Apa yang Terjadi Pada Obat Setelah Diminum? Wajib Tahu!

Saat merasakan sakit, kita terbiasa meminum obat atau disebut juga medikasi untuk meredakan gejala penyakit. Ketika medikasi ditelan, maka tidak langsung bekerja begitu saja. Tubuh punya cara yang teratur dan bertahap untuk memproses medikasi agar memberikan efek di dalam tubuh.

Dalam dunia farmasi, terdapat cabang ilmu farmakokinetik. Farmakokinetik adalah ilmu yang mempelajari pergerakan medikasi di dalam tubuh, yaitu bagaimana tubuh memproses obat mulai dari saat medikasi masuk hingga obat ke luar, melalui proses utama : absorpsi (penyerapan), distribusi, metabolisme, dan ekskresi. 

Daftar Isi :

Absorpsi : Penyerapan Obat

Setelah medikasi ditelan, kemudian bergerak melalui sistem pencernaan. Medikasi padat, seperti tablet atau kapsul harus hancur dan larut terlebih dahulu sebelum bisa diserap tubuh.

Tablet atau kapsul akan terpecah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil ketika berada di dalam cairan saluran cerna. Setelah medikasi terpecah, zat aktif obat akan terlepas dari bentuk sediaannya sehingga partikelnya siap untuk larut. Ketika medikasi telah larut, medikasi akan diserap ke dalam aliran darah. 

Sebagian besar medikasi diserap tubuh melalui difusi pasif, yaitu perpindahan medikasi dari kadar tinggi ke kadar rendah tanpa memerlukan energi. Penyerapan dapat terjadi melalui cairan tubuh atau lapisan lemak sel, sehingga kemampuan larutnya dalam lemak sangat memengaruhi kecepatan penyerapan.

Selain itu, beberapa medikasi diserap dengan bantuan protein pembawa, baik melalui transpor aktif yang membutuhkan energi maupun difusi terfasilitasi yang tidak memerlukan energi. Namun, ada juga transporter tertentu yang dapat menghambat penyerapan medikasi dengan mengembalikannya ke saluran cerna.

Distribusi : Penyebaran Obat

Tahap kedua merupakan distribusi. Distribusi adalah proses ketika medikasi menyebar ke seluruh tubuh melalui darah dan jaringan. Setelah medikasi masuk ke aliran darah, ia akan berpindah dari pembuluh darah ke jaringan tubuh.

Di tempat inilah medikasi berinteraksi dengan reseptornya dan menimbulkan efek pengobatan. Namun, terkadang dapat menempel pada bagian lain di tubuh selain target utama sehingga dapat menyebabkan efek samping. 

Metabolisme : Obat Diuraikan

Setelah medikasi diserap dan menyebar ke seluruh tubuh, medikasi akan diuraikan melalui proses yang disebut metabolisme. Tujuan proses ini adalah mengubah menjadi bentuk yang lebih mudah dikeluarkan dari tubuh.

Dalam metabolisme, medikasi mengalami perubahan kimia sehingga tidak lagi bertahan lama di dalam tubuh. Sebagian besar proses metabolisme terjadi di hati. Terdapat dua tahap dalam proses metabolisme, tahap pertama, struktur kimia diubah menjadi sesuatu yang memiliki aktivitas lebih lemah dibandingkan aslinya.

Namun, pada beberapa medikasi tertentu, perubahan ini justru dapat mengaktifkan yang sebelumnya belum aktif. Selanjutnya, pada tahap kedua, kemudian akan digabungkan dengan zat lain agar menjadi lebih larut dalam air.

Dengan begitu, medikasi menjadi tidak aktif dan lebih mudah dikeluarkan dari tubuh melalui urin atau empedu. Proses ini tidak hanya terjadi di hati, tetapi juga dapat berlangsung di ginjal, paru-paru, dan organ lain.

Ekskresi : Dibuangnya Sisa Obat

Ekskresi merupakan tahap terakhir perjalanan medikasi di dalam tubuh. Setelah medikasi diserap, didistribusikan, dan dimetabolisme, tubuh perlu membuang sisa medikasi yang tidak lagi digunakan.

Cara utama tubuh membuang adalah melalui ginjal. Ginjal menyaring darah dan mengeluarkan sisa obat bersama urin. Sebagian kecil medikasi dapat kembali masuk ke darah, tetapi sebagian besarnya akan dibuang.

Selain itu, medikasi juga dapat dikeluarkan melalui hati dalam bentuk empedu yang kemudian keluar bersama tinja. Beberapa jenis, seperti alkohol dan gas bius, dapat dikeluarkan melalui paru-paru saat bernapas. Dalam jumlah kecil, medikasi juga bisa keluar lewat keringat, air mata, dan ASI.

Kondisi kesehatan ginjal dan hati sangat memengaruhi kecepatan ekskresi medikasi, sehingga pada orang lanjut usia atau penderita gangguan organ, dosis sering kali perlu disesuaikan agar tetap aman.

Pastikan Efektivitas dan Keamanan Obat Telah Terbukti Secara Ilmiah

Setelah dikonsumsi, medikasi akan melalui berbagai proses di dalam tubuh yang menentukan seberapa baik cara kerjanya. Oleh karena itu, pengujian laboratorium seperti uji efikasi, uji stabilitas, uji toksisitas, serta pengujian mutu produk menjadi langkah penting untuk memastikan manfaat yang optimal dan aman digunakan.

Lakukan pengujian bersama IML Testing and Research dan konsultasikan kebutuhan uji laboratorium Anda dengan tim ahli IML untuk mendukung pengembangan produk farmasi yang lebih efektif, aman, dan terpercaya.

Referensi

Alagga AA, Pellegrini MV, Gupta V. Drug Absorption. [Updated 2024 Feb 27]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-.

Grogan S, Preuss CV. Pharmacokinetics. [Updated 2023 Jul 30]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-.

Open Resources for Nursing (Open RN); Ernstmeyer K, Christman E, editors. Nursing Pharmacology [Internet]. 2nd edition. Eau Claire (WI): Chippewa Valley Technical College; 2023. Chapter 1 Pharmacokinetics & Pharmacodynamics

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi kami untuk informasi yang Anda perlukan.

Silakan konsultasikan kebutuhan pengujian produk Anda dengan tim ahli kami secara gratis.

Formulir Kontak