
Mengenal Lebih Dalam Mengenai Penyakit Scabies: Bagaimana Cara Pengobatannya?

Pernahkah Anda merasakan gatal yang tak tertahankan di malam hari, terutama di sela-sela jari, pergelangan tangan, atau area pinggang dan bertanya tanya apa sebenarnya penyebabnya? Banyak orang menyepelekan kondisi ini sebagai alergi biasa atau reaksi kulit sementara, padahal bisa jadi itu adalah tanda-tanda scabies, penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau mikroskopis yang bersarang langsung di lapisan kulit Anda.
Scabies atau yang dikenal di Indonesia sebagai kudis, bukan sekadar masalah kebersihan pribadi. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa, dan menyebar jauh lebih cepat dari yang Anda bayangkan terutama dalam lingkungan yang padat seperti asrama, pesantren, atau rumah tangga.
Memahami penyebab, gejala, dan cara penanganannya secara tepat adalah langkah pertama yang krusial untuk menghentikan penyebarannya.
Daftar isi :
- Apa Itu Scabies dan Bagaimana Tungau Penyebabnya Bekerja?
- Gejala Scabies yang Wajib Diwaspadai
- Bagaimana Scabies Menular? Kenali Jalur Penyebarannya
- Cara Mengobati Scabies: Pilihan Terapi yang Terbukti Efektif
Apa Itu Scabies dan Bagaimana Tungau Penyebabnya Bekerja?
Scabies atau dikenal sebagai kudis merupakan salah satu penyakit kulit menular yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Sebagai parasit yang hidup di permukaan luar tubuh inang dan sangat bergantung pada inang sepanjang siklus hidupnya, tungau ini hidup dan berkembang biak di lapisan atas kulit manusia dengan cara membuat terowongan kecil, sehingga memicu reaksi peradangan dan rasa gatal yang hebat. Umumnya rasa gatal terasa pada malam hari.
Kudis merupakan salah satu penyakit kulit yang paling sering terjadi, terutama di negara berkembang. Penyakit ini menyumbang jumlah yang cukup besar dari keseluruhan penyakit kulit.
Secara global, diperkirakan terdapat lebih dari 200 juta orang yang menderita pada waktu tertentu, dan lebih dari 400 juta orang terkena setiap tahunnya. Scabies menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang serius, terutama karena komplikasi yang dapat ditimbulkannya.
Tanpa penanganan yang tepat, infeksi ini jarang sembuh secara spontan dan dapat menyebabkan penyakit yang menetap, wabah, serta peningkatan beban ekonomi. Maka dari itu, deteksi dini dan pengobatan yang tepat sangat diperlukan untuk mencegah dampak yang merugikan.
Gejala Scabies yang Wajib Diwaspadai
Gejala umumnya mulai muncul sekitar 4–6 minggu setelah tungau menginfeksi kulit. Gejala utama scabies adalah rasa gatal hebat.
Selain gatal, gejala lainnya yaitu mengalami ruam kemerahan; benjolan kecil pada jari tangan, pergelangan tangan, lengan, kaki, dan area pinggang. Pada bayi dan anak kecil, ruam cenderung lebih luas dan dapat mengenai telapak tangan, telapak kaki, pergelangan kaki, hingga kulit kepala. Sebagian besar orang terinfeksi sekitar 10–15 ekor tungau.
Bagaimana Scabies Menular? Kenali Jalur Penyebarannya
Cara penularannya yakni dari satu orang ke orang lain terutama melalui kontak kulit secara langsung dan cukup lama (10–15 menit), misalnya saat tinggal serumah dengan seseorang yang terinfeksi. Selain itu, penularan juga dapat terjadi secara tidak langsung melalui penggunaan bersama barang pribadi seperti pakaian, handuk, atau sprei.
Risiko penularan akan semakin tinggi apabila jumlah tungau pada penderita lebih banyak. Oleh karena itu, penyakit ini dapat dengan mudah menyebar dalam satu keluarga atau komunitas apabila tidak ditangani dengan tepat.
Baca juga:
Perubahan Kulit Selama Kehamilan dan Pertimbangan Penggunaan Bahan Aktif yang Aman
Cara Mengobati Scabies: Pilihan Terapi yang Terbukti Efektif
Pengobatannya bertujuan untuk membunuh tungau beserta telurnya serta mencegah penularan ulang. Terapi utama scabies yaitu menggunakan obat permetrin topikal.
Obat tersebut terbukti efektif dan memberikan hasil lebih baik dibandingkan pilihan terapi lainnya. Permetrin umumnya menjadi pilihan pertama karena tingkat keamanannya yang baik, termasuk dapat digunakan pada anak usia di atas 2 bulan dan ibu hamil.
Krim permetrin 5% dioleskan ke seluruh tubuh kemudian dibiarkan selama 8–12 jam sebelum dibilas. Pengobatan biasanya diulang setelah 7 hari untuk memastikan semua tungau dan telur telah tereradikasi.
Beberapa obat lain seperti ivermektin topikal, spinosad, crotamiton, dan piretrin dapat digunakan sebagai alternatif, meskipun efektivitasnya umumnya lebih rendah dibandingkan permetrin. Perlu diketahui bahwa rasa gatal dapat bertahan selama beberapa minggu setelah pengobatan, meskipun tungau telah mati.
Kondisi ini disebut sebagai reaksi pasca scabies dan bukan berarti pengobatan gagal. Dengan pemahaman yang baik dan penanganan yang tepat, penyakit ini dapat disembuhkan secara efektif serta dicegah penyebarannya. Kesadaran akan kebersihan diri dan lingkungan, serta kepatuhan terhadap pengobatan, menjadi kunci utama dalam mengendalikan penyakit kulit menular ini.
Produk Anti Scabies Anda Sudah Teruji? Pastikan Efektivitasnya Secara Ilmiah!
Ini bukan penyakit yang bisa dianggap remeh dengan lebih dari 400 juta kasus setiap tahunnya, kebutuhan akan produk pengobatan yang benar-benar efektif sangatlah besar. Baik Anda konsumen yang ingin memastikan produk yang digunakan aman dan terbukti secara klinis, maupun produsen obat atau skincare yang ingin memvalidasi klaim efektivitas produk anti scabies Anda pengujian ilmiah adalah langkah yang tidak bisa dilewati.
IML Testing & Research siap membantu Anda membuktikan efektivitas formula melalui metode pengujian terstandar yang diakui BPOM RI. Konsultasikan kebutuhan pengujian Anda sekarang dan jadikan produk Anda sebagai solusi nyata.
Author: Jihan
Editor: Alphi
Referensi
Ziebold C, Crane JS. Scabies. [Updated 2025 Dec 13]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-.
WHO. (2023). Scabies.



