
Bagaimana Menentukan Nilai PA Pada Produk Sunscreen?

Sunscreen sering dipilih berdasarkan angka SPF dan klaim PA yang tertera pada kemasan. Namun, masih banyak konsumen maupun brand yang belum benar-benar memahami bagaimana nilai PA pada produk sunscreen ditentukan.
Padahal, PA berkaitan dengan perlindungan kulit terhadap sinar UVA yang dapat memicu tanda penuaan dini, noda hitam, dan kerusakan kulit jangka panjang. Karena itu, penting bagi brand skincare untuk memahami proses penentuan nilai PA agar klaim perlindungan pada produk sunscreen tidak hanya menarik secara marketing, tetapi juga terukur dan dapat dipercaya.
Daftar isi:
- Realita Paparan Sinar Matahari
- Fungsi Sunscreen
- Cara Kerja Sunscreen
- Metode Pengujian yang Digunakan
- Cara Menentukan Nilai PA
Realita Paparan Sinar Matahari
Indonesia sebagai negara tropis di khatulistiwa memiliki paparan sinar matahari yang sangat tinggi dan melimpah sepanjang tahun, dengan intensitas radiasi matahari rata-rata harian sekitar 4,8 hingga 6,0 kWh/m². Sebagian besar masyarakat Indonesia juga banyak beraktivitas di luar ruangan sehingga kulit rentan mengalami kerusakan akibat paparan sinar matahari secara terus-menerus.
Spektrum sinar matahari yang memberikan dampak buruk pada kulit adalah sinar ultraviolet (UV), terutama UVA dan UVB. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai penyakit dan gangguan kulit yang berkaitan dengan paparan radiasi UV terus meningkat.
Paparan UV jangka panjang dapat memicu terbentuknya spesies oksigen reaktif (reactive oxygen species atau ROS) yang menyebabkan stres oksidatif pada sel kulit. Kondisi ini dapat berkontribusi terhadap kerusakan DNA, penuaan dini, hiperpigmentasi, penurunan elastisitas kulit, hingga meningkatkan risiko kanker kulit.
Fungsi Sunscreen
Secara alami, kulit memiliki mekanisme perlindungan melalui produksi melanin yang dapat menyerap sebagian radiasi UV. Namun, pada kondisi paparan yang tinggi dan berlangsung terus-menerus, jumlah melanin yang dihasilkan sering kali tidak cukup untuk memberikan perlindungan yang optimal.
Oleh karena itu, penggunaan sunscreen menjadi salah satu upaya penting untuk melindungi kulit dari dampak buruk sinar UV. Sunscreen bekerja dengan cara menyerap, memantulkan, atau menghamburkan radiasi UV sehingga jumlah radiasi yang mencapai lapisan kulit dapat berkurang.
Cara Kerja Sunscreen
Untuk memastikan efektivitas perlindungan yang diberikan, setiap produk sunscreen perlu melalui serangkaian pengujian yang dapat menggambarkan kemampuannya dalam melindungi kulit dari radiasi UV. Selain perlindungan terhadap sinar UVB yang umumnya dinyatakan melalui nilai SPF (Sun Protection Factor), perlindungan terhadap sinar UVA juga menjadi perhatian penting karena sinar UVA mampu menembus lebih dalam ke lapisan kulit dan berperan dalam proses penuaan dini serta kerusakan kulit jangka panjang.
Perlindungan terhadap UVA pada produk sunscreen umumnya dinyatakan dalam bentuk kategori PA (Protection Grade of UVA). Oleh karena itu, diperlukan metode pengujian yang akurat dan terstandarisasi untuk mengevaluasi kemampuan sunscreen dalam melindungi kulit dari radiasi UVA.
Baca juga:
Sunscreen Mineral vs Chemical: Mana yang Lebih Aman dan Teruji?
Metode Pengujian yang Digunakan
Salah satu metode yang banyak digunakan secara internasional untuk mengevaluasi perlindungan UVA secara in vitro adalah metode yang dikembangkan oleh Cosmetics Europe dan kemudian diadopsi dalam standar International Organization for Standardization termasuk untuk mengecek nilai PA. Pada metode ini, produk sunscreen diaplikasikan secara merata pada pelat polymethyl methacrylate (PMMA) yang memiliki permukaan kasar menyerupai tekstur kulit manusia.
Setelah diaplikasikan dengan jumlah tertentu dan didiamkan dalam kondisi yang terkontrol, sampel dianalisis menggunakan spektrofotometer UV untuk mengukur jumlah radiasi ultraviolet yang dapat menembus lapisan sunscreen. Selanjutnya, sampel diberikan paparan radiasi UV terkontrol (pre-irradiation) untuk mensimulasikan kondisi penggunaan sunscreen saat terkena sinar matahari.
Setelah proses iradiasi selesai, pengukuran transmisi UV dilakukan kembali. Perbandingan hasil pengukuran sebelum dan sesudah iradiasi digunakan untuk menghitung nilai PA Protection Factor (UVA-PF) dan Critical Wavelength.
Cara Menentukan Nilai PA
Nilai UVA PF menggambarkan tingkat perlindungan produk terhadap sinar UVA, sedangkan Critical Wavelength menunjukkan luas spektrum perlindungan UV yang diberikan oleh produk. Semakin tinggi nilai UVA PF atau nilai PA yang diperoleh, semakin baik kemampuan sunscreen dalam melindungi kulit dari radiasi UVA.
Nilai UVA PF atau nilai PA yang diperoleh melalui metode COLIPA/ISO 24443 kemudian dapat digunakan sebagai dasar penentuan kategori nilai PA yang umum dicantumkan pada kemasan sunscreen. Secara umum, kategori PA ditetapkan berdasarkan nilai UVA PF, yaitu PA+ untuk UVA-PF 2 hingga kurang dari 4, PA++ untuk UVA-PF 4 hingga kurang dari 8, PA+++ untuk UVA-PF 8 hingga kurang dari 16, dan PA++++ untuk UVA-PF 16 atau lebih.
Dengan demikian, metode COLIPA/ISO 24443 menjadi salah satu acuan internasional yang penting dalam memastikan bahwa klaim perlindungan UVA pada produk sunscreen didukung oleh data ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan, sehingga konsumen memperoleh informasi yang akurat mengenai tingkat perlindungan yang diberikan oleh produk yang digunakan.
Klaim PA Harus Terukur Jelas
Kalau brand kamu ingin mencantumkan klaim PA pada produk sunscreen, pastikan nilainya tidak hanya berdasarkan perkiraan formula. Nilai PA berkaitan dengan perlindungan terhadap sinar UVA, sehingga perlu didukung oleh pengujian yang tepat agar klaim produk lebih terpercaya.
Bersama IML Testing and Research, kamu bisa melakukan uji sunscreen secara profesional untuk membantu memastikan klaim PA lebih kuat, terukur, dan siap bersaing di pasar skincare.
Author: Delfia
Editor: Alphi
Referensi
Balakhrisnan KP and Narayanaswamyi N. Botanicals as sunscreens: Their Role in the Prevention of Photoaging and Skin Cancer. International Journal of Research in Cosmetic Science Universal Research Publications. 2011; 1(1):1-12
COLIPA. (2011). Method for the in vitro determination of UVA protection factor and “critical wavelength” values of sunscreen products. The European Cosmetic Toiletry and Perfumery Association.
International Organization for Standardization. (2021). ISO 24443:2021 Cosmetics—Sun protection test methods In vitro determination of sunscreen UVA photoprotection. ISO.
Narloch, I., & Wejnerowska, G. (2021). An Overview of the Analytical Methods for the Determination of Organic Ultraviolet Filters in Cosmetic Products and Human Samples. Molecules, 26(16), 4780.
Pelizzo, M., Zattra, E., Nicolosi, P., Peserico, A., Garoli, D., & Alaibac, M. (2012). In vitro evaluation of sunscreens: an update for the clinicians. ISRN dermatology, 2012, 352135.



