
UVA dan UVB: Wajib Kenali Perbedaannya dan Cara Menguji Perlindungan UV

Paparan sinar matahari merupakan salah satu faktor lingkungan yang dapat memengaruhi kondisi dan kesehatan kulit. Di antara berbagai jenis radiasi ultraviolet, UVA dan UVB merupakan dua jenis sinar yang paling banyak dibahas dalam kaitannya dengan perlindungan kulit.
Keduanya memiliki karakteristik, panjang gelombang, serta dampak yang berbeda terhadap kulit. Oleh karena itu, pemahaman mengenai perbedaan UVA dan UVB penting dalam memilih maupun mengembangkan produk sunscreen dengan perlindungan yang optimal.
Daftar Isi:
- Mengapa Perlindungan terhadap UVA dan UVB Penting?
- SPF dan PA: Apa Hubungannya dengan UVA dan UVB?
- Mengapa Pengujian Laboratorium Penting untuk Produk Sunscreen?
Mengapa Perlindungan terhadap UVA dan UVB Penting?
Sinar ultraviolet (UV) merupakan bagian dari radiasi matahari yang memiliki panjang gelombang lebih pendek dibandingkan cahaya tampak. Berdasarkan panjang gelombangnya, radiasi UV dapat dibedakan menjadi UVA, UVB, dan UVC.
Namun, UVA dan UVB merupakan jenis yang paling relevan terhadap paparan kulit sehari-hari. UVA memiliki panjang gelombang sekitar 320–400 nm dan dapat menembus kulit lebih dalam hingga mencapai lapisan dermis.
Paparan UVA terutama berkaitan dengan photoaging, seperti munculnya garis halus, kerutan, dan perubahan pigmentasi. Sementara itu, UVB memiliki panjang gelombang sekitar 280–320 nm dan lebih banyak memengaruhi lapisan epidermis kulit.
UVB merupakan salah satu penyebab utama sunburn atau kulit terbakar akibat paparan sinar matahari.
Baca Juga:
Hasil Uji Lab SPF: Apa Arti SPF 30, SPF 50, dan SPF 50+?
SPF dan PA: Apa Hubungannya dengan UVA dan UVB?
SPF (Sun Protection Factor) merupakan parameter yang umum digunakan untuk menggambarkan tingkat perlindungan sunscreen terutama terhadap radiasi UVB yang menyebabkan eritema atau sunburn. Semakin tinggi nilai SPF, semakin besar kemampuan produk dalam memberikan perlindungan terhadap UVB berdasarkan metode pengujian yang digunakan.
Sementara itu, PA merupakan sistem penandaan yang berkaitan dengan tingkat perlindungan terhadap UVA. Oleh karena itu, SPF dan PA memberikan informasi yang berbeda mengenai kemampuan perlindungan sunscreen.
Produk dengan perlindungan UV yang baik idealnya mempertimbangkan perlindungan terhadap kedua jenis radiasi tersebut.
Mengapa Pengujian Laboratorium Penting untuk Produk Sunscreen?
Klaim perlindungan UV pada sunscreen perlu didukung oleh pengujian yang sesuai dan terukur. Pengujian laboratorium dapat digunakan untuk mengevaluasi performa produk berdasarkan parameter dan metode yang telah ditetapkan.
Pengujian dapat dilakukan menggunakan pendekatan in vitro maupun in vivo, tergantung parameter yang ingin dievaluasi dan metode yang digunakan. Bagi produsen, pengujian sunscreen berperan penting dalam mendukung pembuktian klaim, evaluasi kualitas, serta pengembangan formulasi.
Hasil pengujian yang diperoleh secara terstandar juga membantu memastikan bahwa klaim seperti SPF atau perlindungan UVA memiliki dasar pengujian yang dapat dipertanggungjawabkan.
Buktikan Perlindungan UVA dan UVB melalui Pengujian Laboratorium
Klaim perlindungan terhadap sinar UV tidak cukup hanya berdasarkan formulasi atau kandungan bahan aktif. Buktikan kemampuan produk dalam memberikan perlindungan terhadap UVA dan UVB melalui pengujian yang sesuai!
Melalui Uji Efikasi, performa perlindungan UV pada produk sunscreen dapat dievaluasi untuk memperoleh data yang mendukung klaim produk serta pengendalian mutu. Hubungi IML Testing & Research sekarang dan konsultasikan kebutuhan pengujian perlindungan UVA dan UVB produk Anda bersama tim kami!
Author: Elmira
Editor: Lina
Daftar Pustaka
Acker, S., Büchse, A., Nogueira, L., Zur Lage, J., Perroux-David, E., Drulhon, F., Moraes, J., Peters, S., Janssen, A., Komjani Riemann, N. M., & Herzog, B. (2025). The ALT-SPF ring study: In vitro determination of the SPF and UVA-PF by the fused method. International Journal of Cosmetic Science. https://doi.org/10.1111/ics.70015
Cole, C. (2014). Sunscreens: What is the ideal testing model? Photodermatology, Photoimmunology & Photomedicine, 30(2–3), 81–87. https://doi.org/10.1111/phpp.12095
Hedayat, K., Ahmad Nasrollahi, S., Firooz, A., Rastegar, H., & Dadgarnejad, M. (2020). Comparison of UVA protection factor measurement protocols. Clinical, Cosmetic and Investigational Dermatology, 13, 351–359. https://doi.org/10.2147/CCID.S244898
Khunkitti, W., et al. (2014). Method for screening sunscreen cream formulations by determination of in vitro SPF and PA values using UV transmission spectroscopy and texture profile analysis. Journal of Cosmetic Science, 65(3), 147–159. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25043486/
Matts, P. J., Alard, V., Brown, M. W., Ferrero, L., Gers-Barlag, H., Issachar, N., Moyal, D., & Wolber, R. (2010). The COLIPA in vitro UVA method: A standard and reproducible measure of sunscreen UVA protection. International Journal of Cosmetic Science, 32(1), 35–46. https://doi.org/10.1111/j.1468-2494.2009.00542.x
Morganroth, P. A., Lim, H. W., & Burnett, C. T. (2013). Ultraviolet radiation and the skin: An in-depth review. American Journal of Lifestyle Medicine, 7(3), 168–182. https://doi.org/10.1177/1559827612460499
Yang, J.-W., Fan, G.-B., Tan, F., Kong, H.-M., Liu, Q., Zou, Y., & Tan, Y.-M. (2023). The role and safety of UVA and UVB in UV-induced skin erythema. Frontiers in Medicine, 10, 1163697. https://doi.org/10.3389/fmed.2023.1163697



