
Pemanfaatan Teknologi Nanoformulasi dalam Meningkatkan Efektivitas Pestisida

Perkembangan teknologi nano membawa angin segar bagi dunia pertanian, terutama dalam upaya mengurangi penggunaan pestisida kimia secara berlebihan. Dengan memanfaatkan partikel berukuran sangat kecil—antara 1 hingga 200 nanometer—para peneliti berhasil mengembangkan nanopesticides, yaitu pestisida yang diformulasikan menggunakan bahan nano agar lebih efisien dan ramah lingkungan.
Teknologi ini tidak hanya meningkatkan daya kerja bahan aktif, tetapi juga mengurangi risiko pencemaran tanah dan air, sehingga menjadi langkah nyata menuju pertanian berkelanjutan.
- Nanoformulasi: Cara Baru Mengemas Pestisida
- Sistem Penghantaran Bahan Aktif dalam Nanoformulasi Pestisida
Nanoformulasi: Cara Baru Mengemas Pestisida
Nanoteknologi membuka peluang baru dalam pengendalian hama dengan menghadirkan sistem penghantaran bahan aktif dari pestisida yang lebih cerdas. Partikel nano mampu menembus permukaan daun atau jaringan tanaman dengan lebih baik, sehingga bahan aktif bekerja secara optimal tanpa perlu digunakan dalam jumlah besar.
Nanoformulasi adalah teknik mengemas bahan aktif pestisida di dalam partikel nano agar pelepasannya dapat dikontrol sesuai kebutuhan. Proses ini dikenal dengan istilah encapsulation, yaitu pembungkusan bahan aktif dalam lapisan pelindung.
Keunggulan utama dari nanoformulasi adalah kemampuannya dalam controlled release—yaitu pelepasan bahan aktif secara bertahap dan tepat waktu. Beberapa sistem bahkan dirancang stimuli-responsive, artinya hanya aktif ketika mendapat rangsangan dari lingkungan seperti suhu, cahaya, pH, dan kelembapan tertentu.
Dengan cara ini, pestisida tidak langsung terurai di lingkungan dan bekerja lebih lama pada sasaran. Selain menjaga kestabilan bahan aktif, nanoenkapsulasi juga mencegah pestisida cepat menguap atau tercuci oleh air hujan.
Hal ini membuat penggunaannya lebih efisien dan ekonomis. Dalam jangka panjang, teknik ini dapat menekan frekuensi penyemprotan serta mengurangi risiko pencemaran air tanah. Dengan demikian, nanoformulasi menjadi solusi tepat bagi petani yang ingin menjaga keseimbangan antara hasil panen tinggi dan kelestarian lingkungan.
Sistem Penghantaran Bahan Aktif dalam Nanoformulasi Pestisida
Konsep penghantaran berlaku untuk semua formulasi pestisida, tetapi pada formulasi konvensional mekanismenya masih sederhana dan tidak dirancang untuk mengontrol pelepasan bahan aktif. Pada nanoformulasi, konsep ini menjadi jauh lebih penting karena teknologi nano memang dikembangkan untuk melindungi bahan aktif, meningkatkan penyerapan, serta mengatur pelepasan pestisida agar lebih efektif.
Dengan demikian, penghantaran menjadi aspek kunci yang membedakan keunggulan nanoformulasi dibandingkan formulasi pestisida biasa. Dalam dunia nanopestisida, ada dua pendekatan utama untuk menghantarkan bahan aktif: sistem fisik dan sistem kimia.
Sistem kimia melibatkan pembentukan ikatan antara bahan aktif dengan pembawa, misalnya melalui karbon nanotube atau konjugasi polimer. Cara ini mampu meningkatkan kestabilan dan kelarutan bahan aktif, tetapi perlu diperhatikan karena beberapa bahan, seperti karbon nanotube, dapat menghasilkan reactive oxygen species (ROS) yang berpotensi merusak sel tanaman dan mikroba tanah.
Sistem fisik lebih mengandalkan penjebakan bahan aktif di dalam partikel tanpa ikatan kimia permanen. Contohnya adalah nanopartikel tanah liat, polimer alami seperti kitosan, atau bahan anorganik berpori seperti silika. Sistem ini dianggap lebih ramah lingkungan karena mampu mengatur pelepasan pestisida secara perlahan tanpa meninggalkan residu berbahaya. Kombinasi keduanya kini banyak digunakan untuk menciptakan formulasi yang efisien sekaligus aman bagi ekosistem pertanian.
Baca juga:
3 Rekomendasi Uji Lab Pestisida untuk Lolos Izin Edar Kementan!
Seiring berkembangnya teknologi nano dalam formulasi pestisida, tantangan berikutnya bukan hanya menciptakan produk yang inovatif, tetapi juga memastikan kinerjanya terbukti secara ilmiah. Efektivitas bahan aktif, pola pelepasan, hingga dampaknya terhadap lingkungan perlu dievaluasi secara terukur agar teknologi nanoformulasi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi pertanian berkelanjutan.
Untuk memastikan nanoformulasi pestisida bekerja sesuai klaimnya, uji laboratorium menjadi langkah yang tidak terpisahkan. Melalui uji efektivitas, stabilitas, dan keamanan, performa pestisida dapat dibuktikan secara objektif sebelum diaplikasikan di lapangan. IML Testing and Research siap mendukung Anda dengan layanan uji laboratorium pestisida yang komprehensif dan dapat diandalkan.
Author: Dherika
Editor: Sabilla Reza
Referensi:
Chaud, M., Souto, E.B., Zielinska, A., Severino, P., Batain, F., Oliveira-Junior, J., & Alves, T. (2021). Nanopesticides in Agriculture: Benefits and Challenge in Agricultural Productivity, Toxicological Risks to Human Health and Environment. Toxics, 9, 131. https://doi.org/10.3390/toxics9060131.
Finstein, J. (2023). Advances in Pest Management Strategies: A Review. International Research Journal of Agricultural Science and Soil Science, 12(4), 1-3.



