
Pupuk untuk Tanaman Umbi-umbian: Pastikan Kualitasnya dengan Uji Laboratorium agar Hasil Panen Optimal!

Punya lahan buat nanam singkong, ubi jalar, atau talas tapi hasilnya kurang maksimal? Bisa jadi masalahnya ada di pupuk yang kamu pakai. Tanaman umbi-umbian itu punya kebutuhan hara yang agak beda dari tanaman lain, karena “hasil panennya” tersembunyi di bawah tanah.
Yuk, kita bahas pupuk apa aja yang cocok dan gimana cara pakainya biar umbi tumbuh besar dan berkualitas.
Daftar Isi:
- Kenali Dulu Unsur Hara yang Paling Dibutuhkan Umbi
- Pupuk NPK Majemuk: Andalan Praktis
- Jangan Lupakan Pupuk Organik
- Perhatikan Waktu dan Cara Pemupukan
- Cek Kondisi Tanah Sebelum Memupuk
Kenali Dulu Unsur Hara yang Paling Dibutuhkan Umbi
Buat tanaman umbi-umbian seperti singkong, ubi jalar, dan kentang, unsur Kalium (K) itu jagoannya. Kalium berperan penting dalam membantu pembentukan karbohidrat dan memperkuat tanaman agar tidak mudah rebah atau terserang penyakit.
Selain itu, Fosfor (P) juga krusial karena membantu proses pembentukan umbi dan mempercepat pematangannya. Nitrogen (N) tetap dibutuhkan, tapi jangan berlebihan — kalau N kebanyakan, tanaman malah rimbun di daun tapi umbinya kecil.
Baca Juga:
Menentukan Pupuk Berkualitas, Inilah Hal-Hal yang Harus Diperhatikan
Pupuk NPK Majemuk: Andalan Praktis
Salah satu pilihan paling praktis bagi petani umbi adalah NPK majemuk yang mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium sekaligus dalam satu formula. Untuk tanaman umbi, sebaiknya pilih NPK dengan kadar K yang lebih tinggi dibanding N, misalnya perbandingan 15-15-20 atau sejenisnya, supaya energi tanaman lebih fokus ke pembesaran umbi ketimbang pertumbuhan daun.
Jika ingin menggunakan jenis tunggal, kamu bisa mengombinasikan Urea (sumber N), SP-36 (sumber P), dan KCl (sumber K). Cara ini lebih fleksibel karena dosis setiap unsur hara dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi tanah.
Jangan Lupakan Pupuk Organik
Bahan anorganik dapat menyediakan unsur hara dengan cepat, tetapi bahan organik seperti kotoran ternak yang telah matang atau kompos tetap penting untuk menjaga struktur tanah. Tanah yang gembur dan berpori membantu umbi berkembang tanpa terhambat oleh kondisi tanah yang keras.
Selain itu, bahan organik membantu meningkatkan kemampuan tanah menahan air sehingga tanaman umbi tidak mudah mengalami stres saat musim kering. Kombinasi bahan organik dan anorganik dengan dosis yang tepat juga dapat meningkatkan hasil panen, mengurangi penggunaan bahan kimia secara berlebihan, serta membantu menghemat biaya pemupukan dalam jangka panjang.
Perhatikan Waktu dan Cara Pemupukan
Prinsip “5 tepat” wajib dipegang: tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat tempat, dan tepat cara. Untuk tanaman umbi seperti singkong atau ubi jalar, pemupukan biasanya dilakukan dua kali: pertama saat tanam atau beberapa minggu setelah tanam (fokus N dan P untuk pertumbuhan awal), dan kedua di fase pembentukan umbi (fokus K).
Cara aplikasinya bisa dengan ditabur di sekitar tanaman lalu ditutup tanah, atau dibuat lubang kecil di dekat perakaran. Hindari menaruh pupuk langsung menempel ke batang atau umbi karena bisa menyebabkan kerusakan jaringan tanaman.
Cek Kondisi Tanah Sebelum Memupuk
Tanah yang terlalu asam bisa membuat unsur hara seperti Fosfor jadi terikat dan nggak bisa diserap tanaman. Idealnya, pH tanah untuk tanaman umbi berada di kisaran netral, sekitar 5,5–6,5.
Kalau tanah terlalu masam, pertimbangkan pemberian dolomit atau kapur pertanian sebelum memupuk dengan NPK.
Kesimpulan
Kunci sukses budidaya tanaman umbi-umbian ada di kombinasi yang tepat antara pupuk NPK (dengan kadar Kalium lebih tinggi), pupuk organik untuk kesehatan tanah, serta penerapan pola pemupukan yang tepat waktu dan tepat cara. Dengan strategi pemupukan yang benar, hasil panen singkong, ubi jalar, atau talas kamu bisa lebih besar, sehat, dan berkualitas tinggi.
Pastikan Kualitas Pupuk untuk Tanaman Umbi-umbian melalui Pengujian Laboratorium!
Pemilihan pupuk yang tepat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan dan pembentukan umbi. Namun, apakah kandungan unsur hara dalam pupuk Anda sudah sesuai dengan komposisi yang diklaim?
Melalui Uji Senyawa Kimia di IML Testing & Research, produsen dapat mengevaluasi kandungan unsur hara pupuk, seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), berdasarkan parameter pengujian yang sesuai.
Hubungi IML Testing & Research sekarang untuk konsultasi pengujian mutu pupuk Anda!
Author: Fachry
Editor: Lina
Daftar Pustaka
Hartatik, W., dan Widowati, L. R. (2015). Peranan Pupuk Organik dalam Peningkatan Produktivitas Tanah dan Tanaman. Jurnal Sumberdaya Lahan, 9(2), 107–120.
Mansyur, N. I., Pudjiwati, E. H., dan Murtilaksono, A. (2021). Pupuk dan Pemupukan. Aceh: Syiah Kuala University Press.
Rajiman. (2020). Pengantar Pemupukan. Sleman, Yogyakarta: Deepublish (CV Budi Utama).
Slamet, S. (2019). Lima Tepat (5T) dalam Aplikasi Pemupukan. KATAM Terpadu Modern. Diakses dari http://cybex.pertanian.go.id
Suriadikarta, D. A., Setyorini, D., dan Hartatik, W. (2004). Uji Mutu dan Efektivitas Pupuk Alternatif Anorganik. Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian.
Kementerian Pertanian. (2019). pH Tanah dan Ketersediaan Unsur Hara dalam Tanah. Diakses dari http://cybex.pertanian.go.id



