
Mengapa Hasil Pengujian Kadar Laboratorium Dapat Berbeda Antar Laboratorium?

Pengujian kadar merupakan salah satu analisis yang paling sering dilakukan di laboratorium untuk menentukan jumlah atau konsentrasi suatu senyawa dalam sampel. Pengujian ini banyak digunakan pada produk farmasi, kosmetik, bahan baku, hingga suplemen untuk memastikan bahwa kandungan zat aktif sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.
Saat menerima hasil pengujian dari dua laboratorium yang berbeda, tidak jarang menemukan adanya perbedaan nilai kadar. Sebagai contoh, suatu sampel dapat menunjukkan hasil kadar 98,8 di satu laboratorium dan 99,2% di laboratorium lainnya.
Kondisi ini sering menimbulkan pertanyaan mengenai keakuratan hasil dan validitas metode yang digunakan. Padahal, dalam banyak kasus, perbedaan hasil tersebut merupakan hal yang wajar selama masih berada dalam ketidakpastian pengukuran yang dapat diterima.
Daftar Isi:
- Bagaimana Prinsip Pengujian Kadar Dilakukan?
- Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Pengujian Kadar
- Mengapa Hasil Antar Laboratorium Bisa Berbeda?
- Apakah Hasil Pengujian yang Berbeda Tetap Valid?
Bagaimana Prinsip Pengujian Kadar Dilakukan?
Secara umum, pengujian kadar bertujuan untuk mengukur jumlah senyawa target yang terkandung dalam suatu sampel. Berbagai teknik analisis dapat digunakan, seperti titrasi, kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT), kromatografi gas, spektrofotometri Uv-Vis, maupun instrumen analitik lainnya. Prinsip dasar pengujian kadar ini adalah membandingkan respons yang dihasilkan oleh sampel terhadap standar atau bahan pembanding yang telah diketahui konsentrasinya.
Melalui perhitungan tertentu, respons tersebut kemudian dikonversi menjadi nilai kadar. Supaya hasil yang diperoleh akurat dan dapat dipercaya, setiap tahap pengujian harus dikendalikan dengan baik, mulai dari pengambilan sampel, preparasi sampel, pengukuran instrumen, hingga pengolahan data.
Baca Juga:
Skincare Mahal Belum Tentu Manjur: Peran Uji Kadar Bahan Aktif dalam Memilih Produk yang Tepat
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Pengujian Kadar
Hasil pengujian laboratorium dipengaruhi oleh banyak faktor. Bahkan ketika menggunakan metode yang sama, variasi kecil tetap dapat terjadi. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil pengujian antara lain:
- Pengambilan dan Homogenitas Sampel
Sampel yang tidak homogen dapat menghasilkan nilai kadar yang berbeda meskipun berasal dari produk yang sama. Oleh karena itu, proses sampling merupakan salah satu sumber variasi terbesar dalam pengujian laboratorium
- Preparasi Sampel
Tahap penimbangan, pelarutan, ekstraksi, filtrasi, maupun pengenceran dapat memberikan kontribusi terhadap variasi hasil. Kesalahan kecil dalam preparasi dapat memengaruhi konsentrasi akhir yang terukur.
- Instrumen Analitik
Setiap instrumen memiliki karakteristik performa yang berbeda. Perbedaan sensitivitas detektor, kondisi kolom kromatografi, sistem pompa, panjang gelombang, maupun status kalibrasi alat dapat memengaruhi hasil pengukuran.
- Standar dan Reagen
Kualitas standar acuan, kemurnian bahan kimia, serta kondisi penyimpanan reagen juga dapat berpengaruh terhadap hasil analisis.
- Faktor Operator
Meskipun banyak proses telah terdokumentasi dalam prosedur standar, perbedaan pengalaman dan teknik kerja analis tetap dapat memberikan variasi tertentu pada hasil pengujian.
Mengapa Hasil Antar Laboratorium Bisa Berbeda?
Perbedaan hasil antar laboratorium tidak selalu menunjukkan bahwa satu laboratorium melakukan kesalahan. Setiap laboratorium dapat menggunakan instrumen yang berbeda, sumber standar yang berbeda, kondisi lingkungan yang berbeda, atau bahkan metode analisis yang berbeda namun sama-sama tervalidasi. Selain itu, setiap hasil pengujian selalu memiliki ketidakpastian pengukuran (measurement uncertainty).
Ketidakpastian ini menggambarkan rentang nilai yang secara statistik masih dapat diterima untuk suatu hasil pengukuran. Sebagai contoh, apabila suatu laboratorium melaporkan hasil kadar 99,0% ± 1,0%, maka nilai aktual sampel diperkirakan berada dalam rentang tersebut.
Oleh karena itu, dua laboratorium dapat menghasilkan nilai yang sedikit berbeda tetapi tetap dianggap konsisten secara ilmiah.
Apakah Hasil Pengujian yang Berbeda Tetap Valid?
Dalam banyak kasus, jawabannya adalah ya. Validitas suatu hasil tidak ditentukan oleh kesamaan angka secara mutlak, melainkan oleh apakah pengujian dilakukan menggunakan metode yang tervalidasi, instrumen yang terkalibrasi, serta sistem mutu laboratorium yang memadai.
Jika perbedaan hasil masih berada dalam batas ketidakpastian pengukuran dan memenuhi kriteria penerimaan metode, maka hasil dari kedua laboratorium dapat dianggap valid.
Pastikan Hasil Uji Lebih Akurat dan Terpercaya
IML Testing and Research siap membantu kebutuhan pengujian laboratorium dengan metode yang tepat, proses yang terstandar, dan data uji yang dapat dipertanggungjawabkan. Konsultasikan kebutuhan pengujian produk kamu bersama tim IML Testing and Research.
Kesimpulan
Perbedaan hasil pengujian kadar antar laboratorium merupakan fenomena yang dapat terjadi karena berbagai faktor, mulai dari pengambilan sampel, preparasi, instrumen, bahan acuan, hingga ketidakpastian pengukuran yang melekat pada setiap analisis. Perbedaan nilai tidak selalu menunjukkan adanya kesalahan atau ketidakvalidan hasil.
Selama pengujian dilakukan menggunakan metode yang tervalidasi, instrumen yang terkalibrasi, dan sistem mutu yang sesuai, hasil pengujian tetap dapat dipercaya dan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.
Author: Jihan
Editor: Lina
DAFTAR PUSTAKA
Separovic, L., Simabukuro, R. S., Couto, A. R., Bertanha, M. L. G., Dias, F. R. S., Sano, A. Y., Caffaro, A.M., Lourenço, F. R. (2023). Measurement Uncertainty and Conformity Assessment Applied to Drug and Medicine Analyses – A Review. Critical Reviews in Analytical Chemistry, 53(1), 123–138. https://doi.org/10.1080/10408347.2021.1940086
Taverniers, I., De Loose, M., & Van Bockstaele, E. (2004). Trends in quality in the analytical laboratory. II. analytical method validation and Quality Assurance. TrAC Trends in Analytical Chemistry, 23(8), 535–552. https://doi.org/10.1016/j.trac.2004.04.001



