Kurang Tidur Bisa Mengganggu Hampir Seluruh Sistem Tubuh! Inilah Mengapa Produk Kesehatan Perlu Uji Laboratorium

Apa itu Tidur dari Sudut Pandang Biologi?

Tidur sering dianggap sebagai aktivitas yang pasif, bahkan sekedar waktu istirahat setelah beraktivitas seharian. Padahal, dari sudut pandang biologi, tidur adalah proses aktif dan memiliki beberapa mekanisme yang penting bagi kelangsungan hidup.

Tidur adalah keadaan fisiologis yang dikendalikan oleh jam biologis (ritme sirkadian) dan mekanisme homoestatik. Pada mekanisme ini, otak dan tubuh menjalankan proses pemulihan, regulasi, dan adaptasi yang tidak bisa terjadi saat kita sedang terbangun. 

Dua proses yang saling berinteraksi saat tidur diatur oleh dorongan tidur homeostatik yang akan meningkat seiring lamanya waktu terbangun dan berkurang selama tidur, serta proses jam biologis atau sirkadian yang mengatur waktu tidur dan bangun. Kedua proses ini bertujuan untuk memastikan kualitas tidur seseorang terjadi waktu yang paling optimal secara biologis. 

Bagaimana Proses Tidur?

Tidur dikendalikan oleh dua sistem internal utama, yaitu ritme sirkadian dan tekanan tidur. Ritme sirkadian adalah jam biologis yang bekerja selama 24 jam dan dikendalikan oleh suprachiasmatic nucleus (SCN) di hipotalamus.

Jam biologis menerima informasi cahaya dari retina dan menyesuaikan fungsi tubuh berdasarkan siklus terang-gelap lingkungan. Ketika cahaya berkurang pada malam hari, SCN akan memicu pelepasan hormon melatonin yang memberikan sinyal biologis bahwa tubuh memasuki waktu istirahat.

Sementara, pada pagi hari, kadar melatonin menurun dan hormon kortisol meningkat untuk mempersiapkan tubuh kembali terjaga. Sistem kedua diatur oleh tekanan tidur (homeostatik), yaitu tekanan biologis untuk tidur saat seorang terjaga.

Semakin lama terjaga, semakin tinggi tekanan tidur. Tekanan atau dorongan tidur ini dipengaruhi oleh akumulasi zat kimia di otak, seperti adenosin (penyebab rasa kantuk). Kadar adenosin akan menurun selama tidur sehingga tubuh kembali terjaga untuk keesokan harinya. 

Tidur memiliki beberapa siklus yang mencakup tidur non-rapid eye movement (NREM) dan tidur rapid eye movement (REM). Tidur non-REM merupakan tahap tidur ringan hingga tidur dalam, yang penting untuk pemulihan sel, menghambat penuaan dini, perbaikan jaringan, dan pelepasan hormon pertumbuhan.

Kemudian, pada tahap REM tubuh mengalami aktivitas otak yang tinggi, pergerakan mata cepat, dan mimpi. Tahap ini berperan penting dalam konsolidasi memori, pembelajaran, regulasi emosi, dan fleksibilitas serta plastisitas otak.

Selama tidur, tubuh juga melakukan pembuangan limbah metabolik yang menumpuk selama terjaga, termasuk limbah yang dapat merusak sel saraf. Sistem imun juga menjadi aktif karena adanya peningkatan produksi sitokin.

Manfaat lainnya tidur juga membantu menjaga keseimbangan hormon yang mengatur nafsu makan, metabolisme, dan respon stres. 

Setiap Orang Punya Jam Biologis yang Beda-beda

Meskipun semua manusia memiliki jam biologis (ritme sirkadian) yang sama, waktu dan pola kerja tiap individu berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh faktor genetik, usia, paparan cahaya, serta kebiasaan hidup. Faktor-faktor ini dikenal juga sebagai kronotipe, yaitu kecenderungan biologis seseorang untuk lebih aktif dalam sehari-harinya. Jenis kronotipe terdiri dari kronotipe pagi dan kronotipe malam. Pada individu dengan kronotipe pagi, secara biologis lebih mudah bangun pagi dan produktif di awal hari, sedangkan individu dengan kronotipe malam cenderung lebih aktif pada malam hari dan kesulitan tidur lebih awal. Jam biologis bekerja dengan mengatur jam perifer (waktu internal) yang terdapat di seluruh jaringan tubuh. SCN berfungsi sebagai jam utama (master clock) yang menyelaraskan seluruh jam perrier agar bekerja dalam ritme yang harmonis. Ketika jam utama dan jam perifer tidak sinkron, misalnya karena begadang, kerja, atau paparan cahaya buatan pada malam hari menyebabkan fisiologis tubuh tidak teratur dan berdampak pada kesehatan. 

Dampak Biologis Jika Kurang Tidur

Kondisi ketika jam utama dan jam perifer tidak sinkron juga dikenal sebagai gangguan sirkadian, yang menyebabkan gangguan tidur, gangguan metabolisme, dan masalah kesehatan mental. Kurang tidur bersamaan dengan gangguan ritme sirkadian dapat mengganggu fungsi otak dan sistem saraf.

Kurang tidur dapat mengganggu konsolidasi memori, menurunkan kemampuan belajar, dan memperburuk regulasi emosi karena aktivitas pembersihan limbah metabolik berjalan tidak efektif. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan gangguan suasana hati, kecemasan, depresi, dan penurunan fungsi kognitif.

Selain itu, sistem metabolisme akan terganggu apabila kurang tidur karena pola pelepasan hormon yang tidak teratur. Akibatnya, regulasi nafsu makan dan metabolisme glukosa terganggu, yang berkaitan dengan risiko obesitas dan diabetes tipe 2.

Gangguan ritme sirkadian dan kurang tidur bukan hanya masalah kelelahan, tetapi mempengaruhi hampir seluruh fungsi tubuh. Oleh karena itu, menjaga jam tidur dan keselarasan dengan jam biologis penting dalam mempertahankan kesehatan jangka panjang. 

Tidur bukan sekadar soal memejamkan mata, tetapi proses biologis penting yang menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran. Ketika jam biologis dihormati, tidur menjadi waktu pemulihan yang optimal bagi otak, hormon, dan sistem imun.

Karena itu, menjaga kualitas tidur berarti merawat kesehatan jangka panjang. Menjaga waktu tidur dan bangun yang konsisten setiap hari, mendapatkan paparan cahaya alami di pagi dan siang hari, dan mengurangi paparan cahaya biru dari layar gawai menjelang tidur, menghindari makan berat dan aktivitas pada malam hari, dan kondisi lingkungan tidur gelap dapat membuat tidur lebih restoratif dan membantu kita bangun lebih segar.

Tidur bukan sekadar soal memejamkan mata, tetapi proses biologis penting yang menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran. Ketika jam biologis dihormati, tidur menjadi waktu pemulihan yang optimal bagi otak, hormon, dan sistem imun.

Karena itu, menjaga kualitas tidur berarti merawat kesehatan jangka panjang. Menjaga waktu tidur dan bangun yang konsisten setiap hari, mendapatkan paparan cahaya alami di pagi dan siang hari, serta mengurangi paparan cahaya biru dari layar gawai menjelang tidur adalah langkah sederhana yang berdampak besar.

Bagi pelaku usaha yang mengembangkan produk suplemen, herbal, atau minuman fungsional yang diklaim membantu kualitas tidur, pemahaman biologis ini menjadi dasar penting dalam formulasi. Klaim seperti “membantu tidur lebih nyenyak” atau “mendukung ritme sirkadian” tidak cukup hanya berdasarkan tren pasar, tetapi perlu dibuktikan melalui pengujian yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Author: Safira
Editor: Sabilla Reza

Referensi:

Desai, D., Momin, A., Hirpara, P., Jha, H., Thaker, R., & Patel, J. (2024). Exploring the role of circadian rhythms in sleep and recovery: A review article. Cureus, 16(6), e61568. https://doi.org/10.7759/cureus.61568

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi kami untuk informasi yang Anda perlukan.

Silakan konsultasikan kebutuhan pengujian produk Anda dengan tim ahli kami secara gratis.

Formulir Kontak