Beauty Drink dan Minuman Kolagen: Tren Glowing Dari Dalam

Tren kecantikan tidak lagi hanya berfokus pada skincare yang dipakai dari luar. Kini, banyak orang mulai tertarik dengan konsep glowing dari dalam melalui beauty drink, minuman kolagen, suplemen kulit, hingga produk berbasis nutrisi. Produk seperti ini sering hadir dengan klaim membantu menjaga elastisitas kulit, membuat kulit tampak lebih lembap, atau mendukung kesehatan kulit.

Namun, bagi brand, klaim tersebut tidak sebaiknya hanya mengikuti tren. Produk beauty drink dan minuman kolagen tetap perlu didukung oleh komposisi yang jelas, keamanan bahan, izin edar yang sesuai, serta pengujian laboratorium agar kualitas dan klaimnya lebih terpercaya.

Daftar isi:

Kenapa Beauty Drink Semakin Populer?

Beauty drink menjadi populer karena menawarkan konsep yang sederhana: merawat kulit dari dalam tubuh. Di media sosial, produk seperti minuman kolagen, fiber drink, vitamin drink, dan suplemen cair sering dikaitkan dengan kulit glowing, lembap, cerah, atau tampak lebih sehat.

Tren ini juga sejalan dengan meningkatnya minat konsumen terhadap produk inner beauty, yaitu produk kecantikan yang dikonsumsi untuk mendukung penampilan dari dalam. Tren wellness 2026 juga menunjukkan bahwa konsumsi kolagen dan produk ingestible untuk kulit, rambut, dan kuku masih menjadi salah satu topik yang banyak diperhatikan.

Bagi brand, tren ini tentu menjadi peluang besar. Produk minuman tidak hanya bisa diposisikan sebagai produk kesehatan, tetapi juga sebagai bagian dari gaya hidup kecantikan. Namun, semakin menarik klaimnya, semakin penting juga bagi brand untuk memastikan bahwa klaim tersebut memiliki dasar yang kuat.

Apa Itu Minuman Kolagen?

Minuman kolagen biasanya merupakan produk pangan olahan atau suplemen yang mengandung kolagen, umumnya dalam bentuk collagen peptide atau hydrolyzed collagen. Kolagen sendiri merupakan protein yang berperan dalam struktur kulit, tulang, otot, tendon, dan jaringan ikat lainnya.

Cleveland Clinic menjelaskan bahwa kolagen merupakan protein paling melimpah dalam tubuh dan berfungsi sebagai komponen pembangun berbagai jaringan. Dalam konteks produk, kolagen sering dikaitkan dengan manfaat untuk kulit, terutama hidrasi, elastisitas, dan tampilan garis halus.

Beberapa penelitian memang menunjukkan potensi manfaat suplementasi kolagen terhadap parameter kulit. Sebuah meta analisis tahun 2025 terhadap 23 uji klinis acak menemukan bahwa suplemen kolagen secara keseluruhan berkaitan dengan perbaikan hidrasi, elastisitas, dan kerutan kulit, tetapi analisis berdasarkan sumber pendanaan menunjukkan hasil yang perlu dibaca secara hati-hati karena efek signifikan lebih terlihat pada studi yang menerima pendanaan perusahaan farmasi.

Artinya, minuman kolagen tidak boleh diposisikan dengan klaim yang terlalu berlebihan. Brand perlu berhati-hati dalam menyampaikan manfaat agar tetap sesuai dengan data ilmiah dan ketentuan klaim yang berlaku.

Klaim Produk Tidak Bisa Asal Tulis

Salah satu tantangan utama pada produk beauty drink adalah klaim. Kalimat seperti bikin glowing, mencerahkan kulit, anti aging, atau meningkatkan elastisitas kulit terdengar menarik, tetapi perlu dasar yang jelas. Di Indonesia, BPOM memiliki Peraturan BPOM Nomor 1 Tahun 2022 tentang pengawasan klaim pada label dan iklan pangan olahan.

Peraturan ini berlaku untuk pangan olahan dan berkaitan dengan pencantuman klaim pada label maupun iklan produk. Selain itu, BPOM juga pernah memberikan pengumuman terkait registrasi pangan olahan mengandung kolagen, yang menjelaskan bahwa kolagen merupakan zat nongizi yang dapat ditambahkan dalam pangan olahan sesuai ketentuan Peraturan BPOM Nomor 30 Tahun 2021.

Bagi brand, ini berarti klaim beauty drink tidak cukup hanya dibuat berdasarkan tren pasar. Klaim harus disesuaikan dengan kategori produk, komposisi, kadar bahan, bukti pendukung, dan aturan yang berlaku. Jika produk masuk kategori pangan olahan, maka pendekatan klaimnya berbeda dengan kosmetik atau obat.

Peran Uji Laboratorium Untuk Beauty Drink

Beauty drink dan minuman kolagen perlu melalui pengujian yang sesuai agar kualitas produk lebih terukur. Beberapa pengujian yang relevan antara lain uji kandungan kolagen atau zat aktif tertentu, uji cemaran mikroba, uji stabilitas, uji pH, uji kadar gula, uji logam berat, hingga uji keamanan bahan tambahan pangan jika diperlukan.

Uji mikrobiologi penting karena produk minuman memiliki risiko kontaminasi jika proses produksi, penyimpanan, atau pengemasannya tidak terkontrol. Uji stabilitas juga penting untuk memastikan produk tetap aman, tidak berubah rasa, warna, bau, atau kualitas selama masa simpan. Sementara itu, uji kandungan membantu memastikan bahwa bahan yang diklaim pada label benar-benar ada dalam kadar yang sesuai.

BPOM juga menyediakan layanan Cek Produk BPOM yang memuat kategori produk teregistrasi, termasuk suplemen kesehatan dan pangan olahan, sehingga legalitas produk dapat menjadi bagian penting dari kepercayaan konsumen.

Kenapa Brand Perlu Lebih Hati-hati?

Beauty drink adalah produk yang dikonsumsi, sehingga standar keamanannya tidak bisa dianggap ringan. Jika produk mengandung bahan yang tidak sesuai, cemaran mikroba, kadar bahan aktif yang tidak konsisten, atau klaim yang terlalu berlebihan, brand dapat menghadapi risiko komplain konsumen, penurunan kepercayaan, hingga masalah regulasi.

Di sisi lain, brand yang memiliki data uji dapat terlihat lebih profesional. Data laboratorium membantu brand menjelaskan kualitas produk secara lebih objektif, bukan hanya berdasarkan testimoni atau konten promosi. Ini penting terutama untuk produk yang dipasarkan secara online, karena konsumen semakin kritis terhadap klaim produk kesehatan dan kecantikan.

Kesimpulan

Beauty drink dan minuman kolagen memang menjadi tren menarik karena membawa konsep perawatan kulit dari dalam. Namun, tren saja tidak cukup untuk membangun produk yang dipercaya. Brand perlu memastikan komposisi, keamanan, stabilitas, legalitas, dan klaim produk didukung oleh data yang jelas.

Dengan pengujian laboratorium yang tepat, beauty drink tidak hanya terlihat menarik di pasar, tetapi juga lebih siap bersaing sebagai produk yang aman, berkualitas, dan terpercaya.

Dukung Klaim Beauty Drink Dengan Data

Kalau brand kamu sedang mengembangkan beauty drink, minuman kolagen, atau produk inner beauty lainnya, pastikan klaim glowing dari dalam tidak hanya mengikuti tren.

Bersama IML Testing and Research, kamu bisa melakukan pengujian produk secara profesional untuk membantu memastikan kandungan, keamanan, stabilitas, dan kualitas produk sebelum dipasarkan.

Author & editor: Alphi

Referensi

Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2022). Peraturan BPOM Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pengawasan Klaim pada Label dan Iklan Pangan Olahan. BPOM RI.

Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2026). Cek Produk BPOM. BPOM RI.

Direktorat Registrasi Pangan Olahan BPOM. Pengumuman tentang registrasi pangan olahan mengandung kolagen. BPOM RI.

Myung, S. K., et al. (2025). Effects of collagen supplements on skin aging. PubMed.

Cleveland Clinic. (2022). Collagen: What it is, types, function & benefits.

Share your love

Hubungi kami untuk informasi yang Anda perlukan.

Silakan konsultasikan kebutuhan pengujian produk Anda dengan tim ahli kami secara gratis.

Formulir Kontak