
Inilah Bahan Aktif Serum Pencerah yang Terbukti Efektif Melalui Uji Kosmetik!

Dark spot atau dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai flek hitam atau noda hitam merupakan area berwarna cokelat muda, cokelat tua, hingga kehitaman yang muncul pada area kulit yang mengalami hiperpigmentasi. Kulit dapat mengalami hiperpigmentasi ketika sel melanosit memproduksi melanin yang merupakan pigmen alami pemberi warna pada kulit secara berlebih. Rangsangan eksternal (seperti UV) atau internal (seperti hormon dan peradangan) merupakan faktor yang dapat memicu peningkatan aktivitas sel melanosit.
Dark spot umumnya muncul di area wajah, tangan, leher, atau kulit yang sering terpapar sinar matahari. Untuk mengatasi dark spot yang muncul, terdapat beberapa produk perawatan kulit yang dapat digunakan, salah satunya adalah serum wajah, namun apakah benar serum wajah efektif dalam mengatasi dark spot dan bagaimana cara kerjanya? untuk mengetahui jawabannya mari simak uraian artikel berikut.
- Bahan Aktif untuk Mengurangi Pembentukan Melanin
- Pentingnya Formulasi Serum dan Cara Pakai yang Tepat
Bahan Aktif untuk Mengurangi Pembentukan Melanin
Salah satu bahan aktif yang digunakan dalam serum wajah, yakni asam traneksamat diketahui dapat mengintervensi aktivitas plasmin yang mana secara tidak langsung dapat menghambat pembentukan melanin (melanogenesis). Pada pengujian efektivitas serum dengan bahan aktif cetyl tranexamate mesylate yang merupakan garam ester dari asam traneksamat pada 35 perempuan dewasa ditunjukkan bahwa indeks melanin (pigmen kulit) mulai berkurang secara signifikan setelah 2 minggu penggunaan serum dengan penurunan yang berlangsung linier dan signifikan hingga akhir studi.

Sumber: Freepik
Penilaian perubahan pigmentasi kulit wajah pada pengujian ini diukur menggunakan alat mexameter, yakni alat ukur non-invasif yang dapat mengukur kadar melanin di kulit secara kuantitatif berdasarkan pantulan cahaya dari kulit. Selain asam traneksamat, bahan aktif lainnya yang sering digunakan dalam mengatasi noda hitam, di antaranya hidrokuinon, arbutin, asam kojik, dan niacinamide. Hidrokuinon dan turunannya serta arbutin bekerja dengan cara mencegah perubahan l-DOPA menjadi melanin dengan cara menghambat enzim tirosinase yang merupakan enzim kunci dalam proses pembentukan melanin.
Namun, bahan aktif tersebut dapat menyebabkan iritasi kulit terutama pada pasien yang memiliki masalah sensitivitas kulit, sebagai contoh penggunaan hidrokuinon dengan konsentrasi 4% dapat menyebabkan iritasi dan bisa memperburuk hiperpigmentasi pascainflamasi terutama pada individu dengan jenis kulit gelap.
Pentingnya Formulasi Serum dan Cara Pakai yang Tepat
Serum wajah yang diformulasikan dengan agen depigmentasi telah terbukti secara ilmiah mampu mengatasi dark spot melalui berbagai mekanisme biologis. Efektivitas formula sangat dipengaruhi oleh konsentrasi bahan, stabilitas kimiawi, metode penghantaran, serta kepatuhan pasien dalam penggunaan yang konsisten dan berkelanjutan. Di sisi lain, penggunaan exfoliating serum yang mengandung asam memang dapat membantu mempercepat turnover sel kulit dan mendukung efek pencerahan, namun penggunaannya harus dilakukan dengan hati-hati.
Pengelupasan berlebihan dapat merusak sawar kulit dan justru memicu iritasi serta inflamasi yang berisiko memperburuk hiperpigmentasi, terutama pada individu dengan kulit sensitif atau berwarna gelap. Oleh karena itu, kombinasi antara serum pencerah, eksfoliasi terkontrol, dan tabir surya spektrum luas SPF tinggi merupakan pendekatan yang ideal, namun tetap harus disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing serta dipantau oleh tenaga profesional bila diperlukan.
Ingin memastikan klaim efektivitas serum Anda benar terbukti secara ilmiah. Konsultasikan kebutuhan uji laboratorium produk Anda bersama IML Research. Tim kami membantu Anda memahami metode uji yang paling relevan untuk bahan aktif pencerah maupun klaim pengurangan dark spot.
Baca juga:
3 Rekomendasi Laboratorium Uji Kosmetik untuk Izin Edar!
Semua pengujian dilakukan dengan standar yang akurat, komprehensif, dan dapat diandalkan. Hasil uji yang tepat membantu meningkatkan kredibilitas produk Anda di mata konsumen. Pastikan formulasi Anda lolos pengujian kosmetik dengan baik melalui pendampingan ahli dari IML Research.
Author: Devira
Editor: Sabilla Reza
Referensi:
Da Silva Souza, I. D., Lampe, L., & Winn, D. (2021). New topical tranexamic acid derivative for the improvement of hyperpigmentation and inflammation in the sun-damaged skin. Journal of Cosmetic Dermatology, 20(2). https://doi.org/10.1111/jocd.13545.
Demessant‐Flavigny, A. L., Petkar, G., Jodun, D., Dantec, G. L., Floc’h, C. L., & Kerob, D. (2024). Efficacy of a 2‐MNG‐Containing depigmenting serum in the treatment of Post‐Inflammatory hyperpigmentation. Journal of Cosmetic Dermatology. https://doi.org/10.1111/jocd.16735.



