Uji Titrasi Bahan Aktif: 5 Alasan Brand Perlu Melakukan Pengujian Laboratorium

Dalam proses pengembangan dan pengendalian mutu produk, mengetahui kadar bahan aktif menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan. Bahan aktif yang tercantum dalam formulasi belum tentu memiliki kadar yang sama dengan nilai yang diharapkan pada produk akhir.

Oleh karena itu, titrasi dapat digunakan sebagai salah satu metode analisis kuantitatif untuk menentukan kadar suatu zat, selama karakteristik analit dan metode yang digunakan memang sesuai. Menurut IUPAC, titrasi merupakan proses untuk menentukan jumlah suatu zat dengan menambahkan zat lain dalam jumlah terukur yang bereaksi dengannya hingga mencapai titik akhir (endpoint). Metode

titrimetri mencakup beberapa pendekatan, antara lain titrasi asam-basa, redoks, kompleksometri, dan pengendapan. Lalu, mengapa brand perlu mempertimbangkan uji titrasi bahan aktif?

Daftar Isi:

Mengetahui Kadar Bahan Aktif Secara Kuantitatif

Salah satu fungsi utamanya adalah menentukan jumlah atau kadar analit secara kuantitatif. Dalam analisis volumetri, larutan dengan konsentrasi yang diketahui digunakan untuk bereaksi dengan analit hingga mencapai titik akhir yang ditentukan.

IUPAC menjelaskan bahwa titran merupakan larutan yang mengandung agen aktif yang digunakan dalam proses tersebut. Dengan metode yang sesuai, hasil pengujian dapat membantu brand mengetahui apakah kadar bahan tertentu berada dalam rentang spesifikasi yang telah ditetapkan.

Membantu Memverifikasi Kesesuaian dengan Spesifikasi Produk

Komposisi pada tahap formulasi perlu didukung dengan pengendalian mutu pada bahan baku maupun produk akhir. Melalui analisis volumetri, kadar komponen tertentu dapat diukur dan dibandingkan dengan spesifikasi internal atau persyaratan metode yang relevan.

Penggunaan titrasi untuk penetapan kadar juga ditemukan dalam metode standar. Sebagai contoh, ISO 979 menggunakan titrasi volumetri dengan larutan standar asam klorida untuk menentukan alkalinitas pada natrium hidroksida industri.

Namun, tidak semua bahan aktif cocok dianalisis dengan metode volumetri. Pemilihan metode harus mempertimbangkan sifat kimia analit, matriks sampel, selektivitas, serta metode standar atau metode tervalidasi yang tersedia.

Mendukung Konsistensi Antarbatch

Konsistensi merupakan bagian penting dari pengendalian mutu. Perbedaan bahan baku, proses produksi, penyimpanan, atau kondisi formulasi dapat memengaruhi karakteristik produk.

Dengan melakukan uji titrasi pada parameter yang relevan, produsen dapat memperoleh data kuantitatif untuk membandingkan kadar analit antarbatch. Data tersebut dapat menjadi salah satu bagian dari evaluasi apakah proses produksi menghasilkan produk yang konsisten sesuai spesifikasi yang ditentukan.

Mendukung Quality Control dengan Data Laboratorium

Keputusan quality control sebaiknya didasarkan pada hasil pengujian yang terukur. Dalam titrasi, penentuan titik akhir menjadi aspek penting karena perbedaan antara titik akhir dan titik ekuivalen dapat menimbulkan titration error.

IUPAC mendefinisikan kesalahan titrasi sebagai perbedaan antara nilai titik akhir dan nilai titik ekuivalen. Karena itu, pemilihan metode, standardisasi larutan, preparasi sampel, penentuan titik akhir, dan prosedur analisis perlu dikendalikan agar hasil pengujian dapat dipertanggungjawabkan.

Membantu Mendukung Klaim Kadar Bahan dalam Produk

Apabila sebuah brand mencantumkan kadar komponen tertentu dalam spesifikasi atau informasi produknya, data analitik dapat membantu memverifikasi kandungan tersebut. Titrasi bahan aktif dapat menjadi salah satu pilihan apabila analit dapat bereaksi secara stoikiometrik dan metode tersebut sesuai untuk matriks produk.

Pada beberapa jenis produk, metode titrimetri memang digunakan untuk menentukan komponen tertentu. Sebagai contoh, ISO 2869 menggunakan prosedur titrasi untuk menentukan kandungan bahan aktif anionik tertentu pada deterjen.

Namun, titrasi bukan metode universal. Untuk senyawa tertentu atau matriks yang kompleks, metode instrumental seperti kromatografi atau teknik analisis lainnya mungkin lebih sesuai.

Titrasi Perlu Menggunakan Metode yang Sesuai

Keakuratan pengujian tidak hanya bergantung pada proses meneteskan titran hingga terjadi perubahan tertentu. Jenis reaksi, konsentrasi larutan standar, preparasi sampel, teknik penentuan titik akhir, serta kemungkinan interferensi dari komponen lain juga perlu diperhatikan.

Karena itu, sebelum melakukan uji titrasi, laboratorium perlu menentukan apakah metode tersebut memang sesuai dengan karakteristik bahan aktif dan matriks produk yang akan dianalisis.

Pastikan Kadar Bahan Aktif Produk Anda melalui Uji Titrasi

Kadar bahan aktif merupakan salah satu parameter penting dalam pengendalian mutu produk. Melalui Uji Senyawa Kimia di IML Testing & Research, brand dapat melakukan uji titrasi untuk menentukan kadar komponen tertentu menggunakan metode analisis yang sesuai.

Konsultasikan kebutuhan uji titrasi bahan aktif produk Anda bersama IML Testing & Research dan dukung pengendalian mutu dengan data laboratorium yang terukur.

Author & Editor: Lina

Daftar Pustaka

International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC). Compendium of Chemical Terminology (Gold Book), 5th ed. “Titration.” DOI: 10.1351/goldbook.T06387.

International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC). Compendium of Chemical Terminology (Gold Book), 5th ed. “Titrant.” DOI: 10.1351/goldbook.T06386.

International Union of Pure and Applied Chemistry (IUPAC). Compendium of Chemical Terminology (Gold Book). “Titration Error.” DOI: 10.1351/goldbook.T06389.

International Organization for Standardization. ISO 979:1974 — Sodium hydroxide for industrial use — Method of assay. Confirmed current in 2023.

International Organization for Standardization. ISO 2869:1973 — Surface active agents — Detergents — Determination of hydrolyzable and non-hydrolyzable anionic-active matter. Confirmed current in 2022.

Share your love

Hubungi kami untuk informasi yang Anda perlukan.

Silakan konsultasikan kebutuhan pengujian produk Anda dengan tim ahli kami secara gratis.

Formulir Kontak