Apakah HIV/AIDS Dapat Disembuhkan? Peran Uji Obat dalam Terapi Antiretroviral

Dari HIV ke AIDS dan Dampaknya pada Sistem Imun

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus bagian dari famili Retroviridae. Virus ini  menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, terutama sel T CD4+ yang berperan penting dalam melawan infeksi. 

Infeksi HIV yang tidak tertangani dapat berkembang menjadi Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), yaitu tahap lanjut yang ditandai dengan melemahnya daya tahan tubuh sehingga penderita rentan terhadap penyakit oportunistik (penyakit yang terjadi pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dan tidak akan menyerang orang sehat). 

HIV pertama kali ditemukan pada tahun 1983. Penyakit ini telah menjadi salah satu masalah kesehatan global dengan jutaan kasus di seluruh dunia. Menurut data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2024, sekitar 40,8 juta orang terjangkit HIV dan 630 ribu orang diantaranya meninggal akibat infeksi tersebut. 

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, pada pertengahan tahun 2025, jumlah orang dengan HIV (ODHIV) di Indonesia diperkirakan terdapat sekitar 564 ribu, dengan 63% diantaranya telah diketahui statusnya. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi medis, berbagai upaya telah dilakukan untuk menemukan terapi yang efektif.

Namun, apakah orang yang terjangkit HIV/AIDS dapat benar benar disembuhkan?

Mengapa HIV Belum Dapat Disembuhkan Sepenuhnya?

HIV hingga kini sulit disembuhkan karena beberapa alasan tersebut, diantaranya : 

1. Adanya “cadangan virus laten” (latent viral reservoir) di dalam tubuh

    Sebagian virus HIV bersembunyi di dalam sel T CD4+. Virus ini akan tetap tidak aktif (tidak menghasilkan protein atau virus baru) sampai suatu saat terangsang oleh kondisi tertentu.

    Keadaan laten ini membuat sel yang terinfeksi sulit dikenali dan dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh, sehingga virus tetap bersembunyi di dalam tubuh. Saat terapi dihentikan, virus bisa aktif kembali dalam hitungan minggu, dan jumlah virus dapat meningkat seperti sebelum terapi dimulai. 

    2. HIV menyisipkan materi genetiknya ke dalam DNA manusia

      Dalam siklus hidupnya, HIV memiliki kemampuan unik untuk menyisipkan materi genetiknya ke dalam DNA sel manusia. Setelah proses penyisipan ini terjadi, materi genetik virus menjadi bagian permanen dari sel inang sehingga tubuh tidak dapat benar benar menghapus virus tanpa sekaligus menghancurkan sel tersebut. 

      3. Tingginya variasi genetik dan mutasi virus

        HIV adalah salah satu virus dengan tingkat mutasi tertinggi di dunia. Mutasi ini memungkinkan virus lolos dari sistem kekebalan tubuh, dengan cepat mengembangkan resistensi terhadap obat, dan menggagalkan strategi vaksinasi. 

        4. Sistem kekebalan tubuh yang kelelahan

          Sel T merupakan komponen utama dari sistem kekebalan tubuh yang berperan dalam menghancurkan sel-sel yang terinfeksi. Aktivasi respon sel T dapat menimbulkan kerusakan yang cukup besar pada sel sasaran.

          Namun, pada infeksi kronis, paparan antigen dalam jumlah tinggi secara terus menerus menyebabkan disfungsi berat pada sel T yang dikenal sebagai kelelahan sel T (T-cell exhaustion). Kondisi ini menyebabkan sel imun kehilangan kemampuan untuk mengenali dan menghancurkan sel yang terinfeksi.

          Peran Terapi Antiretroviral dalam Mengendalikan HIV

          Meskipun belum ada obat yang benar-benar menyembuhkan HIV, obat-obat antiretroviral (ARV) dapat menekan replikasi virus HIV, sehingga memperlambat perkembangan penyakit, memulihkan fungsi kekebalan tubuh, meningkatkan kualitas hidup ODHIV, dan mengurangi risiko penularan. ARV tidak menyembuhkan HIV, tetapi dapat menjaga jumlah virus dalam darah tetap sangat rendah sehingga penderita dapat hidup lama dan sehat.

          Terapi antiretroviral merupakan terapi berbasis obat yang berperan penting dalam menekan replikasi virus dan menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh. Karena digunakan dalam jangka panjang dan dikonsumsi secara rutin, obat antiretroviral harus memiliki kualitas, keamanan, dan efektivitas yang terjamin. 

          Di sinilah peran uji obat menjadi sangat penting, tidak hanya untuk memenuhi persyaratan regulasi, tetapi juga untuk memastikan bahwa setiap produk farmasi yang digunakan benar-benar bekerja sesuai tujuan terapinya dan aman bagi pasien. Untuk mendukung penggunaan obat yang aman dan efektif, pengujian obat di laboratorium yang kompeten merupakan langkah krusial dalam pengembangan dan pengawasan produk farmasi. 

          IML Testing and Research menyediakan layanan uji obat yang komprehensif dan berbasis standar ilmiah untuk memastikan mutu, keamanan, dan kinerja obat sebelum digunakan dan diedarkan. Pastikan setiap terapi berbasis obat didukung oleh data uji yang akurat dan dapat diandalkan.

          Author: Jihan
          Editor: Sabilla Reza

          Referensi:

          Cummins, N. W., & Badley, A. D. (2015). Can HIV Be Cured and Should We Try?. Mayo Clinic proceedings, 90(6), 705–709. https://doi.org/10.1016/j.mayocp.2015.03.008

          Fenwick, C., Joo, V., Jacquier, P., Noto, A., Banga, R., Perreau, M., & Pantaleo, G. (2019). T-cell exhaustion in HIV infection. Immunological reviews, 292(1), 149–163. https://doi.org/10.1111/imr.12823

          Swinkels HM, Nguyen AD, Gulick PG. HIV and AIDS. (2024). In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK534860/

          World Health Organization. (2025). HIV and AIDS. Diakses pada tanggal 07 November 2025 dari https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hiv-aids

          Share your love

          Leave a Reply

          Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

          Hubungi kami untuk informasi yang Anda perlukan.

          Silakan konsultasikan kebutuhan pengujian produk Anda dengan tim ahli kami secara gratis.

          Formulir Kontak