Tidak Cukup Sekali! Pentingnya Penggunaan Ulang Sunscreen dengan Sunscreen yang Teruji Laboratorium

Seiring berjalannya waktu, aktivitas manusia menyebabkan kerusakan lapisan ozon atmosfer. Akibatnya manusia mengalami paparan berlebih terhadap radiasi ultraviolet (UV) yang menimbulkan kerusakan sel kulit.

Berdasarkan panjang gelombang UV, radiasi sinar UV dibagi menjadi tiga kelompok yaitu UV C dengan panjang gelombang 100-280 nm atau yang disebut sebagai gelombang pendek, UV B dengan panjang gelombang 280-320 nm atau yang disebut dengan gelombang menengah, dan UV A dengan panjang gelombang 320-400 nm atau yang disebut gelombang panjang. 

Jenis Radiasi UV dan Kemampuannya Menembus Atmosfer

UVC yang memiliki daya tembus paling lemah dapat sepenuhnya diserap oleh atmosfer, tetapi sekitar 5–10% radiasi UVB dan 90–95% radiasi UVA dapat menembus awan dan lapisan ozon hingga mencapai permukaan bumi, sehingga membahayakan kulit kita. Sebagai contoh, paparan berlebih terhadap UVB pada kulit dapat menyebabkan peradangan, imunosupresi, dan kanker kulit. Oleh karena itu, sangat penting untuk secara efektif menghindari penyerapan UVB dalam kehidupan sehari-hari. 

Peran Sunscreen dalam Melindungi Kulit dari Sinar UV

Salah satu cara paling sederhana dan efektif untuk melindungi kulit dari dampak buruk sinar UV adalah dengan menggunakan tabir surya (sunscreen). Sunscreen bekerja dengan cara membentuk lapisan pelindung di permukaan kulit yang dapat menyerap, memantulkan, atau menyebarkan radiasi ultraviolet sebelum menembus lapisan kulit yang lebih dalam.

Namun, banyak orang yang belum memahami bahwa penggunaan sunscreen tidak cukup hanya satu kali dalam sehari. Perlindungan yang diberikan oleh Sunscreen memiliki batas waktu, dan setelah beberapa jam efektivitasnya akan menurun. Maka penggunaan ulang sunscreennya menjadi hal yang sangat penting untuk menjaga perlindungan kulit tetap optimal sepanjang hari.

Faktor yang Menurunkan Efektivitas Sunscreen di Kulit

Ketika sunscreen diaplikasikan di pagi hari, lapisan pelindung tersebut mulai bekerja segera setelah terserap ke kulit. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, beberapa faktor lingkungan dapat menurunkan efektivitasnya. Paparan sinar matahari secara terus-menerus, keringat, gesekan dengan pakaian, serta aktivitas sehari-hari seperti mencuci muka atau menyeka keringat menyebabkan lapisan pelindung tersebut menipis dan bahkan hilang sama sekali.

Akibatnya, kulit yang awalnya terlindungi kembali terpapar langsung oleh radiasi UVA dan UVB. Oleh sebab itu, para dermatolog menyarankan untuk mengulang pemakaian sunscreen setiap dua hingga tiga jam sekali, terutama ketika berada di luar ruangan atau melakukan aktivitas yang mudah membuat kulit berkeringat.

Peran SPF, PA, UVA, UVB dalam Produk Sunscreen

Setiap produk memiliki nilai SPF (Sun Protection Factor) dan PA (Protection Grade of UVA) yang menunjukkan seberapa lama dan seberapa kuat produk tersebut dapat melindungi kulit. Misalnya, sunscreen dengan SPF 30 secara teoritis mampu melindungi kulit dari UVB hingga 97%, tetapi tidak berarti kulit benar-benar terbebas dari radiasi. Setelah beberapa jam, efektivitasnya berkurang karena komponen aktifnya terurai akibat panas dan cahaya matahari.

Proses inilah yang membuat penggunaan ulang susncreen menjadi langkah wajib untuk mempertahankan perlindungan maksimal terhadap kulit. Tidak hanya UVB, sinar UVA juga menjadi ancaman besar bagi kesehatan kulit. Meskipun energinya lebih rendah, UVA mampu menembus lebih dalam hingga lapisan dermis, menyebabkan kerusakan kolagen, elastin, dan struktur jaringan kulit.

Dampaknya tidak langsung terasa, tetapi dalam jangka panjang dapat menyebabkan penuaan dini, munculnya kerutan, dan hiperpigmentasi seperti flek hitam. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa UVA juga dapat berkontribusi terhadap pembentukan kanker kulit karena merusak DNA sel kulit secara perlahan. Dengan demikian, penggunaan ulang sunscreen bukan hanya untuk mencegah kulit terbakar, tetapi juga untuk menjaga kesehatan dan elastisitas kulit dalam jangka panjang.

Kesalahan Umum dalam Cara Mengaplikasikan Sunscreen

Masalah lain yang sering terjadi adalah kesalahan dalam cara mengaplikasikan sunscreen. Banyak orang hanya menggunakan sedikit produk, padahal efektivitas perlindungan sangat bergantung pada jumlah yang digunakan. Secara umum, diperlukan sekitar dua jari penuh sunscreen untuk wajah dan leher, serta sekitar satu sendok teh untuk setiap bagian tubuh besar seperti tangan atau kaki.

Mengoleskannya secara merata dan memberikan waktu sekitar 15–20 menit sebelum terkena sinar matahari akan membantu bahan aktif bekerja lebih optimal. Setelah itu, penting untuk tetap membawa produk sunscreen ke mana pun pergi agar mudah melakukan penggunaan ulang, terutama saat bepergian atau beraktivitas di luar ruangan.

Penggunaan sunscreen tidak terbatas hanya ketika aktivitas di luar ruangan / terpapar langsung matahari. Faktanya sinar UV ada di setiap tempat bahkan pada hari yang mendung sekalipun. Seiring berkembangnya teknologi dan informasi, semakin banyak jenis sunscreen yang dirancang agar nyaman digunakan untuk penggunaan ulang, baik dalam bentuk spray, stick, maupun powder, sehingga tidak mengganggu riasan atau aktivitas. Inovasi ini memudahkan masyarakat untuk melindungi kulit dengan cepat dan praktis. 

Penggunaan Ulang Sunscreen sebagai Bagian dari Gaya Hidup Sehat

Perlu ditingkatkan kesadaran bahwa penggunaan ulang sunscreen bukan hanya sekedar marketing belaka, melainkan bagian penting dari gaya hidup sehat. Konsistensi dalam menggunakan dan mengoles ulang sunscreen dapat mencegah berbagai masalah kulit mulai dari penuaan dini hingga kanker kulit. Dengan pemahaman ini, diharapkan setiap orang tidak lagi memandang penggunaan ulang sunscreen sebagai langkah sepele, tetapi sebagai investasi jangka panjang bagi kesehatan dan kecantikan kulit.

Perlindungan sunscreen terhadap sinar ultraviolet tidak hanya ditentukan oleh nilai SPF semata, tetapi juga oleh kemampuannya melindungi kulit dari paparan UVA dan UVB. Klaim perlindungan tersebut perlu dibuktikan melalui uji laboratorium yang terstandar. Uji SPF dan uji UVB berfokus pada kemampuan produk dalam mencegah kulit terbakar, sementara uji UVA menilai perlindungan terhadap penetrasi sinar yang menyebabkan penuaan dini dan kerusakan jaringan kulit. 

Pengujian ini dilakukan melalui metode in vitro untuk menilai performa formula secara terkontrol, serta metode in vivo untuk memastikan efektivitas perlindungan langsung pada kulit manusia. Dengan kombinasi uji SPF, UVA, dan UVB, efektivitas sunscreen dapat dievaluasi secara menyeluruh dan ilmiah. Keamanan dan efektivitas sunscreen seharusnya tidak hanya bergantung pada klaim pemasaran, tetapi pada hasil uji laboratorium yang dapat dipertanggungjawabkan.

Author: Delfia
Editor: Sabilla Reza

Referensi:

Chia-Ching Li, et al,. 2025. Mesoporous Silica Encapsulation of Octyl Methoxycinnamate and Benzophenone-3: Structural Characterization, Enhanced UV Protection, and Reduced In Vitro Skin Penetration. J. Compos. Sci, 9(9), 459. https://doi.org/10.3390/jcs9090459

Xu, C., Zeng, X., Yang, Z., & Ji, H. (2021). Sunscreen Enhancement of Octyl Methoxycinnamate Microcapsules by Using Two Biopolymers as Wall Materials. Polymers13(6), 866. https://doi.org/10.3390/polym13060866

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi kami untuk informasi yang Anda perlukan.

Silakan konsultasikan kebutuhan pengujian produk Anda dengan tim ahli kami secara gratis.

Formulir Kontak