
Pentingnya Mengenal Metode Identifikasi Fusobacterium nucleatum dan Subspesiesnya

Fusobacterium nucleatum merupakan bakteri yang memiliki peran penting dalam kesehatan dan penyakit manusia. Seiring meningkatnya perhatian terhadap bakteri ini, kebutuhan untuk mengidentifikasi dan membedakan setiap subspesies secara akurat juga semakin besar.
Berbagai metode telah dikembangkan untuk mendeteksi dan mengarakterisasi subspesies F. nucleatum dalam sampel klinis. Secara umum, metode yang digunakan dapat dibagi menjadi dua kelompok utama, yaitu metode molekuler dan metode biokimia.
Daftar Isi:
- Mengenal Sisi Patogenik Fusobacterium nucleatum yang Perlu Diwaspadai
- Metode Biokimia untuk Identifikasi Subspesies Fusobacterium nucleatum
- Metode Molekuler untuk Identifikasi Subspesies Fusobacterium nucleatum
Mengenal Sisi Patogenik Fusobacterium nucleatum yang Perlu Diwaspadai
Fusobacterium nucleatum adalah bakteri berbentuk batang yang tidak membentuk spora dan hanya dapat tumbuh dalam kondisi tanpa oksigen (anaerob obligat). Bakteri ini merupakan penghuni normal rongga mulut manusia.
Meskipun termasuk bakteri komensal (normal) di rongga mulut, F. nucleatum juga dapat bertindak sebagai patogen oportunistik. Mereka sering ditemukan pada plak gigi serta biofilm oral meyebabkan periodontitis.
Periodontitis adalah infeksi serius pada jaringan penyangga gigi, termasuk gusi dan tulang rahang. Penyakit ini biasanya diawali oleh penumpukan plak yang menyebabkan radang gusi (gingivitis), kemudian berkembang menjadi kerusakan jaringan dan tulang sehingga gigi dapat goyang bahkan tanggal.
Gejala yang sering muncul antara lain gusi merah, bengkak, mudah berdarah, bau mulut, dan gigi terasa longgar. F. nucleatum diketahui dapat berpindah dari rongga mulut ke lokasi tubuh yang jauh, seperti saluran pencernaan.
Kemampuan migrasi ini memungkinkan bakteri berkontribusi pada proses penyakit di luar rongga mulut. Berbagai infeksi di luar rongga mulut, seperti infeksi intraamniotik pada kehamilan, endokarditis (infeksi lapisan jantung), dan penyakit radang usus. Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa F. nucleatum tidak hanya berperan dalam kesehatan mulut, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan sistemik.
Oleh karena itu, perhatian terhadap bakteri ini semakin meningkat dalam penelitian medis.
Baca Juga:
Pastikan Produk Oral Care Aman dari Risiko Bakteri Mulut
Metode Biokimia untuk Identifikasi Subspesies Fusobacterium nucleatum
Metode biokimia awal, seperti analisis profil asam lemak dan enzim OGR serta GDH, pernah digunakan untuk membedakan subspesies Fusobacterium nucleatum. Namun, metode tersebut memiliki kemampuan yang terbatas sehingga kurang akurat untuk klasifikasi subspesies.
Perkembangan teknologi MALDI-TOF MS membawa kemajuan besar dalam identifikasi F. nucleatum. Metode ini mampu mengidentifikasi bakteri secara cepat dan relatif hemat biaya dengan menganalisis profil protein yang khas dari setiap isolat.
Keakuratan MALDI-TOF MS sangat bergantung pada kualitas database referensi yang digunakan. Semakin lengkap data spektrum dari strain referensi dan isolat klinis yang tersedia, semakin tinggi pula kemampuan sistem dalam membedakan subspesies F. nucleatum.
Berbagai pengembangan telah dilakukan untuk meningkatkan performa metode ini, termasuk optimalisasi preparasi sampel dan pembaruan database secara berkala. Beberapa sistem terbaru bahkan dilaporkan mampu mencapai akurasi identifikasi hingga lebih dari 98%.
Metode Molekuler untuk Identifikasi Subspesies Fusobacterium nucleatum
Metode molekuler berbasis DNA, seperti PCR, DNA fingerprinting, dan sekuensing, menjadi alat penting untuk mengidentifikasi subspesies Fusobacterium nucleatum. Teknik seperti AP-PCR dan ERIC-PCR mampu menghasilkan pola DNA yang khas sehingga dapat digunakan untuk membedakan subspesies maupun menilai keragaman genetik antar strain.
Gen 16S rRNA merupakan penanda yang paling umum digunakan untuk identifikasi bakteri. Namun, karena urutan gen ini sangat mirip antar subspesies F. nucleatum, metode 16S rRNA sering kali hanya mampu mengidentifikasi hingga tingkat spesies dan kurang akurat untuk membedakan subspesies.
Sebagai alternatif, peneliti memanfaatkan daerah 16Sā23S rRNA Internal Transcribed Spacer (ITS) yang memiliki variasi genetik lebih tinggi. Analisis ITS terbukti memberikan resolusi yang lebih baik dalam membedakan subspesies F. nucleatum dan bahkan membantu melacak asal-usul strain yang terkait dengan kondisi klinis tertentu.
Perkembangan PCR berbasis penanda genetik spesifik juga meningkatkan akurasi identifikasi. Selain gen 16S rRNA, gen seperti gyrB, rpoB, dan znpA diketahui memiliki variasi yang lebih besar sehingga lebih efektif untuk membedakan subspesies F. nucleatum dibandingkan metode konvensional.
Saat ini, teknologi Next-Generation Sequencing (NGS) memungkinkan analisis genom bakteri secara lebih cepat dan mendalam. Meskipun masih memiliki beberapa keterbatasan, NGS dan teknologi sekuensing generasi ketiga (TGS) diperkirakan akan semakin berperan dalam identifikasi subspesies F. nucleatum karena mampu memberikan informasi genetik dengan resolusi yang sangat tinggi.
Identifikasi Fusobacterium nucleatum Secara Akurat Bersama IML Testing & Research
Pastikan identifikasi Fusobacterium nucleatum dan subspesiesnya dilakukan dengan metode yang sesuai. Konsultasikan kebutuhan pengujian mikrobiologi atau biologi molekuler Anda bersama IML Testing & Research untuk memperoleh hasil yang akurat, spesifik, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Author: Dherika
Editor: Lina
Referensi
Brennan, C.A., & Garrett, W.S. (2019). Fusobacterium nucleatum ā symbiont, opportunist and oncobacterium. Nat. Rev. Microbiol, 17, 156ā166. https://doi.org/10.1038/s41579-018-0129-6.
Wolf, M., Steinberg, T., Konstantin, J.S., Anne, K., Sama, R., Georg, C., Ali, A., & Fabian, C. (2025). The Rise and Evolving Role of Fusobacterium nucleatum Subspesies. Current Research in Microbial Sciences, 9, 1-19. https://doi.org/10.1016/j.crmicr.2025.100414.



