Potensi Daun Kelor sebagai Bahan Obat Herbal untuk Pencegahan Stunting

Stunting sebagai Tantangan Kesehatan Nasional

Dampak Stunting terhadap Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia

Permasalahan stunting terjadi akibat kondisi gizi buruk pada ibu dan anak yang disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi selama kehamilan dan dalam 1000 hari pertama kehidupan. Dampak jangka pendek stunting meliputi meningkatnya risiko penyakit dan kematian, perkembangan kognitif yang tidak optimal, serta membesarnya biaya kesehatan.

Dalam jangka panjang, stunting dapat menyebabkan kapasitas belajar dan keterampilan yang tidak maksimal, serta produktivitas yang menurun. Akibatnya, kondisi ini dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi, memperburuk kemiskinan, dan memperlebar ketimpangan kesejahteraan suatu negara. 

Stunting menjadi perhatian serius, terutama karena Indonesia sedang memasuki fase penting dalam struktur kependudukan. Indonesia diperkirakan akan mencapai puncak bonus demografi sekitar tahun 2030.

Bonus demografi terjadi ketika jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) jauh lebih besar dibandingkan jumlah penduduk usia nonproduktif (>65 tahun). Kondisi ini dapat menjadi peluang besar sekaligus tantangan bagi negara.

Salah satu ancaman yang dapat menghambat kualitas generasi produktif tersebut adalah stunting, karena berdampak pada menurunnya kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Maka dari itu, pencegahan stunting menjadi indikator penting dalam membangun kesejahteraan suatu negara.

Peran Asupan Nutrisi dalam Upaya Pencegahan Stunting

Sumber : freepik.com 

Pencegahan stunting memerlukan asupan nutrisi penting yang seimbang, termasuk protein, zinc, zat besi, yodium, vitamin A, vitamin B12, dan vitamin D.  Kebutuhan beragam nutrisi ini dapat dipenuhi melalui pemanfaatan sumber daya alam.

Indonesia sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, memiliki potensi besar terutama pada keanekaragaman tumbuhan. Pemanfaatan sumber daya alam ini secara optimal dapat memberikan manfaat luas, baik dalam meningkatkan kesehatan masyarakat maupun dalam mendorong perekonomian, misalnya melalui peningkatan pendapatan petani. 

Kandungan Gizi Daun Kelor untuk Mendukung Pertumbuhan Anak

Salah satu potensi alam tersebut adalah Moringa oleifera atau daun kelor. Daun kelor mempunyai banyak kandungan nutrisi yang dapat berperan penting dalam masa pertumbuhan anak.

Pada daun kelor, terdapat 96 nutrisi dan 46 antioksidan. Daun kelor mengandung vitamin A lebih banyak dibandingkan wortel, vitamin C lebih tinggi dari jeruk, kalsium lebih banyak dari susu, serta kalium lebih tinggi dari pisang sehingga dapat meningkatkan status gizi suatu individu.

Selain itu, daun kelor juga merupakan sumber zat besi dan serat yang baik. Daun kelor mengandung zat besi sembilan kali lebih banyak dari bayam dan serat empat kali lebih tinggi dibandingkan oats. 

Sebagai tanaman yang kaya akan nutrisi, daun kelor dapat dijadikan sebagai solusi praktis dalam upaya pencegahan stunting. Kandungan nutrisi daun kelor menjadikannya sebagai salah satu sumber pangan lokal potensial untuk mendukung pertumbuhan optimal anak. Dengan pemanfaatan yang tepat, daun kelor dapat menjadi langkah strategis menuju generasi Indonesia bebas stunting.

Pengembangan Daun Kelor dalam Produk Obat Herbal

Sebagai tanaman yang kaya akan nutrisi, daun kelor memiliki potensi besar untuk dikembangkan tidak hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga sebagai bahan aktif dalam produk obat herbal yang ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi dan pencegahan stunting.

Namun, pemanfaatan daun kelor dalam bentuk sediaan herbal memerlukan perhatian khusus terhadap mutu, keamanan, dan konsistensi kandungan nutrisinya. Kandungan vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif dalam daun kelor dapat bervariasi tergantung pada lokasi tumbuh, metode pengolahan, serta proses formulasi produk. 

Pentingnya Pengujian Laboratorium pada Obat Herbal Berbahan Daun Kelor

Oleh karena itu, pengujian laboratorium menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa obat herbal berbahan daun kelor benar-benar mengandung kadar nutrisi yang sesuai, bebas dari cemaran berbahaya, dan aman untuk dikonsumsi, khususnya oleh kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak-anak.

Author: Jihan
Editor: Sabilla Reza

Referensi:

de Onis, M., & Branca, F. (2016). Childhood stunting: a global perspective. Maternal & child nutrition, 12 Suppl 1(Suppl 1), 12–26. https://doi.org/10.1111/mcn.12231

Khan, F., Nasir, F., Ikram, H., Bilal, A., Fatima, M., & Shad, M. (2022). Moringa oleifera: A miraculous plant to combat malnutrition. Acta Scientific Nutritional Health, 32–37. https://doi.org/10.31080/asnh.2022.06.1135 

World Health Organization (WHO). (2018). Reducing stunting in children: equity considerations for achieving the global targets 2025. https://www.who.int/publications/i/item/9789241513647 

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi kami untuk informasi yang Anda perlukan.

Silakan konsultasikan kebutuhan pengujian produk Anda dengan tim ahli kami secara gratis.

Formulir Kontak