnya usia dan dipengaruhi oleh faktor maternal, jenis persalinan, asupan makanan, dan faktor lingkungan. Menurut penelitian oleh Mithcell dkk. (2020), cara melahirkan (normal atau caesar) merupakan faktor pertama yang menentukan komposisi koloni mikroba awal di usus bayi baru lahir. Bayi yang lahir secara normal memiliki koloni Bifibacterium spp. 

Di usus yang lebih banyak dibandingkan bayi yang lahir melalui operasi caesar. Bakteri ini dikenal bermanfaat dan berperan penting pada usus bayi, terutama pada awal dilahirkan. Manfaat bakteri ini adalah membantu melatih sistem kekebalan bayi terhadap zat berbahaya dan tidak berbahaya serta mencegah reaksi alergi berlebihan, membantu penyerapan nutrisi, menjaga keseimbangan mikrobiota usus, membantu pertumbuhan tinggi badan dan perkembangan otak, dan lain-lain. Pemberian ASI juga mempengaruhi komposisi mikrobiota usus dibandingkan susu formula. Karena ASI merupakan prebiotik yang sangat baik dan mengandung Bifidobacteria tipe bayi. 

Perbedaan Mikrobiota Usus Anak yang Stunting dan Tidak Stunting

Terdapat perbedaan komposisi mikrobiota usus pada anak yang stunting dengan anak yang tidak stunting. Pada anak yang stunting, jumlah Bifidobacterium longum dan Lactobacillus mucosae menurun dan jumlah Desulfovibrio spp. meningkat. Komposisi mikroba usus pada anak stunting didominasi oleh bakteri bersifat inflamogenik, sedangkan pada anak tidak stunting didominasi oleh bakteri probiotik. 

Sebuah studi menemukan bahwa di Afrika, anak yang stunting memiliki E.coli, Enterobacteriaceae dan Campylobacter yang lebih tinggi dengan malnutrisi akut berat. Namun, studi lainnya mengatakan anak usia 3-5 tahun di Indonesia menemukan bahwa Enterobacteriaceae justru menurun dan tidak ditemukan perbedaan signifikan Campylobacter antara anak stunting dan anak normal. 

Baca juga:
Ternyata Bakteri Saling Bicara! Begini Cara Mereka Bertukar Pesan

Upaya Memodulasi Mikrobiota Usus untuk Mencegah Stunting

Untuk mencegah atau mengurangi stunting dan malnutrisi dapat dilakukan dengan memodulasi mikrobiota usus pada anak. Tiga cara yang dapat dilakukan adalah penggunaan probiotik, prebiotik, dan antibiotik. Penggunaan probiotik yang diusulkan adalah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung Lactobacillus

Hal ini telah ditunjukkan oleh Heuven dkk bahwa penggunaan probiotik Lactobacillus dapat meningkatkan berat badan dan tinggi badan. Selain itu, mengonsumsi permen gummies yang mengandung probiotik dalam 50 hari juga dapat meningkatkan koloni baik dan menurunkan Enterobacteriaceae. Jika Anda adalah pelaku industri pangan, kesehatan, atau produk anak, memastikan keamanan mikrobiologi adalah langkah penting untuk mencegah risiko kontaminasi yang dapat memengaruhi kesehatan anak, termasuk gangguan pada mikrobiota usus. 

IML Research menyediakan layanan uji mikrobiologi yang komprehensif mulai dari identifikasi bakteri, analisis kontaminan, hingga evaluasi kualitas produk. Konsultasikan kebutuhan pengujian Anda bersama tim ahli IML Research untuk memastikan produk yang Anda hasilkan aman, terpercaya, dan memenuhi standar regulasi.

Author: Safira
Editor: Sabilla Reza

Referensi

Hardjo, J., & Selene, N. B. (2024). Stunting and gut microbiota: A literature review. Pediatric Gastroenterology, Hepatology & Nutrition, 27(3), 137–145. https://doi.org/10.5223/pghn.2024.27.3.137

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi kami untuk informasi yang Anda perlukan.

Silakan konsultasikan kebutuhan pengujian produk Anda dengan tim ahli kami secara gratis.

Formulir Kontak