Beginilah Cara Mengetahui Obat Tradisional yang Aman Dikonsumsi

Apa Itu Obat Tradisional dan Mengapa Masih Digunakan?

Ketika anda sakit, pernahkah anda menggunakan bahan – bahan alami yang sering anda jumpai di dapur atau membeli produk obat yang berbahan herbal? Jika iya, maka yang anda konsumsi merupakan obat tradisional. Lalu, apakah anda paham obat tradisional yang anda gunakan termasuk ke dalam golongan apa?

Selain dari penggolongannya, apakah anda juga yakin jika produk obat tradisional yang anda beli di pasaran sudah dipastikan keamanannya? Jika anda belum memahaminya dan ingin mencari tahu lebih lanjut mari simak uraian artikel berikut. 

3 Jenis Obat Tradisional

Obat tradisional merupakan bahan atau campuran beberapa bahan yang berasal dari tumbuhan, hewan, atau mineral yang digunakan oleh masyarakat secara turun – menurun yang dianggap dapat mengobati suatu penyakit berdasarkan pengalaman atau kepercayaan masyarakat. Namun, dengan pengembangan saat ini yang jauh lebih ilmiah dan modern, beberapa obat tradisional ada yang sudah melalui tahap pengujian ke hewan maupun ke manusia. Jika kita bandingkan dengan obat sintesis, obat tradisional mengandung beberapa senyawa yang mana kombinasi senyawa pada obat tradisional efeknya bisa saling mendukung dan memberikan manfaat holistik (menyeluruh), berbeda dengan obat sintesis yang hanya mengandung satu senyawa untuk meredakan satu gejala. 

Jika dilihat berdasarkan tingkat pembuktian ilmiahnya, obat tradisional terdiri atas tiga jenis, yakni jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka. Mari kita bahas!

1. Jamu

Jamu merupakan obat tradisional yang diwariskan secara turun – temurun oleh masyarakat dan belum melalui pengujian ke hewan maupun ke manusia. 

2. Obat Herbal Terstandar

Obat herbal terstandar merupakan jenis obat tradisional yang sudah melalui pengujian ke hewan dan bahan – bahan yang digunakan telah distandarisasi.

3. Fitofarmaka

Fitofarmaka merupakan jenis obat tradisional yang lebih ketat lagi karena sudah melalui pengujian ke manusia dan bahan yang digunakan juga telah distandarisasi.

Pentingnya Menjamin Kualitas dan Keamanan Obat Tradisional

Sama halnya dengan obat sintesis atau obat konvensional, obat tradisional juga perlu dipastikan terkait kualitas, keamanan, dan khasiatnya untuk memperoleh efektivitas pengobatan dan melindungi konsumen dari efek samping. Untuk memastikan efektivitasnya, perlu dilakukan identifikasi spesies tanaman yang digunakan apakah sudah benar – benar sesuai dengan tanaman yang dimaksud, serta melakukan verifikasi botani secara berkala untuk memastikan bahwa tanaman yang digunakan sesuai dengan spesies tanaman yang telah diidentifikasi. 

Bahaya Bahan Kimia Obat (BKO) dalam Produk Tradisional

Kalau berbicara terkait keamanannya, satu hal paling krusial pada obat tradisional, yakni tidak boleh mengandung bahan kimia obat (BKO). Badan Pengawas Obat dan Makanan seringkali menemukan beberapa produsen obat tradisional yang menambahkan bahan kimia obat (BKO) ke dalam produk obat tradisional mereka dengan tujuan agar obat lebih cepat bereaksi pada tubuh, sehingga efek terapi yang dihasilkan akan lebih cepat.

Penambahan BKO ke dalam obat tradisional dapat memberikan efek toksik bagi tubuh karena dosis dan cara penggunaan yang tidak terkontrol. Bahan kimia obat yang ditambahkan juga bisa berinteraksi dengan komponen yang terkandung pada obat tradisional yang dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan dan dapat kontraindikasi dengan penyakit tertentu.

Kromatografi Lapis Tipis (KLT) sebagai Metode Deteksi BKO

Salah satu metode paling sederhana yang dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu obat tradisional mengandung BKO atau tidak adalah Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Melalui KLT, komponen – komponen pada senyawa dapat dipisahkan berdasarkan perbedaan afinitasnya. Dengan pemisahan tersebut, kemudian akan terbentuk noda hitam pada sampel yang dapat dibandingkan dengan noda hitam pada standar.

Jika terdapat noda hitam pada sampel dengan posisi yang sama dengan noda hitam pada standar BKO, maka dapat dicurigai obat tradisional mengandung BKO.  Jika anda ingin memastikan bahwa produk obat tradisional anda memenuhi standar keamanan dan efektivitas, lakukan pengujian di laboratorium yang memiliki fasilitas dan metode pengujian terstandar. Anda dapat membaca lebih banyak informasi terkait pengujian bahan herbal dan obat tradisional di IML Research serta berkonsultasi mengenai jenis uji yang sesuai untuk produk anda.

Author: Devira
Editor: Sabilla Reza

Referensi:

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2006). Bahaya Bahan Kimia Obat (BKO) yang Dibubuhkan ke dalam Obat Tradisional (Jamu). Diakses pada tanggal 15 September 2024.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2023). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 25 Tahun 2023 tentang Kriteria dan Tata Laksana Registrasi Obat Bahan Alam. Jakarta: BPOM RI. Diakses dari https://standar-otskk.pom.go.id/storage/uploads/45555472-1ccf-405d-895e-f33898ddfed1/PerBPOM_25_Tahun_2023.pdf​.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2023). Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2023 tentang Persyaratan Keamanan dan Mutu Obat Bahan Alam. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.World Health Organization. (2000). General guidelines for methodologies on research and evaluation of traditional medicine. Geneva: World Health Organization.

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi kami untuk informasi yang Anda perlukan.

Silakan konsultasikan kebutuhan pengujian produk Anda dengan tim ahli kami secara gratis.

Formulir Kontak