Apakah Stretch Marks Bisa Hilang? Fakta dan Solusi Perawatannya

Striae distensae atau yang lebih dikenal sebagai stretch mark, merupakan masalah dermatologis umum yang dapat menimbulkan gangguan visual maupun psikologis yang signifikan. Stretch mark umumnya muncul di area tubuh yang mengalami peregangan cepat seperti perut, bokong, paha, punggung, ketiak, dan selangkangan. Striae distensae adalah bentuk jaringan parut pada dermis yang terjadi akibat peregangan lapisan dermis.

Kondisi ini sering muncul akibat perubahan berat badan yang cepat (peningkatan maupun penurunan) atau berhubungan dengan paparan kortikosteroid endogen maupun eksogen. Mekanisme yang diajukan meliputi pengaruh hormonal, peregangan fisik, serta perubahan struktur kolagen dan jaringan elastis dermis.

Peran Hormon dan Faktor Biologis dalam Terjadinya Stretch Mark

Hormon adrenokortikotropik (ACTH) secara tidak langsung mempengaruhi pembentukan stretch mark. ACTH menghasilkan kortisol, peningkatan kortisol dapat menghambat aktivitas fibroblas sehingga produksi kolagen dan elastis berkurang. Selain itu peningkatan katabolisme protein mempengaruhi kekuatan jaringan dermis menyebabkannya lebih rapuh. 

Akibatnya kulit yang kehilangan elastisitas akan menyebabkan robekan mikroskopis dan jika terjadi dengan cepat akan muncul sebagai stretch mark. Hingga saat ini belum banyak penelitian terkait hubungan faktor genetik dengan keberadaan stretch mark namun penelitian menunjukan penurunan ekspresi gen kolagen dan fibronectin berkaitan dengan perkembangan striae. 

Siapa yang Berisiko Mengalami Stretch Mark?

Stretch mark sering dijumpai pada kehamilan (43%–88%), pubertas (6%–86%), dan obesitas (43%). Kondisi ini lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki dan dapat lebih umum pada kelompok ras tertentu. Satu penelitian menemukan bahwa wanita berkulit hitam memiliki jumlah stretch mark lebih banyak dibandingkan wanita kulit putih dengan usia, jumlah persalinan, kenaikan berat badan, dan riwayat keluarga yang serupa. Pada masa kehamilan, wanita yang lebih muda lebih berisiko mengalami stretch mark dibandingkan wanita yang lebih tua. 

Pilihan Perawatan untuk Stretch Mark

Berbagai cara ditawarkan untuk memudarkan bahkan menghilangkan stretch mark, seperti penggunaan produk topikal maupun terapi laser. Salah satunya tretinoin yang telah terbukti bermanfaat dalam beberapa penelitian. Senyawa ini bekerja dengan merangsang firoblas sehingga produksi kolagen di jaringan meningkat, namun perlu diketahui ada efek samping yang umum dirasakan yaitu eritema sementara dan deskuamasi. 

Senyawa lain yang umum digunakan adalah asam hyaluronat, Centella asiatica, silikon, asam glikolat, asam askorbat, cocoa butter, minyak zaitun, minyak almond, chamomile, minyak kelapa, dan minyak dari berbagai tumbuhan lain. Meskipun terdapat beberapa terapi topikal yang tersedia untuk pengobatan stretch mark, jumlah penelitian ilmiah berbasis bukti yang mendokumentasikan efektivitas sennyawa tersebut masih terbatas. 

Cara lain untuk memudarkan stretch mark dengan cara laser. Pulsed dye laser (PDL) bekerja dengan menargetkan pembuluh darah sehingga efek kemerahan dan peradangan dapat tersamarkan. Fractional lasers bekerja repigmentasi sehingga warna stretch mark tampak lebih serupa dengan kulit sekitarnya. Mirip dengan excimer laser dengan panjang gelombang 308 nm, bekerja dengan merangsang repigmentasi sehingga tampilan warna akan mendekati warna kulit normal. 

Bisakah Stretch Mark Hilang Sepenuhnya?

Sebagai penutup, perlu dipahami bahwa stretch mark dapat terjadi pada siapa saja ketika tubuh mengalami perubahan fisik yang drastis, baik karena kehamilan, pertumbuhan, maupun perubahan berat badan. Meskipun tidak berbahaya, keberadaannya sering memengaruhi rasa percaya diri seseorang. Oleh karena itu, pencegahan tetap menjadi langkah terbaik yang bisa dilakukan. 

Menjaga pola makan seimbang, tidur yang cukup, serta menjaga hidrasi kulit dengan penggunaan pelembap secara rutin dapat membantu mempertahankan elastisitas kulit. Dengan begitu, kulit lebih mampu beradaptasi terhadap perubahan tubuh sehingga risiko terbentuknya stretch mark dapat diminimalkan. 

Jika Anda sedang mengembangkan produk perawatan stretch mark dan ingin memastikan bahan aktif, klaim efektivitas, serta keamanannya benar-benar terbukti secara ilmiah, uji laboratorium adalah langkah yang tepat untuk dilakukan. IML Research menyediakan layanan analisis bahan baku, uji stabilitas formulasi, serta evaluasi efektivitas produk berbasis parameter yang terukur. Konsultasi dengan tim IML Research untuk mendapatkan panduan pengujian yang sesuai dengan kebutuhan produk Anda, agar setiap klaim dapat divalidasi dan dipercaya oleh konsumen.

Author: Delfia
Editor: Sabilla Reza

Referensi : 

Beverly A. Mikes, Amanda M. Oakley, Bhupendra C. Patel. Striae Distensae. 2025. Statpearls Publishing. National Library of Medicine

Lokhande, Archana J.; Mysore, Venkataram1,. Striae Distensae Treatment Review and Update. Indian Dermatology Online Journal 10(4):p 380-395, Jul–Aug 2019. | DOI: 10.4103/idoj.IDOJ_336_18

Share your love

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi kami untuk informasi yang Anda perlukan.

Silakan konsultasikan kebutuhan pengujian produk Anda dengan tim ahli kami secara gratis.

Formulir Kontak