
Uji Lab Kosmetik untuk Memastikan Serum Eksfoliasi Aman Digunakan

- Struktur Kulit dan Proses Alami Eksfoliasi
- Penumpukan Sel Kulit Mati dan Kebutuhan Eksfoliasi Tambahan
- Peran AHA BHA dan PHA dalam Serum Eksfoliasi
- Manfaat Serum Eksfoliasi bagi Regenerasi dan Penyerapan Skincare
- Aturan Aman Penggunaan Serum Eksfoliasi
Struktur Kulit dan Proses Alami Eksfoliasi
Kulit manusia terdiri dari tiga lapisan, yaitu epidermis, dermis, dan subkutan. Proses eksfoliasi dan pembaruan sel kulit terjadi di epidermis. Stratum korneum adalah lapisan kulit paling luar yang berfungsi mencegah kehilangan air serta melindungi jaringan di bawahnya dari infeksi, tekanan kimia, dan tekanan mekanis.
Eksfoliasi terjadi secara alami ketika sel-sel terlepas dari kulit. Pergantian sel-sel korneum berlangsung melalui proses pembaruan diri ketika sel-sel epidermis bergerak naik dari lapisan basal, yaitu stratum basalis, lalu melalui dua lapisan berikutnya, stratum spinosum dan stratum granulosum, hingga akhirnya mencapai stratum korneum. Proses ini memakan waktu sekitar empat minggu, meskipun dapat berlangsung lebih lama pada kondisi penuaan atau masalah kulit lainnya.
Penumpukan Sel Kulit Mati dan Kebutuhan Eksfoliasi Tambahan
Secara alami, kulit mengalami pergantian sel atau yang disebut sebagai sel kulit mati. Penumpukan sel kulit mati dapat menyebabkan kulit terlihat kusam dan kasar. Sabun cuci muka saja tidak cukup untuk mengangkat sel kulit mati sehingga diciptakan sebuah inovasi serum eksfoliasi.
Eksfoliasi adalah proses menghilangkan sel kulit mati dari permukaan dan membuat kulit terasa lebih halus dan tampak cerah. Kandungan eksfoliasi dapat diformulasikan dalam beberapa sediaan seperti toner, serum, krim. Bentuk paling umum yaitu serumm dengan tekstur yang rigan dan mudah menembus kulit membuat bahan aktif lebih mudah masuk ke lapisan kulit dalam tanpa perlu hambatan.
Peran AHA BHA dan PHA dalam Serum Eksfoliasi
Serum eksfoliasi bekerja lebih efektif dibandingkan eksfoliasi alami karena menggunakan kandungan aktif seperti alpha hydroxy acid (AHA), beta hydroxy acid (BHA), atau polyhydroxy acid (PHA) yang mampu menembus lapisan kulit lebih dalam tanpa menimbulkan gesekan.
AHA cocok untuk mengatasi masalah kulit kusam dan noda hitam karena bekerja pada permukaan kulit, sedangkan BHA lebih efektif untuk kulit berminyak dan berjerawat karena mampu membersihkan pori-pori. Ukuran molekul PHA lebih besar dibandingkan AHA membuat penetrasi di kulit lebih rendah. Sehingga PHA dianggap lebih lembut dan sesuai untuk kulit sensitif.
Manfaat Serum Eksfoliasi bagi Regenerasi dan Penyerapan Skincare
Penggunaan serum eksfoliasi secara rutin dapat membantu mempercepat regenerasi kulit sehingga tekstur kulit terlihat lebih merata dan lembut. Selain itu, serum ini juga membantu memaksimalkan penyerapan produk skincare lain seperti essence atau moisturizer karena pori-pori tidak tersumbat oleh sel kulit mati. Kulit yang rutin dieksfoliasi dengan benar akan lebih responsif terhadap nutrisi dari produk skincare lain, sehingga hasil perawatan wajah dapat terlihat lebih cepat dan lebih maksimal.
Tidak hanya itu, eksfoliasi yang tepat juga dapat membantu mengurangi munculnya komedo, jerawat, serta tanda-tanda penuaan dini seperti garis halus dan hiperpigmentasi. Kulit menjadi lebih cerah, segar, dan tampak sehat. Dengan merangsang regenerasi sel baru, kulit yang sebelumnya tampak tidak rata dapat kembali halus seiring waktu.
Pada kondisi tertentu, eksfoliasi yang teratur juga mampu mengontrol produksi minyak berlebih yang sering menjadi pemicu munculnya jerawat. Namun, penting untuk menggunakan serum eksfoliasi sesuai anjuran dan tidak berlebihan agar tidak menyebabkan iritasi atau kerusakan sawar kulit. Umumnya, penggunaan 1–2 kali seminggu sudah cukup untuk mendapatkan hasil yang optimal.
Perlu diperhatikan bahwa pengguaan serum eksfoliasi harus diimbangi dengan penggunaan pelembab dan tabir surya karena setelah eksfolasi, kulit akan menjadi lebih sensitif dan rentan terhadap paparan sinar matahari. Resiko iritasi, kemerahan, hingga muncul hiperpigmentasi dapat terjadi jika kulit tidak terlindungi.
Selengkapnya:
3 Rekomendasi Laboratorium Uji Kosmetik untuk Izin Edar!
Aturan Aman Penggunaan Serum Eksfoliasi
Meskipun memberikan banyak manfaat, penggunaan kandungan eksfolasi perlu diperhatikan tingkat konsentrasi, frekuensi penggunaan, dan periode penggunaannya. Penggunaan serum eksfolasi tidak digabung dengan agen eksfoliator lain seperti scrub atau bahan aktif kuat seperti retinol, vitamin C, dan sejenisnya.
Serum eksfoliasi merupakan produk yang memberikan banyak manfaat bila digunakan dengan bijak dan sesuai aturan. Penting untuk memperhatikan sinyal yang diberikan kulit. Bila muncul tanda-tanda ketidakcocokan, frekuensi pemakaian perlu dikurangi atau produk sebaiknya dihentikan sementara. Dengan langkah perawatan yang tepat, kulit dapat mempertahankan kesehatan kulit jangka panjang.
Pentingnya Pengujian Laboratorium untuk Serum Eksfoliasi
Untuk memastikan serum eksfoliasi bekerja efektif sekaligus aman digunakan, formulasi dan kadar bahan aktif perlu dibuktikan secara ilmiah. Melalui uji laboratorium yang tepat, bisnis kosmetik dan skincare Anda dapat memastikan stabilitas, keamanan, dan klaim produk sesuai standar. IML Testing & Research siap mendukung pengujian serum eksfoliasi Anda agar kualitas produk terjaga dan kepercayaan konsumen tetap optimal.
Author: Delfi
Editor: Sabilla Reza
Referensi:
Grajqevci-Kotori, M., & Kocinaj, A. (2015). Exfoliative Skin-peeling, Benefits from This Procedure and Our Experience. Medical archives (Sarajevo, Bosnia and Herzegovina), 69(6), 414–416. https://doi.org/10.5455/medarh.2015.69.414-416
Understanding the difference between AHA and BHA for skin. https://www.medicalnewstoday.com/articles/aha-vs-bha. Diakses pada 14 Oktober 2025.



