
Diabetes dan Obatnya: Benarkah Harus Dikonsumsi Seumur Hidup?

Diabetes mellitus, atau yang lebih dikenal sebagai diabetes, merupakan kondisi serius yang bersifat jangka panjang (kronis) yang terjadi ketika kadar glukosa dalam darah meningkat. Hal ini disebabkan karena tubuh tidak dapat memproduksi hormon insulin sama sekali atau insulin yang dihasilkan dalam jumlah yang tidak cukup, atau juga karena tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkan secara efektif.
Daftar Isi :
- Fungsi Hormon Insulin
- Tingginya Angka Penderita
- Jenis atau Tipe yang Sering Dijumpai
- Pengobatan dan Faktor Lainnya
Fungsi Hormon Insulin
Insulin adalah hormon penting yang diproduksi oleh pankreas. Hormon ini berfungsi membantu glukosa dalam aliran darah masuk ke dalam sel-sel tubuh untuk kemudian diubah menjadi energi atau disimpan. Selain itu, insulin juga berperan penting dalam metabolisme protein dan lemak.
Kekurangan insulin, atau ketidakmampuan sel tubuh untuk merespons insulin, akan menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah yang merupakan tanda klinis.
Tingginya Angka Penderita
Sebanyak 589 juta orang di dunia menderita penyakit ini dan diperkirakan pada tahun 2050 jumlah penderita akan meningkat menjadi 254 juta. Di Indonesia, berdasarkan data dari International Diabetes Federation, pada tahun 2024 jumlah total kasus pada orang dewasa mencapai 20.426.400 orang dengan prevalensi sebesar 11,3%.
Berangkat dari tingginya angka kejadian tersebut, pengelolaannya menjadi hal yang sangat penting untuk mencegah komplikasi. Penderita penyakit ini memiliki kemungkinan tiga kali lebih besar menderita penyakit kardiovaskular, gagal ginjal 10 kali dapat terjadi lebih sering, 1 dari 3 orang penderita akan mengalami beberapa bentuk gangguan penglihatan, serta banyak penderita kehilangan satu anggota tubuh bagian bawah.
Maka dari itu, diperlukan pengelolaan berupa penggunaan obat, baik berupa obat oral maupun insulin. Namun, terdapat pernyataan yang muncul di masyarakat: apakah obat diabetes harus dikonsumsi seumur hidup?
Baca juga :
Tak Disangka! Jeruk Nipis Dapat Menyembuhkan Diabetes?
Jenis atau Tipe yang Sering Dijumpai
Jawabannya tidak selalu sederhana, karena sangat bergantung pada jenisnya, kondisi pasien, serta keberhasilan perubahan gaya hidup yang dilakukan. Pada diabetes tipe 1, tubuh sama sekali tidak dapat memproduksi insulin, sehingga terapi insulin memang harus dilakukan seumur hidup. Tanpa insulin, kadar glukosa darah tidak dapat dikontrol dan dapat membahayakan nyawa.
Sementara itu, pada diabetes tipe 2, yang merupakan jenis paling umum, kondisi tubuh masih dapat memproduksi insulin, tetapi tidak efektif dalam penggunaannya (resistensi insulin). Pada kasus ini, penggunaan obat tidak selalu bersifat mutlak seumur hidup. Beberapa pasien dapat mengurangi dosis obat, bahkan menghentikannya, jika berhasil melakukan perubahan gaya hidup secara konsisten, seperti menjaga pola makan sehat, rutin berolahraga, menurunkan berat badan, serta mengelola stres.
Meski demikian, penting untuk dipahami bahwa penghentian obat tidak boleh dilakukan secara sembarangan tanpa pengawasan tenaga medis. Kadar gula darah yang tampak normal belum tentu menandakan telah sembuh.
Pengobatan dan Faktor Lainnya
Dalam banyak kasus, kondisi tersebut hanya terkontrol dengan baik berkat kombinasi obat dan gaya hidup sehat. Jika obat dihentikan tanpa evaluasi yang tepat, kadar gula darah dapat kembali meningkat tanpa disadari.
Selain itu, diabetes merupakan penyakit kronis yang cenderung progresif. Artinya, seiring waktu, fungsi pankreas dalam memproduksi dapat menurun. Hal ini menyebabkan beberapa pasien yang awalnya hanya membutuhkan satu jenis obat, kemudian memerlukan kombinasi obat atau bahkan terapi insulin di kemudian hari.
Oleh karena itu, kepatuhan dalam pengobatan dan pemantauan rutin sangat diperlukan. Peran tenaga kesehatan juga sangat penting dalam menentukan terapi yang tepat.
Dokter akan mempertimbangkan berbagai faktor, seperti usia, lama menderita, kadar gula darah, serta adanya komplikasi atau penyakit penyerta. Dengan pendekatan yang individual, pengobatan dapat disesuaikan sehingga memberikan manfaat maksimal bagi pasien.
Pastikan Keamanan dan Kualitas Produk Kesehatan Anda Teruji
Isu seperti ini menunjukkan betapa pentingnya produk yang aman, efektif, dan berbasis data ilmiah. Tanpa pengujian yang tepat, kualitas dan kepercayaan terhadap produk bisa dipertanyakan.
Lakukan uji keamanan, uji efektivitas, dan uji kadar bersama IML Testing and Research untuk memastikan produk Anda terpercaya, konsisten, dan sesuai standar industri.
Kesimpulan
Kesimpulannya, konsumsi obat diabetes tidak selalu harus seumur hidup, terutama pada tipe 2, namun tetap membutuhkan evaluasi medis yang ketat. Kunci utama dalam pengelolaannya adalah kombinasi antara pengobatan yang tepat dan perubahan gaya hidup yang berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang baik, penderita diabetes tetap dapat menjalani hidup yang sehat dan produktif.
Author : Jihan
Editor : Alphi
Daftar Pustaka
Banday, M. Z., Sameer, A. S., & Nissar, S. (2020). Pathophysiology of diabetes: An overview. Avicenna journal of medicine, 10(4), 174–188.
International Diabetes Federation. (n.d.). Diabetes complications. Diakses pada tanggal 03 April 2026 dari
International Diabetes Federation. (n.d.). Indonesia. Diakses pada tanggal 02 April 2026 dari
Magliano DJ, Boyko EJ; IDF Diabetes Atlas 10th edition scientific committee . IDF DIABETES ATLAS [Internet]. 10th edition. Brussels: International Diabetes Federation; 2021. Chapter 1, What is diabetes?



