
Jangan Salah Pilih! 5 Cara Memilih Pupuk yang Tepat Sesuai Jenis Tanaman untuk Hasil Panen Maksimal

Pernah nggak sih sudah rajin melakukan pemupukan, tetapi tanaman tetap kurus dan hasil panennya biasa saja? Bisa jadi masalahnya bukan pada jumlah yang diberikan, melainkan ketepatan jenis pupuk yang digunakan. Soalnya, setiap tanaman memiliki kebutuhan hara yang berbeda-beda, sehingga pemilihan yang kurang tepat justru bisa membuat usaha kamu sia-sia.
Yuk, simak cara memilih pupuk yang tepat sesuai jenis tanamannya.
Daftar Isi:
- Kenali Dulu Kebutuhan Unsur Hara Tanamanmu
- Pilih Pupuk Tunggal atau Majemuk Sesuai Fase Tanaman
- Terapkan Prinsip “5 Tepat” dalam Pemupukan
- Sesuaikan Cara Aplikasi dengan Karakter Tanaman
- Jangan Lupa Cek Kondisi Tanahnya
Kenali Dulu Kebutuhan Unsur Hara Tanamanmu
Setiap tanaman punya “selera” hara yang berbeda. Tanaman yang produknya berupa daun, misalnya sayuran hijau, butuh unsur Nitrogen (N) lebih banyak karena N berperan bikin daun lebih hijau dan lebat. Sementara tanaman buah dan biji lebih membutuhkan Fosfor (P) untuk merangsang pembungaan dan pemasakan buah, serta Kalium (K) supaya tanaman lebih tahan penyakit dan buahnya nggak gampang gugur.
Jadi sebelum membelinya, cek dulu produk apa yang mau kamu optimalkan dari tanaman itu.
Baca Juga:
Pentingnya 7 Parameter Uji Mutu Pupuk NPK Sebelum Produk Beredar
Pilih Pupuk Tunggal atau Majemuk Sesuai Fase Tanaman
Di pasaran, pupuk itu ada yang tunggal (cuma mengandung satu unsur, misalnya Urea untuk N atau SP-36 untuk P) dan ada yang majemuk seperti NPK yang mengandung beberapa unsur sekaligus. Pada fase awal pertumbuhan, tanaman biasanya lebih butuh N untuk membangun batang dan daun.
Nah, saat memasuki fase generatif atau pembungaan dan pembuahan, kebutuhan P dan K justru meningkat. Karena itu, sumber hara tunggal bisa menjadi pilihan jika kamu ingin mengatur dosis setiap unsur secara presisi, sedangkan formula majemuk lebih praktis untuk pemeliharaan rutin.
Terapkan Prinsip “5 Tepat” dalam Pemupukan
Ini kunci yang sering dilewatkan banyak orang. Prinsip 5 tepat terdiri dari:
- Tepat jenis – sesuaikan kandungan pupuk dengan unsur yang lagi dibutuhkan tanaman.
- Tepat dosis – jangan kurang, tapi juga jangan berlebihan karena bisa bikin tanaman keracunan.
- Tepat waktu – pupuk yang cepat larut sebaiknya diberikan sedikit demi sedikit dalam beberapa kali pemberian, sedangkan pupuk yang lambat bereaksi bisa diberikan sekaligus sebelum tanam.
- Tepat tempat – perhatikan lokasi penempatan pupuk, apakah disebar, di dalam lubang, atau di larikan.
- Tepat cara – misalnya lewat akar (ditabur atau dibenam) atau lewat daun (disemprot), tergantung kondisi tanaman dan lahannya.
Kalau kelima hal ini diperhatikan, penyerapan hara jadi lebih efisien dan nggak terbuang percuma.
Sesuaikan Cara Aplikasi dengan Karakter Tanaman
Tanaman berakar dangkal dan padat seperti padi cocok diberi nutrisi tanaman dengan cara disebar merata di lahan. Sementara itu, tanaman tahunan seperti kopi, durian, atau kelapa sawit dapat diberi sumber unsur hara melalui lubang atau alur melingkar di sekitar tanaman agar lebih dekat dengan area perakaran dan mengurangi kehilangan unsur hara.
Untuk tanaman yang butuh respons cepat, misalnya saat mengalami defisiensi hara mendadak, pemupukan lewat daun (foliar application) bisa jadi solusi karena penyerapannya lebih cepat lewat stomata.
Jangan Lupa Cek Kondisi Tanahnya
Pupuk sebagus apa pun nggak akan optimal kalau kondisi tanahnya nggak mendukung. pH tanah yang terlalu asam atau basa bisa bikin unsur hara terikat dan nggak terserap tanaman. Idealnya, unsur hara tersedia optimal di pH sekitar 6,5–7,5.
Makanya, sebelum menentukan jenis dan dosisnya, ada baiknya kamu tahu dulu status hara dan pH tanahmu lewat uji tanah.
Kesimpulan
Intinya, memilih sumber nutrisi yang tepat sesuai jenis tanaman bukan sekadar memberikan tambahan unsur hara, tetapi juga memahami kebutuhan nutrisi, fase pertumbuhan, hingga kondisi tanah. Dengan menerapkan prinsip 5 tepat dan menyesuaikan cara aplikasi, hasil panen dapat lebih optimal tanpa membuang biaya pemeliharaan secara berlebihan.
Pastikan Pupuk yang Dipilih Sesuai Kebutuhan Tanaman dan Teruji Kualitasnya
Memilih pupuk tidak cukup hanya berdasarkan jenis tanaman. Kandungan unsur hara seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) juga perlu diperhatikan agar sesuai dengan kebutuhan tanaman dan tujuan pemupukan.
Melalui Uji Senyawa Kimia di IML Testing & Research, produsen dapat mengevaluasi kandungan unsur hara dalam produk dan memastikan komposisinya sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan.
Hubungi IML Testing & Research untuk konsultasi pengujian kualitas pupuk dan dukung mutu produk Anda dengan data laboratorium!
Author: Fachry
Editor: Lina
Daftar Pustaka
Mansyur, N. I., Pudjiwati, E. H., & Murtilaksono, A. (2021). Pupuk dan pemupukan. Syiah Kuala University Press.
Purba, T., Situmeang, R., Rohman, H. F., Mahyati, Arsi, Firgiyanto, R., Junaedi, A. S., Sa’adah, T. T., Junairiah, Herawati, J., & Suhastyo, A. A. (2021). Pupuk dan teknologi pemupukan. Yayasan Kita Menulis.
Rajiman. (2020). Pengantar pemupukan. Deepublish.
Suriadikarta, D. A., Setyorini, D., & Hartatik, W. (2004). Uji mutu dan efektivitas pupuk alternatif anorganik. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian.



