
Waspada Merkuri! Begini Cara Mengetahui Kandungannya dalam Produk

Merkuri (Hg) merupakan salah satu logam berat yang perlu mendapat perhatian dalam pengawasan keamanan produk, khususnya kosmetik. Paparan logam berat ini dapat memberikan dampak terhadap kesehatan, sementara keberadaannya dalam produk tidak selalu dapat dikenali hanya dari tampilan, warna, aroma, atau tekstur produk.
Pada produk kosmetik, keberadaan logam berat ini dapat berkaitan dengan penggunaan bahan yang tidak memenuhi ketentuan maupun cemaran yang berasal dari bahan baku dan proses produksi. Karena itu, pengujian laboratorium menjadi langkah penting untuk memastikan kadarnya dalam produk memenuhi persyaratan yang berlaku.
Melalui uji analitik yang presisi, produsen tidak hanya mematuhi regulasi ketat dari otoritas pengawas seperti BPOM, tetapi juga memberikan jaminan keamanan mutlak bagi para konsumen. Mengingat dampak fatal merkuri terhadap kesehatan jangka panjang dan reputasi merek, mempercayakan analisis produk kepada fasilitas pengujian yang kredibel adalah investasi krusial agar kosmetik Anda terbukti aman dan layak edar.
Daftar Isi:
- Mengapa Merkuri dalam Produk Perlu Diwaspadai?
- Bagaimana Cara Menguji Kandungan Merkuri di Laboratorium?
- Mengapa Uji Merkuri Penting untuk Menjamin Keamanan Produk?
Mengapa Merkuri dalam Produk Perlu Diwaspadai?
Logam berat ini merupakan unsur yang dapat memberikan efek toksik apabila tubuh terpapar dalam jumlah tertentu. Menurut World Health Organization (WHO), paparan zat tersebut dapat berdampak pada berbagai organ, termasuk ginjal dan sistem saraf.
Produk pencerah kulit menjadi salah satu kelompok produk yang mendapat perhatian khusus karena senyawa secara ilegal dapat digunakan untuk menghambat pembentukan melanin. Permasalahan lainnya adalah konsumen tidak selalu dapat mengetahui keberadaan merkuri hanya berdasarkan informasi pada kemasan.
WHO mencatat bahwa beberapa produk pencerah kulit yang mengandung merkuri dapat tidak mencantumkan merkuri secara jelas pada daftar bahan. Produk tersebut juga dapat beredar melalui berbagai saluran, termasuk perdagangan daring.
Di Indonesia, persyaratan cemaran logam berat pada kosmetik telah diatur melalui Peraturan BPOM Nomor 16 Tahun 2024 tentang Batas Cemaran dalam Kosmetik. Regulasi tersebut menetapkan batas logam berat ini dalam kosmetik tidak lebih dari 1 mg/kg atau 1 mg/L (1 ppm).
Dengan demikian, pengawasan terhadap logam berat ini bukan hanya berkaitan dengan bahan yang sengaja ditambahkan, tetapi juga dengan kemungkinan adanya cemaran dalam produk.
Baca Juga:
7 Fakta tentang Merkuri dalam Produk Pencerah Kulit
Bagaimana Cara Menguji Kandungan Merkuri di Laboratorium?
Untuk mengetahui kandungan merkuri secara akurat, diperlukan pengujian menggunakan metode analisis yang sesuai dan dilakukan di laboratorium. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS).
Pada prinsipnya, sampel dipersiapkan terlebih dahulu melalui tahap preparasi sehingga logam berat ini dalam matriks sampel dapat dianalisis. Instrumen kemudian mengukur respons analitik yang berkaitan dengan keberadaan dan konsentrasi merkuri.
Selain AAS, analisis logam berat juga dapat dilakukan menggunakan teknik Inductively Coupled Plasma (ICP). BPOM menyebutkan AAS dan ICP sebagai contoh metode yang dapat digunakan untuk mendeteksi cemaran logam berat dalam kosmetik.
Pemilihan metode analisis perlu mempertimbangkan jenis dan matriks sampel, kadar yang diperkirakan, kebutuhan sensitivitas, serta metode yang telah tervalidasi atau sesuai dengan persyaratan pengujian.
Mengapa Uji Merkuri Penting untuk Menjamin Keamanan Produk?
Merkuri merupakan salah satu parameter yang penting diperhatikan dalam pengujian keamanan kosmetik. Dengan batas yang sangat rendah, diperlukan metode analisis yang sensitif, preparasi sampel yang tepat, serta pengendalian mutu selama proses pengujian.
Bagi pelaku usaha, pengujian cemaran logam berat dapat menjadi bagian penting dari sistem pengendalian mutu untuk memastikan produk memenuhi persyaratan keamanan dan regulasi yang berlaku.
Pastikan Produk Anda 100% Bebas Merkuri!
Jangan ambil risiko dengan kesehatan konsumen atau reputasi brand Anda. Percayakan analisis keamanan kosmetik dan produk perawatan kulit Anda pada IML Testing and Research.
Temukan layanan pengujian laboratorium kami yang akurat dan sesuai standar regulasi. Hubungi tim ahli kami sekarang dan manfaatkan layanan konsultasi gratis untuk kebutuhan uji produk Anda!
Author: Elmira
Editor: Lina
Daftar Pustaka
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2024). Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 16 Tahun 2024 tentang Batas Cemaran dalam Kosmetik. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2016, April 8). Deteksi cemaran logam berat dalam kosmetika. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.
World Health Organization. (2019). Mercury in skin lightening products. World Health Organization



