Metode QuEChERS: Cara Praktis Mendeteksi Residu Pestisida

Residu pestisida dalam makanan sering menjadi perhatian serius karena dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi manusia. Pangan yang tampak segar dan sehat bisa saja mengandung senyawa kimia berbahaya dalam jumlah kecil. Untuk memastikan keamanan pangan, diperlukan metode analisis yang tidak hanya akurat tetapi juga praktis digunakan.

Metode QuEChERS hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut. Nama QuEChERS sendiri merupakan singkatan dari Quick, Easy, Cheap, Effective, Rugged, and Safe. Singkatan ini merangkum sifat utama dari metode ini yang sederhana, efisien, dan tetap ramah lingkungan. Tidak heran jika QuEChERS kini menjadi salah satu metode favorit di laboratorium analisis pangan dan lingkungan.

Mengenal Lebih Dekat dengan Metode QuEChERS

Metode QuEChERS pertama kali diperkenalkan pada tahun 2003 oleh Anastassiades dan Lehotay. Pada awal kemunculannya, metode ini dirancang khusus untuk menganalisis residu pestisida pada buah dan sayuran. Seiring perkembangannya, QuEChERS kemudian diakui sebagai metode standar oleh lembaga internasional seperti AOAC dan CEN.

Definisi sederhana dari QuEChERS adalah metode persiapan sampel yang memungkinkan peneliti mengekstraksi berbagai senyawa kimia dari matriks yang kompleks dengan cepat dan efisien. Teknik ini berbasis pada penggunaan pelarut organik, garam, serta bahan penyerap (sorben) untuk memisahkan senyawa target dari zat pengganggu. Dengan sekali proses, ratusan jenis pestisida dapat diekstraksi secara bersamaan.

Prinsip kerjanya dimulai dengan menambahkan pelarut organik, biasanya asetonitril, ke dalam sampel yang sudah dihaluskan. Kemudian, ditambahkan campuran garam seperti magnesium sulfat dan natrium klorida untuk menciptakan kondisi salting-out. Proses ini membantu memisahkan senyawa kimia ke dalam fase organik sehingga lebih mudah dianalisis.

Setelah itu, campuran disentrifugasi agar terbentuk lapisan fase organik dan fase berair yang terpisah jelas. Fase organik yang mengandung residu pestisida kemudian diambil untuk proses pembersihan lebih lanjut. Proses ini membuat hasil ekstraksi lebih murni dan siap dianalisis menggunakan instrumen seperti Gas Chromatography (GC) atau Liquid Chromatography (LC).

Tahap terakhir adalah pembersihan menggunakan sorben dalam proses dispersive solid-phase extraction (dSPE). Sorben ini, seperti PSA, C18, atau graphitized carbon black, berfungsi menyerap zat pengganggu seperti lemak, gula, atau pigmen. Dengan demikian, ekstrak yang diperoleh menjadi lebih bersih dan tidak merusak instrumen analisis.

Kelebihan yang Menarik dan Keterbatasan yang Perlu Diketahui pada Metode QuEChERS

Salah satu keunggulan utama QuEChERS adalah prosesnya yang cepat dan mudah dilakukan. Tidak diperlukan banyak peralatan khusus, sehingga metode ini dapat diaplikasikan di berbagai laboratorium, termasuk yang memiliki fasilitas terbatas. Hal ini membuat QuEChERS sangat populer di kalangan peneliti maupun laboran.

Dari sisi biaya, QuEChERS juga tergolong hemat. Metode ini hanya membutuhkan sedikit pelarut organik dibandingkan metode konvensional seperti liquid-liquid extraction atau solid-phase extraction. Selain itu, bahan-bahan yang digunakan, seperti asetonitril dan garam, relatif murah dan mudah diperoleh.

Metode ini juga ramah lingkungan. Karena jumlah pelarut yang digunakan lebih sedikit, limbah kimia yang dihasilkan pun lebih rendah. Hal ini sejalan dengan tren green chemistry atau kimia hijau yang semakin ditekankan dalam dunia analisis modern.

Meski begitu, QuEChERS tetap memiliki keterbatasan. Salah satunya adalah kemungkinan adanya senyawa pengganggu dari matriks sampel, seperti lemak atau pigmen, yang ikut terlarut. Hal ini dapat memengaruhi akurasi hasil dan bahkan berisiko merusak instrumen analisis jika tidak dibersihkan dengan baik.

Selain itu, QuEChERS terkadang kurang optimal untuk senyawa yang sangat polar atau yang memiliki sifat kimia tertentu. Dalam kasus ini, metode perlu dimodifikasi, misalnya dengan mengganti pelarut, menambah jenis sorben, atau mengubah kondisi pH. Fleksibilitas ini memang menjadi kelebihan, tetapi sekaligus bisa menjadi tantangan karena membutuhkan penyesuaian ekstra.

Dari Pangan hingga Lingkungan: Aplikasi Luas Metode QuEChERS

QuEChERS banyak diaplikasikan dalam analisis pangan, khususnya untuk buah dan sayuran. Metode ini terbukti mampu mendeteksi ratusan jenis pestisida dalam sekali analisis. Sebagai contoh, penelitian pada sereal seperti gandum dan jagung berhasil mengekstraksi lebih dari 200 jenis pestisida dengan hasil pemulihan yang memadai.

Tidak hanya pada bahan pangan segar, QuEChERS juga diterapkan pada produk olahan seperti susu dan minyak nabati. Hal ini penting karena produk olahan pun dapat terkontaminasi residu pestisida dari bahan bakunya. Dengan menggunakan QuEChERS, analisis dapat dilakukan dengan cepat tanpa memerlukan prosedur yang rumit.

Metode QuEChERS juga dimanfaatkan dalam analisis lingkungan. Misalnya, QuEChERS digunakan untuk mendeteksi pestisida dalam tanah, air sungai, maupun sedimen. Aplikasi ini sangat membantu dalam pemantauan kualitas lingkungan dan mendukung upaya pengendalian pencemaran.

QuEChERS juga sering dipadukan dengan teknologi analisis mutakhir seperti GC-MS/MS atau LC-MS/MS. Kombinasi ini memberikan sensitivitas dan selektivitas yang tinggi, sehingga senyawa dengan konsentrasi sangat rendah pun dapat dideteksi dengan akurat. Inilah yang membuat QuEChERS sangat diandalkan dalam pengujian residu multiklas.

Tidak hanya pestisida, metode ini kini juga mulai digunakan untuk mendeteksi kontaminan lain seperti mikotoksin, obat-obatan hewan, dan polutan organik. Hal ini membuktikan bahwa QuEChERS sangat fleksibel dan potensial untuk terus dikembangkan dalam berbagai bidang analisis kimia modern.

Baca juga:
3 Rekomendasi Uji Lab Pestisida untuk Lolos Izin Edar Kementan!

Sebelum produk pestisida beredar, setiap formulasi harus dipastikan aman, stabil, dan bekerja sesuai klaimnya. Validasi ilmiah ini penting untuk melindungi pengguna, memenuhi regulasi, dan menjaga reputasi produsen.

IML Research menyediakan layanan uji produk pestisida mencakup analisis kadar bahan aktif, uji stabilitas, hingga uji toksisitas untuk memastikan mutu dan keamanan produk Anda. Percayakan proses pengujian Anda kepada laboratorium yang akurat dan dapat diandalkan. 

Mulai uji produk pestisida Anda bersama IML Research hari ini.

Author: Dherika
Editor: Sabilla Reza

Referensi:

Derwand, D., Rzeppa, S., Sven, C.V., Annette, Z., & Annekathrin, M.K. (2023). QuEChERS as Alternative Extraction Procedure in Doping Analyses. Drug Test Anal, 16(9), 936-941. Doi:10.1002/dta.3610.

Rocker. (2023). QuEChERS: Optimizing Sampel Preparation. Retrieved from https://www.rocker.com.tw/en/application/quechers-en/ (Accessed: September 2nd, 2025).

Shinkafi, I.Y., Lawal, A., Nura, S.G., & Ahmed, L.M. (2024). Recent Review of The QuEChERS Sample Preparation Method for Food and Environmental Sample Analysis. FUDMA Journal of Sciences, 8(6), 155-169.

QuEChERS. (n.d.). About The Method – QuEChERS. Retrieved from https://www.quechers.eu/method (Accessed: September 2nd, 2025).

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi kami untuk informasi yang Anda perlukan.

Silakan konsultasikan kebutuhan pengujian produk Anda dengan tim ahli kami secara gratis.

Formulir Kontak